Berita

Komisi III DPR Kutuk Penembakan 3 ASN Pemkab Jayawijaya oleh KKB: Biadab!

komisi-iii-dpr-terima-469-aduan-sepanjang-2024-2_169
Foto : Michael Anderson - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Komisi III DPR Desak Penindakan Tegas Usai Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Komisi III DPR Desak Penindakan Tegas Usai Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak

Ceritaberkat.com – Penembakan terhadap rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, memicu kecaman dari pimpinan Komisi III DPR RI. Tiga aparatur sipil negara (ASN) meninggal dunia dalam serangan yang terjadi ketika rombongan hendak meninjau kegiatan cetak sawah.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut kekerasan bersenjata yang menyasar warga sipil dan pelayan publik sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Ia menekankan perlunya respons cepat dari aparat agar para pelaku segera dimintai pertanggungjawaban melalui proses hukum.

“Tindakan penyerangan bersenjata terhadap warga sipil dan pelayan publik ini merupakan kejahatan biadab yang sama sekali tidak dapat ditoleransi,” ujar Habiburokhman kepada detikcom, Sabtu (12/9/2026).

Komisi III, lanjut Habiburokhman, mendukung langkah Polri dan TNI dalam menangani peristiwa tersebut secara tegas, terukur, serta tetap berada dalam aturan hukum. Penegakan hukum dinilai penting bukan hanya untuk mengusut kematian para korban, melainkan juga untuk menjaga rasa aman masyarakat dan petugas pemerintah di wilayah rawan.

“Aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas peristiwa ini, memburu para pelaku hingga ke akarnya, dan menyeret mereka ke hadapan peradilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Habiburokhman.

Ia mengingatkan bahwa aksi teror bersenjata tidak boleh dibiarkan melemahkan kewibawaan hukum maupun menghambat kegiatan pelayanan publik. Petugas pemerintah yang menjalankan tugas pembangunan, termasuk di sektor pertanian, membutuhkan perlindungan agar dapat bekerja tanpa bayang-bayang ancaman.

“Kami meminta aparat meningkatkan jaminan keamanan di wilayah rawan agar para petugas pemerintah dan masyarakat dapat beraktivitas serta menjalankan pembangunan tanpa rasa takut,” tegasnya.

Serangan Saat Rombongan Menuju Lokasi Cetak Sawah

Insiden terjadi pada Rabu (9/9) sekitar pukul 15.53 WIT di jalanan Distrik Muliama. Sebelas pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sebelumnya berangkat dari Wamena untuk memantau pelaksanaan kegiatan cetak sawah di wilayah tersebut.

“Rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah 11 orang sebelumnya bergerak dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan, rombongan menjadi sasaran tembakan. Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya terkena peluru dan dinyatakan meninggal dunia. Ketiganya adalah WB berusia 24 tahun, AR berusia 49 tahun, dan AAM berusia 35 tahun.

Penyelidikan awal mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata dari wilayah Nduga. Aparat telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada Kamis (10/9) untuk mengumpulkan bukti serta memperjelas rangkaian penyerangan.

“Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga,” ucapnya.

Polisi juga telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Jumlah pelaku penembakan diduga mencapai delapan orang. Identifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengejaran dan pengungkapan jaringan yang berkaitan dengan serangan tersebut.

Dorongan Mengusut Pelaku dan Asal Senjata

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni turut menyampaikan kecaman atas pembunuhan terhadap tiga ASN itu. Ia meminta kepolisian bergerak segera untuk menangkap pelaku dan menerapkan hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini tentunya tindakan yang biadab dan saya sangat mengutuk tindakan teror ini. Kami di Komisi III mendesak agar jajaran kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku dan menghukum mereka seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku,” ujar Sahroni.

Selain menelusuri pihak yang berada di lapangan, Sahroni meminta aparat membongkar jalur pengadaan senjata yang digunakan kelompok bersenjata tersebut. Pengusutan tidak cukup berhenti pada pelaku penembakan, karena asal senjata dan kemungkinan pemasoknya juga berkaitan dengan ancaman keamanan yang lebih luas.

“Saya meminta polisi, selain menangkap pelaku, juga harus bisa mengungkap dari mana mereka mendapatkan senjata dan siapa pemasoknya. Sebab, mereka tidak hanya mengancam kedaulatan negara, tetapi juga mengancam keamanan masyarakat yang tidak berdosa,” tegas Sahroni.

Peristiwa di Distrik Muliama memperlihatkan risiko yang dihadapi petugas sipil saat menjalankan tugas pelayanan dan pembangunan di daerah rawan. Kegiatan cetak sawah yang hendak ditinjau rombongan merupakan pekerjaan pemerintahan di bidang pertanian, tetapi perjalanan menuju lokasi berubah menjadi serangan mematikan.

Karena itu, pengamanan perjalanan, pemetaan titik rawan, dan koordinasi antaraparat menjadi perhatian penting dalam aktivitas pelayanan publik di wilayah tersebut. Bagi keluarga korban, penuntasan perkara merupakan tuntutan keadilan. Bagi masyarakat, langkah hukum yang cepat dan perlindungan yang memadai diperlukan agar aktivitas sehari-hari serta program pembangunan tidak terus terganggu oleh kekerasan bersenjata.

Frequently Asked Questions

What is Komisi III DPR Kutuk Penembakan 3 ASN?

Komisi III DPR Kutuk Penembakan 3 ASN is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Komisi III DPR Kutuk Penembakan 3 ASN matter?

Komisi III DPR Kutuk Penembakan 3 ASN matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.