Key Discussion: Andre Rosiade Pimpin Kunjungan Komisi VI DPR ke PHR, Kawal Target 400 Ribu Barel per Hari
Table of Contents
Key Discussion: Andre Rosiade Pimpin Kunjungan Komisi VI DPR ke PHR untuk Kawal Target 400 Ribu Barel per Hari
Key Discussion – Kunjungan kerja Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadi bagian dari Key Discussion mengenai upaya mempercepat produksi minyak nasional. Wakil Ketua Komisi VI, Andre Rosiade, memimpin rombongan anggota komisi yang bertujuan memastikan program peningkatan kapasitas produksi berjalan efektif. Fokus utama kunjungan ini adalah meninjau progres PHR dalam mengatasi penurunan lifting migas dan memperkuat jalan menuju swasembada energi. Acara ini dilaksanakan dalam rangka Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, dengan kolaborasi ketat antara DPR dan perusahaan minyak nasional.
Persiapan dan Langkah Strategis PHR
Sebelum bertolak ke PHR, Andre Rosiade menyatakan bahwa Key Discussion dalam kunjungan ini bertujuan memantau langkah strategis perusahaan. Rombongan DPR tiba di Minas, Kabupaten Siak, Riau, dan langsung diterima oleh Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin. Dalam pertemuan, PHR mengungkapkan inisiatif teknologi canggih, seperti injeksi kimia dan robotik, yang menjadi dasar peningkatan produksi. Dalam satu bulan terakhir, perusahaan melaporkan kenaikan output mencapai 2.000 barel per hari, sejalan dengan rencana kenaikan kapasitas hingga 400 ribu barel per hari pada 2034.
Andre Rosiade menggarisbawahi pentingnya Key Discussion dalam mendukung inisiatif PHR. “Kunjungan ini membantu kita melihat langsung implementasi teknologi yang dijalankan,” katanya. Ia menekankan bahwa pemerintah dan DPR perlu bekerja sama untuk memastikan PHR mencapai target produksi yang digariskan. Pengawasan ini menurutnya menjadi bentuk respons terhadap tantangan pasokan energi yang terus menghadang Indonesia.
Target Produksi dan Proyek Jangka Panjang
Pada Key Discussion, Andre Rosiade juga menyampaikan bahwa PHR memiliki roadmap untuk meningkatkan kontribusi Blok Rokan dalam produksi nasional. Menurutnya, Lapangan Minas diprediksi bisa mencapai 70 ribu barel per hari pada 2028-2029. “Jika semua program berjalan optimal, target 400 ribu barel per hari sangat realistis,” imbuhnya. Kenaikan ini diharapkan bisa memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).
Komisi VI DPR juga menyoroti peningkatan pengeboran sumur di PHR. Dalam setahun terakhir, jumlah sumur yang dibor meningkat drastis dari puluhan menjadi ratusan per tahun. Andre Rosiade menyatakan bahwa inisiatif tersebut adalah bagian dari upaya mempercepat Key Discussion dalam mengoptimalkan cadangan migas. Proyek infrastruktur seperti sistem transportasi dan pemantauan produksi juga menjadi fokus kunjungan, guna memastikan keberlanjutan program jangka panjang.
Sebagai bagian dari Key Discussion, rombongan DPR menyaksikan berbagai proyek pengembangan di PHR. Antara lain, pembangunan sistem pengangkutan minyak dan penerapan teknologi pemantauan terkini. Andre Rosiade menjelaskan bahwa peningkatan infrastruktur ini menjadi prasyarat untuk memenuhi target produksi. “Dengan pengawasan yang terus dilakukan, kita bisa mengakui progres PHR secara nyata,” tegasnya.
“Kami percaya bahwa PHR sudah berada di jalur yang benar. Dengan Key Discussion ini, kita bisa memberikan dukungan optimal untuk mengejar target 400 ribu barel per hari pada 2034,” ujar Andre Rosiade dalam pernyataan tertulisnya.
Selain itu, ia juga menyoroti langkah strategis pemerintah seperti percepatan hilirisasi dan penerapan biodiesel B50. “Program-program ini sangat penting untuk mengurangi tekanan devisa akibat impor migas,” tambahnya.
