New Policy: Perpustakaan MPR RI Gelar Literasi Kreatif ‘Demokrasi dalam Secangkir Kopi’
Table of Contents
New Policy: Literasi Kreatif MPR RI dengan Kopi
New Policy – Perpustakaan MPR RI baru saja menggelar acara literasi kreatif yang menarik perhatian banyak pihak. Kegiatan ini mengusung konsep unik bernama “Demokrasi dalam Secangkir Kopi, Laboratorium Barista dan Literasi Konstitusi”. Acara yang diselenggarakan pada hari Kamis, 9 Juli 2026 ini bertempat di Perpustakaan MPR RI, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Melalui New Policy ini, perpustakaan mencoba menghadirkan pendekatan baru dalam meningkatkan literasi pegawai.
Program yang merupakan bagian dari New Policy tersebut dirancang untuk menggabungkan pelatihan meracik kopi dengan penguatan pemahaman konstitusi dan demokrasi. Sasaran utama dari New Policy ini adalah para pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI. Mereka diharapkan dapat mengembangkan kemampuan secara holistik melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Kolaborasi Strategis dalam New Policy
Kegiatan ini dilaksanakan dengan bekerja sama erat bersama Treestori Coffee sebagai mitra strategis. Kehadiran beberapa tokoh penting turut memeriahkan pelaksanaan New Policy ini. Di antaranya adalah Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Setjen MPR RI, Budi Muliawan. Sekitar lima puluh pegawai hadir sebagai peserta aktif dalam rangkaian kegiatan New Policy yang berlangsung selama satu hari penuh.
Yusniar, yang menjabat sebagai Pustakawan Ahli Madya, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perpustakaan untuk menghadirkan program-program inovatif melalui New Policy. Tujuannya tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kompetensi para pegawai secara menyeluruh. Menurut Yusniar, New Policy ini menunjukkan bahwa perpustakaan telah bergeser secara signifikan dari fungsi tradisionalnya.
Kini, perpustakaan bukan lagi sekadar tempat penyimpanan koleksi buku, melainkan telah menjadi ruang belajar, berbagi pengetahuan, dan membangun inovasi. Tema yang diangkat dalam acara ini juga terinspirasi dari koleksi buku tentang kopi yang tersedia di MPR Digital Library. Koleksi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari budidaya kopi hingga pengelolaan usaha kedai kopi. New Policy ini menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan dapat bertransformasi menjadi pusat pembelajaran yang dinamis.
Workshop Interaktif dalam Rangka New Policy
Workshop ini menghadirkan pendiri Treestori Coffee, yaitu Thao Ziang dan Christyana Henrietta. Keduanya memberikan materi sekaligus praktik mengenai teknik dasar pengolahan dan penyajian kopi. Seluruh peralatan praktik telah disiapkan oleh panitia sehingga peserta dapat mengikuti pelatihan secara interaktif dan menyenangkan. Workshop ini menjadi salah satu implementasi nyata dari New Policy yang digagas oleh Perpustakaan MPR RI.
Saat membuka acara, Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyampaikan bahwa tema kegiatan tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam. Menurutnya, secangkir kopi yang nikmat lahir dari perpaduan berbagai unsur yang berbeda, sebagaimana demokrasi dibangun melalui kebersamaan dan kolaborasi. Ia juga menekankan bahwa New Policy ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM di lingkungan MPR RI.
“Secangkir kopi yang nikmat lahir dari perpaduan berbagai unsur yang berbeda, sebagaimana demokrasi dibangun melalui kebersamaan dan kolaborasi,” kata Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan meracik kopi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai nilai-nilai demokrasi, kerja sama, dan ketelitian. Ia juga mengapresiasi keterlibatan barista dari kalangan penyandang disabilitas yang dinilai menjadi inspirasi tentang pentingnya kesempatan yang setara bagi semua orang untuk berkarya. New Policy ini menunjukkan komitmen MPR RI terhadap inklusivitas dan pengembangan potensi manusia.
Implementasi New Policy dalam Kehidupan Sehari-hari
Thao Ziang, sebagai Founder Treestori Coffee, menjelaskan bahwa tema “Demokrasi dalam Secangkir Kopi” dipilih karena proses menghasilkan secangkir kopi melibatkan banyak pihak. Mulai dari petani, roastery, hingga barista, setiap pihak memiliki peran penting dalam menciptakan hasil akhir yang berkualitas. Ia menambahkan bahwa New Policy ini juga sejalan dengan misi mereka untuk memperkenalkan nilai-nilai demokrasi melalui aktivitas sehari-hari.
“Proses menghasilkan secangkir kopi melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, roastery, hingga barista. Ini mencerminkan demokrasi yang hanya dapat terwujud melalui kerja sama, komunikasi, dan saling menghargai,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Treestori Coffee juga ingin memperkenalkan nilai inklusivitas melalui keterlibatan barista penyandang disabilitas. Mereka yang hadir antara lain penyandang autisme, down syndrome, tunagrahita, dan tuli. Menurutnya, demokrasi tidak hanya hadir dalam proses politik, tetapi juga ketika setiap individu diberi kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi. New Policy ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai demokrasi dapat diinternalisasi melalui aktivitas sederhana.
Pada akhir kegiatan, para peserta menyaksikan demonstrasi meracik kopi yang ditampilkan para barista penyandang disabilitas. Penampilan tersebut sekaligus menjadi penutup kegiatan yang menggabungkan literasi, keterampilan, serta pesan tentang demokrasi yang inklusif dan menghargai keberagaman. Acara ini berhasil menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus selalu formal, tetapi dapat dilakukan melalui pengalaman sehari-hari yang bermakna. New Policy yang digagas Perpustakaan MPR RI ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi lainnya dalam meningkatkan literasi dan kreativitas pegawai.
