Kamar Wabup Deli Serdang Sumut Diduga Ditembak OTK

Kamar Wakil Bupati Deli Serdang Sumut Diduga Ditembak OTK

Kamar Wabup Deli Serdang Sumut Diduga – Dalam sebuah peristiwa yang menimbulkan kecemasan, kamar Wakil Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Lom Lom Suwondo, dianggap menjadi sasaran tembakan oleh seseorang yang tidak dikenal. Insiden ini terjadi di rumah dinas Lubuk Pakam pada Minggu (14/6/2026), sekitar pukul 00.30 WIB. Menurut informasi yang diperoleh, kaca jendela di dalam kamar itu terlihat pecah dari dalam, memicu kecurigaan bahwa ada upaya penembakan terhadap wakil bupati tersebut.

“Tim kepolisian telah melakukan inspeksi di TKP dan menemukan dua serpihan kaca yang terlepas,” ujar Kasi Humas Polresta Deli Serdang, Iptu JM Gabe Napitupulu, seperti dikutip dari detikSumut, Selasa (16/6/2026).

Dalam pemeriksaan lapangan, polisi mengungkapkan bahwa mereka masih terus menyelidiki identitas pelaku. Gabe menyatakan bahwa investigasi sedang berlangsung untuk memastikan apakah ada kejadian penembakan yang terencana atau bersifat spontan. Ia meminta masyarakat serta pihak terkait untuk bersabar hingga proses penyelidikan rampung.

“Pelaku masih dalam penyelidikan, dan kita belum bisa menyimpulkan apakah ini merupakan tindakan intimidasi atau bentuk kekerasan terhadap figur publik,” tambah Gabe.

Sebelumnya, Lom Lom Suwondo mengatakan bahwa ia baru pulang dari sebuah kegiatan di Kecamatan STM Hulu. Saat itu, ia merasa ada kejadian yang mencurigakan setelah kembali ke rumah dinas. “Saya dapati kaca jendela pecah dari dalam kamar jam 00.30 WIB setelah selesai kegiatan di STM Minggu dini hari,” terang politikus Gerindra tersebut.

Menurut pengakuan Lom Lom, bentuk kaca jendela yang pecah menunjukkan ciri khas peluru yang melesat. Ia menjelaskan bahwa lubang pada kaca tidak terlihat berbentuk datar, melainkan memiliki bentuk bulat yang mengarah pada kemungkinan adanya peluru yang menembus dengan kecepatan tinggi. “Ini bukan sekadar kecelakaan, tapi bentuk intimidasi yang jelas,” imbuhnya.

Insiden ini menimbulkan perhatian terhadap keamanan di lingkungan rumah dinas. Para warga sekitar mengaku terkejut karena sebelumnya tidak ada indikasi kejahatan di area tersebut. “Saya tidak pernah mendengar adanya konflik atau ancaman terhadap wabup di sini,” ungkap salah satu warga Lubuk Pakam yang enggan menyebutkan nama.

Latar Belakang dan Dugaan Motif

Menurut seorang sumber terpercaya, Lom Lom Suwondo dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam dunia politik dan sering terlibat dalam berbagai diskusi kebijakan di tingkat daerah. Dugaan sementara menunjukkan bahwa aksi penembakan tersebut mungkin berhubungan dengan perbedaan pandangan politik atau kepentingan pribadi. Meski demikian, polisi belum mengungkap alasan pasti dari pelaku.

Kabupaten Deli Serdang, yang merupakan salah satu kabupaten dengan populasi cukup besar di Sumut, selama ini dianggap sebagai daerah yang relatif aman. Namun, kejadian ini memberi isyarat bahwa ancaman dari pihak luar bisa terjadi kapan saja, terutama jika terkait dengan posisi penting seseorang di pemerintahan. “Kami sedang memantau apakah ada gangguan keamanan yang lebih luas,” jelas Kapolres Deli Serdang yang belum diberi kesempatan bicara.

Langkah yang Diambil Pihak Kepolisian

Polisi telah memulai investigasi menyeluruh, termasuk mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian serta melacak sumber informasi. Selain serpihan kaca, tim juga memeriksa keadaan sekitar kamar, seperti posisi lampu, suara, dan aktivitas di lingkungan rumah dinas pada saat insiden terjadi. “Kami memeriksa setiap detail, termasuk apakah ada tanda-tanda kehadiran pelaku sebelumnya di area tersebut,” kata Gabe.

Dalam pernyataannya, Lom Lom Suwondo mengungkapkan bahwa ia sempat memastikan apakah ada orang yang bersembunyi di dalam kamar sebelum membuat laporan resmi ke pihak berwajib. “Saya memeriksa dari luar, dan tidak melihat tanda-tanda seseorang bersembunyi,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia merasa yakin bahwa kejadian tersebut bukanlah kecelakaan, melainkan upaya sengaja.

Menurut rencana, polisi akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar rumah dinas serta melakukan wawancara dengan saksi-saksi yang berada di lingkungan setempat. “Kami sedang berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat untuk mempercepat proses penyelidikan,” terang Gabe. Sementara itu, pihak keluarga Lom Lom Suwondo menyatakan bahwa mereka sedang memantau perkembangan dan siap mendukung proses investigasi.

Kemungkinan Dampak dan Reaksi Masyarakat

Kejadian ini telah memicu reaksi dari masyarakat Deli Serdang, yang merasa khawatir akan kondisi keamanan di kawasan rumah dinas. Beberapa warga meminta pihak berwajib meningkatkan pengawasan dan melakukan pengecekan rutin di area yang dianggap rawan. “Kami berharap kasus ini bisa segera terungkap dan pelakunya ditemukan,” ujar seorang aktivis lokal yang ikut memberikan pernyataan.

Pengamanan di rumah dinas juga diperketat setelah insiden tersebut. Pasukan kepolisian ditambahkan, dan sensor keamanan di sekitar area diaktifkan kembali. Dalam pernyataannya, Lom Lom Suwondo menyatakan bahwa ia tetap optimistis dan tidak akan meninggalkan tugas pemerintahannya. “Ini adalah bagian dari pekerjaan, dan saya tetap fokus pada penyelesaian kasus ini,” katanya.

Sebagai bagian dari penyelidikan, polisi juga akan memeriksa kemungkinan adanya kelompok tertentu yang berupaya memengaruhi kebijakan pemerintah daerah. “Kasus ini bisa menjadi indikasi dari kegiatan yang lebih besar, jadi kami harus teliti,” tambah Kapolres. Sementara itu, pihak keluarga menunggu hasil investigasi untuk menentukan langkah lebih lanjut, termasuk apakah akan ada peningkatan keamanan di rumah dinas.

Kegiatan kecil seperti konsultasi politik atau pertemuan lokal bisa menjadi penyebab konflik yang lebih besar, terutama jika terjadi di tengah persaingan politik yang ketat. Dengan adanya penembakan, masyarakat kini lebih waspada terhadap gerakan orang tidak dikenal di sekitar rumah dinas. Pemerintah daerah juga berharap investigasi ini cepat selesai dan tidak mengganggu proses pembangunan yang sedang berlangsung.

Menurut sumber di lapangan, polisi telah mengirimkan