New Policy: Menata Kota dan Perkuat Modal Usaha, Pemkot Makassar Dorong UMKM Naik Kelas

Menata Kota dan Perkuat Modal Usaha, Pemkot Makassar Dorong UMKM Naik Kelas

New Policy – Dalam upaya mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen untuk mengembangkan ekosistem usaha lokal melalui berbagai inisiatif. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah meningkatkan sinergi antara dinas UKM dengan lembaga keuangan, khususnya dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperuntukkan bagi pelaku usaha. Upaya ini bertujuan untuk mengakses sumber dana yang lebih luas, sehingga meningkatkan kemampuan UMKM dalam berkompetisi di pasar yang semakin dinamis.

Kemitraan Strategis dengan Bank Sulselbar

Kemitraan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan MoU antara Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar dengan Bank Sulselbar di Benteng Fort Rotterdam. Acara ini diselenggarakan pekan lalu dan mendapat respon positif dari Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin. Menurut Appi, kolaborasi ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah dalam mewujudkan pengusaha lokal yang mampu mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

“Pada hari ini, potensi UMKM yang melimpah di Kota Makassar menjadi indikator penting bahwa kota yang berkembang adalah kota yang mampu melahirkan calon pengusaha yang siap bersaing,” kata Appi dalam pernyataannya, Senin (15/6/2026).

Komitmen Bank Sulselbar untuk mendukung UMKM ditekankan sebagai langkah penting dalam memperkuat jaringan pemberdayaan. Appi menyatakan bahwa akses pembiayaan dengan bunga rendah dapat menjadi pemicu pertumbuhan usaha yang lebih signifikan. Ia juga menekankan pentingnya solusi keuangan yang tepat sasaran, agar pelaku usaha tidak hanya berjalan di jalur yang stabil, tetapi juga bisa mengambil risiko untuk berkembang.

UMKM sebagai Penggerak Ekonomi dan Sumber Lapangan Kerja

Menurut Appi, UMKM memiliki peran yang tidak bisa dipisahkan dari penguatan ekonomi kota. Dalam menjalankan usahanya, para pengusaha kecil ini membutuhkan tenaga kerja tambahan, sehingga menjadi penggerak utama dalam menciptakan peluang kerja. “Setiap UMKM yang berkembang akan menghasilkan efek berantai dalam pembukaan lapangan pekerjaan karena menyerap sumber daya manusia,” jelasnya.

Kota Makassar, yang kini sedang menghadapi tantangan dalam memperluas akses ke pasar, menganggap UMKM sebagai penopang utama. Appi menyebutkan bahwa sektor ini mampu bertahan meski dalam krisis, dan menjadi penggerak utama bagi perekonomian masyarakat. “UMKM sangat kuat sebagai penopang ekonomi. Ketika terjadi krisis, sektor ini justru menjadi pilar yang stabil,” tegasnya.

Penataan Kawasan Kota sebagai Pendukung UMKM

Di samping pemberdayaan finansial, Pemkot Makassar juga fokus pada penataan kawasan kota untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi UMKM. Salah satu tindakan konkret adalah penertiban pedagang yang berjualan di tempat-tempat fasum dan fasos, seperti di atas drainase. Langkah ini bertujuan untuk memastikan aktivitas usaha berlangsung di lokasi yang terorganisasi dan sesuai peruntukan.

Appi menjelaskan bahwa penataan kawasan bukan sekadar mengubah lokasi jual beli, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kualitas usaha. “Tujuan utama dari relokasi pedagang adalah mengarahkan mereka ke area yang lebih layak, terstruktur, dan efisien,” tambahnya. Ia menekankan bahwa proses ini tidak bertujuan menghilangkan mata pencaharian masyarakat, melainkan memastikan usaha mereka bisa berkembang dengan lebih optimal.

Untuk memperkuat dampak penataan kota, Pemkot Makassar melakukan koordinasi dengan Bank Sulselbar agar para pedagang yang dipindahkan tetap memiliki akses ke dana usaha. “Kami memastikan bahwa setiap pedagang yang diarahkan ke lokasi resmi tetap bisa menikmati manfaat dari program KUR,” ungkap Appi.

Langkah Terpadu untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Appi berharap kolaborasi ini bisa menjadi paradigma baru dalam mendukung pengusaha lokal. Ia menyebutkan bahwa kemitraan antara pemerintah dan institusi keuangan adalah langkah strategis untuk menumbuhkan ekonomi yang lebih inklusif. “Dengan memperkuat modal usaha dan menata ruang kota, kita menciptakan kondisi yang sehat bagi UMKM berkembang,” jelasnya.

Selain itu, Appi menekankan bahwa UMKM tidak hanya berperan sebagai penyedia barang dan jasa, tetapi juga sebagai penggerak dalam penguatan struktur ekonomi kota. “Penataan kawasan dan akses pembiayaan adalah dua pilar yang saling melengkapi. Kedua hal ini harus berjalan bersamaan agar masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” katnaya.

Kebijakan penataan kota dan pengembangan UMKM ini juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ekonomi