New Policy: Sertijab Kakorlantas Polri, IPW Apresiasi Kinerja Irjen Agus Suryonugroho

Penghargaan IPW atas Kinerja Irjen Agus Suryonugroho dalam Implementasi New Policy Korlantas Polri

New Policy – Kepemimpinan baru di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah masa jabatan Irjen Agus Suryonugroho telah mendapat apresiasi dari Indonesia Police Watch (IPW). New Policy yang dijalankan selama periode kepemimpinan tersebut dinilai berhasil mengubah paradigma layanan lalu lintas, memberikan dampak signifikan pada peningkatan citra Polri di tengah masyarakat. Transisi ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan yang diterapkan selama tiga tahun terakhir, dengan fokus pada inovasi dan pendekatan yang lebih manusiawi.

Transformasi Layanan Lalu Lintas di Bawah New Policy

Pergantian kepemimpinan di Korlantas Polri, yang terjadi sejak Irjen Wibowo mengambil alih jabatan dari Irjen Agus Suryonugroho, dianggap sebagai bagian dari keberlanjutan New Policy. Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, menyebutkan bahwa selama kepemimpinan Irjen Agus, terdapat perubahan mendasar dalam cara polisi lalu lintas berinteraksi dengan masyarakat. “New Policy ini menjadi pendorong utama untuk mengembangkan pola pelayanan yang lebih empatik dan berorientasi pada kepuasan publik,” jelas Sugeng dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2026). Strategi tersebut mencerminkan adaptasi terhadap tantangan era modern, seperti kebutuhan transportasi massal dan pergeseran pola perilaku pengendara.

“Dengan implementasi New Policy, petugas lalu lintas kini dianggap sebagai mitra yang ramah, bukan hanya penindak. Hal ini menunjukkan komitmen Korlantas untuk membangun koneksi yang lebih harmonis dengan berbagai lapisan masyarakat,” tambah Sugeng.

Inovasi Program yang Membawa Perubahan

Salah satu upaya utama New Policy adalah program ‘Polantas Menyapa dan Melayani,’ yang dianggap sebagai langkah inovatif untuk mengubah persepsi publik. IPW menilai bahwa pendekatan humanis ini menjadi alat efektif dalam meningkatkan keterlibatan warga dalam sistem transportasi. “Program tersebut memperkuat koordinasi dengan komunitas ojek online, yang merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” ungkap Sugeng. Selain itu, penerapan teknologi seperti ETLE Nasional Presisi juga menjadi pencapaian yang mencerminkan efisiensi dalam proses penegakan hukum, sekaligus transparansi yang lebih baik.

IPW juga memuji kebijakan edukasi yang diprioritaskan dalam New Policy, yang menggantikan strategi penjebakan dengan pendekatan solutif. “Kinerja dalam Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru 2025-2026 membuktikan bahwa New Policy berhasil menurunkan kecelakaan sebesar 7 persen dan korban meninggal hingga 27,12 persen,” jelas Sugeng. Angka ini menunjukkan kesuksesan komitmen Korlantas dalam menjaga keselamatan dan keamanan lalu lintas secara bertahap.

Peningkatan Kepuasan Publik sebagai Bukti Kebijakan Efektif

Kinerja operasional Korlantas selama New Policy dianggap sebagai salah satu penentu kepuasan publik yang mencapai 82,4 persen, menurut data Kompas. Angka ini menjadi bukti bahwa transisi kepemimpinan di Korlantas tidak hanya sekadar pergantian personel, tetapi juga sebagian dari kebijakan yang mampu menciptakan dampak jangka panjang. Sugeng menekankan bahwa selain operasi ketupat, program-program lain seperti pengaturan arus lalu lintas di situasi intensif juga menunjukkan efektivitas New Policy dalam menjawab tantangan sosial.

“New Policy berhasil menciptakan sistem yang lebih responsif dan terbuka, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman dan dihargai dalam setiap interaksi dengan petugas lalu lintas,” kata Sugeng.

Langkah-Langkah yang Memperkuat Sinergi dengan Masyarakat

Transisi kepemimpinan di Korlantas Polri tidak hanya melibatkan penggantian nama, tetapi juga pengembangan konsep pelayanan yang lebih adaptif. IPW menilai bahwa New Policy membawa perubahan besar, termasuk di bidang komunikasi dan pelayanan. “Kerja sama yang lebih baik antara polisi dan masyarakat adalah hasil dari pendekatan New Policy, yang memberikan ruang bagi partisipasi aktif warga dalam kebijakan lalu lintas,” papar Sugeng. Tagline ‘Enyum Polantas adalah Marka Utama’ juga menjadi salah satu elemen strategis dalam mengubah citra Korlantas menjadi lebih akrab dan profesional.

IPW berharap New Policy dapat terus diterapkan oleh Kakorlantas Polri yang baru, Irjen Wibowo, agar transformasi yang terjadi tidak hanya bersifat sementara. “Selain mempertahankan keberhasilan sebelumnya, ada kebutuhan untuk mengembangkan inovasi yang lebih inklusif,” ujarnya. Dengan konsistensi dalam New Policy, Sugeng yakin bahwa Korlantas bisa tetap menjadi garda depan dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, sekaligus meningkatkan efektivitas dalam menjalankan tugasnya.