Latest Program: APQ Awards, Perwira Pertamina Sulap Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat

APQ Awards 2026: Perwira Pertamina Berikan Solusi Inovatif dari Limbah Makanan

Latest Program – Pada acara Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026 ke-16 di Jakarta, sebanyak 915 karyawan dari PT Pertamina (Persero) berpartisipasi dalam ajang penghargaan inovasi tahunan ini. Para peserta, yang dikenal sebagai perwira Pertamina, memamerkan berbagai gagasan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi operasional dan berkontribusi pada upaya keberlanjutan. Dua inovasi yang mendapat perhatian khusus adalah pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat serta pemanfaatan limbah makanan untuk menghasilkan pelindung alat bor berbasis bahan baku ramah lingkungan.

Transformasi Limbah Menjadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Salah satu solusi inovatif yang muncul di APQ Awards 2026 adalah pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari minyak jelantah. Inovasi ini diusung oleh tim Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, yang berhasil menyulap limbah makanan menjadi energi alternatif untuk pesawat. Proses ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga mengatasi masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah minyak bekas.

“Tim kami menghadapi tantangan transisi energi global dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Inovasi SAF ini menjadi langkah konkret Pertamina dalam mengejar target Net Zero Emission, sekaligus menciptakan bisnis yang lebih hijau,” jelas Manager Organization & Quality Management PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) Riyan Tamara dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Inovasi ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk menjadi pelaku transformasi energi yang progresif. Dengan mengubah minyak jelantah, yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, menjadi bahan bakar untuk pesawat, perusahaan ini menciptakan nilai ekonomis sekaligus lingkungan. Proses pengolahan ini tidak hanya menghemat biaya produksi, tetapi juga mengurangi emisi karbon, menjawab kebutuhan dunia akan energi berkelanjutan.

Kepemimpinan Dalam Pemanfaatan Limbah Makanan

Di sisi lain, tim dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) menghadirkan inovasi berbasis limbah makanan yang mengejutkan. Mereka mengembangkan cairan anti-karat untuk peralatan rig yang berasal dari limbah makanan. Produk ini tidak hanya memperpanjang umur alat pengeboran, tetapi juga mengurangi biaya operasional perusahaan secara signifikan. Nilai penghematan yang dihasilkan mencapai Rp 81 miliar, menunjukkan kekuatan kreativitas dalam mengatasi masalah lingkungan sekaligus efisiensi sumber daya.

“Inovasi ‘Skin Care’ ini muncul dari kebutuhan praktis di lapangan. Alat pemboran kami rentan rusak akibat karat, dan dengan menggunakan bahan baku dari limbah makanan, kami bisa menjaga kualitas peralatan sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” tutur Riyan Tamara dalam kesempatan yang sama.

Ajang APQ Awards 2026 juga mengusung tema strategis ‘Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value’. Tema ini mencerminkan visi Pertamina untuk meningkatkan kapasitas SDM, mendorong pertumbuhan inovasi, dan memastikan kontribusi nyata terhadap nilai perusahaan. Dengan 120 gugus inovasi yang ditampilkan, pertamina menegaskan komitmennya untuk menjadi penggerak perubahan di sektor energi.

Insight Strategis Dari Ajang Inovasi

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina, Andy Arvianto, mengungkapkan bahwa inovasi yang dihasilkan dari APQ Awards 2026 tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang terhadap kinerja organisasi. “Hasil penilaian ajang ini menjadi referensi strategis bagi manajemen untuk memetakan kekuatan, kelemahan, dan peluang perbaikan di seluruh lini operasional Pertamina Group,” terangnya.

Arvianto menambahkan, pertamina menilai bahwa inovasi yang dipresentasikan di APQ Awards 2026 merupakan bentuk dari transformasi yang berkelanjutan. Dengan mendorong kreativitas karyawan, perusahaan tidak hanya memperkuat kompetensi talenta, tetapi juga menciptakan sistem yang lebih efektif dalam menangani tantangan energi masa kini. Tantangan transisi ke energi terbarukan, kata dia, membutuhkan kolaborasi antara SDM dan tim peneliti untuk menghasilkan solusi yang praktis dan berdampak besar.

Penilaian Berbasis Data Dan Pertumbuhan Inovasi

Tahun ini, dewan juri APQ Awards menilai 40 gugus inovasi sebagai pemenang Platinum, 53 gugus sebagai Gold, dan 27 gugus sebagai Silver. Penghargaan ini diberikan berdasarkan kriteria yang melibatkan kualitas ide, dampak ekonomis, dan keberlanjutan lingkungan. Arvianto menjelaskan bahwa ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mengukur kemajuan inovasi di setiap entitas Pertamina.

Sejalan dengan tema Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value, APQ Awards 2026 juga menjadi pemicu perubahan dalam sistem operasional perusahaan. “Kepemimpinan di tingkat lokal harus diimbangi dengan inovasi yang skalabel dan berdampak luas,” katanya. Hasil penilaian ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memastikan konsistensi kualitas inovasi di seluruh unit usaha Pertamina.

Komitmen Pemantauan Keberlanjutan

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa inovasi yang dihasilkan dari APQ Awards 2026 tidak akan berhenti di panggung penghargaan. Seluruh gagasan akan masuk ke dalam sistem knowledge management perusahaan, sehingga bisa diimplementasikan di berbagai unit operasional di Indonesia. “Pemantauan keberlanjutan inovasi akan dilakukan melalui sustainability audit pasca-kompetisi, agar dampaknya bisa dirasakan secara maksimal,” pungkas Baron.

Baron menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam transformasi energi nasional. Ia menjelaskan bahwa ide-ide cemerlang ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga ketahanan energi dan mengurangi dampak lingkungan. “Dengan mempercepat inovasi, Pertamina berupaya menciptakan proses bisnis yang lebih efisien, cepat, dan optimal,” tambahnya.

Penutup: Masa Depan Pertamina Dibangun Dari Inovasi

Apq Awards 2026 tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga menjadi platform untuk membangun ekosistem inovasi di Pertamina. Dengan melibatkan ribuan perwira dan tim kreatif, perusahaan ini menciptakan budaya kerja yang progresif dan berorientasi pada keberlanjutan. Inovasi seperti pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat serta pemanfaatan limbah makanan sebagai pelindung alat bor menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya menjalankan bisnis energi, tetapi juga berperan aktif dalam menyelamatkan lingkungan.

Di balik layar, Pertamina terus mengembangkan strategi untuk menjaga ketahanan energi nasional dan bijak dalam penggunaan sumber daya. Dengan menggali potensi limbah menjadi produk bernilai, perusahaan ini membuktikan bahwa transformasi energi bisa dilakukan secara ekonomis dan ramah lingkungan. Masa depan Pertamina, kata Baron, akan semakin cerah dengan berbagai inovasi yang dihasilkan dari partisipasi aktif karyawan di APQ Awards.

Pertamina Talks 2026: Di Balik Layar Pertamina Menjaga Ketahanan Energi dan Bijak Berenergi