Key Strategy: Petinggi Hizbullah dan Hamas Hadiri Pemakaman Khamenei

Petinggi Hizbullah dan Hamas Hadiri Pemakaman Khamenei

Key Strategy – Dalam acara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, para perwakilan dari organisasi militer yang didukung Iran, termasuk Hizbullah dan Hamas, turut hadir. Pemimpin tertinggi Iran tersebut meninggal dunia pada 28 Februari 2026, dalam serangan yang melibatkan pasukan AS dan Israel, yang memicu konflik di Timur Tengah. Acara pemakaman berlangsung di Kompleks Keagamaan Grand Mosalla, Teheran, pada Jumat kemarin, dengan sejumlah besar tokoh asing yang turut memberikan penghormatan. Mereka melibatkan pejabat, pemimpin politik, dan representasi dari berbagai negara.

Menurut laporan AFP, organisasi Hizbullah dan Hamas telah lama menerima dukungan dari Iran, yang berdampak pada peran mereka dalam wilayah geopolitik Timur Tengah. Kedua kelompok ini diakui sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikatan dan negara-negara Barat lainnya. Namun, hubungan Iran dengan mereka tetap erat, bahkan menjadi sasaran sanksi internasional karena peran kunci yang dimainkan dalam berbagai operasi militer dan politik regional.

Delegasi Hizbullah dan Hamas Hadir di Pemakaman

Kehadiran para tokoh Hizbullah dan Hamas dalam pemakaman Khamenei menunjukkan tingkat keakraban politik antara Iran dan kelompok-kelompok tersebut. Delegasi Hizbullah, yang dipimpin oleh Mohammed Fneish, seorang pejabat senior dan mantan menteri di Lebanon, membawa anggota keluarga dari para pejuang yang gugur dalam konflik. Sementara itu, Hamas mengirimkan delegasi yang dipimpin oleh Mohammed Darwish, kepala biro politik mereka, serta anggota lain seperti Bassem Naim. Kehadiran mereka dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap kebijakan Iran yang selama ini mendukung aksi militer mereka di Palestina dan Suriah.

Sebelumnya, Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas, meninggal di tempat penginapan di Teheran pada Juli 2024, akibat serangan Israel. Peristiwa tersebut terjadi setelah ia menghadiri pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang memperkuat hubungan bilateral antara Iran dan Palestina. Khamenei, selaku pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, berperan penting dalam mengarahkan kebijakan luar negeri negara tersebut, termasuk dukungan terhadap gerakan-gerakan yang dianggap sebagai ancaman terhadap kepentingan regional.

Langkah Politik dan Perayaan Nasional

Acara pemakaman Khamenei di Grand Mosalla dijadwalkan berlangsung selama satu hari, dengan hari Minggu ditetapkan sebagai hari libur nasional. Hal ini memungkinkan ribuan orang berkumpul di Teheran untuk mengucapkan selamat jalan kepada mendiang pemimpin. Pemerintah Iran mengimbau masyarakat agar hadir secara massal untuk menunjukkan “kebesaran Iran serta kemuliaan persatuan dan wibawa nasional” dalam upacara tersebut, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

“Pemakaman ini merupakan kesempatan untuk menegaskan kemampuan Iran dalam mengatur hubungan internasional dan mempertahankan kekuasaannya di tengah persaingan geopolitik global,” kata pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Iran.

Khamenei, yang berusia 86 tahun saat meninggal, selama masa jabatannya menjadi simbol kekuatan Iran di Timur Tengah. Ia dikenal sebagai figuran yang memegang pengaruh besar dalam kebijakan luar negeri, terutama terhadap negara-negara Muslim dan gerakan-gerakan politik di kawasan tersebut. Serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026, yang mengakibatkan kematian Khamenei dan sejumlah anggota keluarga serta pejabat tinggi, menjadi momen penting dalam perang saudara Timur Tengah. Serangan ini juga memicu gelombang protes dan penyesuaian kebijakan di berbagai negara.

Sebagai respons atas kematian Khamenei, para perwakilan Hizbullah dan Hamas menegaskan komitmen mereka terhadap Iran. Delegasi Hizbullah menekankan peran organisasi tersebut dalam memperkuat posisi Iran di Suriah dan Lebanon, sementara Hamas memperkuat aliansi dengan Iran sebagai penopang utama dalam perjuangan Palestina. Kehadiran mereka di pemakaman menggambarkan hubungan yang mendalam, baik secara politik maupun ideologis, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Di sisi lain, hubungan Iran dengan AS terus menjadi fokus perhatian internasional. Sanksi yang diberlakukan terhadap organisasi-organisasi seperti Hizbullah dan Hamas sejak lama menjadi bagian dari konflik antara Iran dan negara-negara Barat. Meskipun demikian, pemakaman Khamenei menunjukkan bahwa Iran tetap dianggap sebagai pilar penting dalam kestabilan politik dan militer di kawasan Timur Tengah. Pemimpin tertinggi tersebut juga dikenal sebagai tokoh yang mendukung kebijakan keras terhadap negara-negara yang dianggap sebagai musuh, termasuk Israel dan Amerika Serikatan.

Dalam konteks global, pemakaman Khamenei menjadi acara penting untuk menegaskan keberadaan Iran di panggung dunia. Tidak hanya sebagai kekuatan politik, Iran juga dianggap sebagai negara yang berperan aktif dalam operasi militer dan pengaruh ideologis. Kehadiran delegasi Hizbullah dan Hamas di acara tersebut memperkuat posisi Iran sebagai poros utama bagi gerakan-ger