Berita

Kabut Asap Selimuti Palembang, KSOP Imbau Kapal dan Nelayan Tak Berlayar

pontianak-diselimuti-kabut-asap-pekat-karhutla-1789458537861_169
Foto : Hana Salsabila - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Kabut Asap Batasi Jarak Pandang, Pelayaran di Palembang Diminta Lebih Waspada
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kabut Asap Batasi Jarak Pandang, Pelayaran di Palembang Diminta Lebih Waspada

Ceritaberkat.com – Kabut asap tebal yang menyelimuti jalur perairan Palembang membuat aktivitas pelayaran perlu dilakukan dengan kehati-hatian ekstra. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Palembang mengingatkan nakhoda, pandu, serta nelayan agar tidak tetap berlayar apabila kondisi di lapangan membuat pandangan terganggu secara signifikan.

Imbauan tersebut berlaku di wilayah Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKP) KSOP Palembang. Dalam beberapa waktu terakhir, area pelayaran itu kerap menghadapi kondisi berkabut dan berasap, sehingga jarak pandang di atas air dapat menurun dan meningkatkan risiko gangguan keselamatan.

Pelaksana Tugas Kepala KSOP Kelas I Palembang, Khairul Anwar, menegaskan bahwa belum ada larangan pelayaran secara menyeluruh. Namun, pihaknya telah menerbitkan Notice to Mariners Nomor PG-KSOP.PLG 15 Tahun 2026 sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan kecelakaan di perairan.

“Kami mintai seluruh nakhoda, pandu, dan nelayan dengan kondisi cuaca alur pelayaran di DLKr dan DLKP KSOP Palembang yang sering kabut atau asap, kami mengimbau agar tidak memaksakan berlayar apabila kondisi tersebut cukup mengganggu jarak pandang,” kata Khairul, Kamis (1/10/2026).

Peralatan Navigasi Harus Diaktifkan

KSOP meminta kapal yang masih memutuskan beroperasi saat jarak pandang terbatas untuk memastikan radio komunikasi dan semua perangkat bantu navigasi elektronik di kapal berada dalam kondisi aktif. Langkah ini penting agar awak kapal tetap dapat menerima maupun menyampaikan informasi yang diperlukan ketika pandangan visual tidak lagi memadai.

Dalam situasi berkabut atau berasap, komunikasi dan isyarat bunyi menjadi bagian penting dari keselamatan pelayaran. Kapal tidak hanya perlu memperhatikan posisi serta arah geraknya sendiri, tetapi juga harus memberi tanda yang dapat dikenali oleh kapal lain di sekitar jalur pelayaran.

Bagi kapal tenaga yang sedang bergerak di air, ketentuan yang disampaikan KSOP adalah membunyikan satu tiupan panjang dengan jeda maksimal dua menit. Isyarat itu ditujukan untuk membantu kapal lain mengetahui keberadaan kapal tenaga yang masih memiliki laju di perairan.

Ketentuan berbeda berlaku untuk kapal tenaga yang tengah berhenti dan tidak memiliki laju di air. Kapal dalam keadaan tersebut wajib membunyikan dua tiupan panjang secara berurutan. Jeda antartiupan sekitar dua detik, sehingga isyaratnya dapat dibedakan dari tanda kapal tenaga yang sedang melaju.

Isyarat Khusus untuk Kondisi dan Jenis Kapal Tertentu

Aturan bunyi juga mencakup kapal yang tidak mampu dikendalikan, kapal dengan kemampuan olah gerak terbatas, dan kapal yang pergerakannya dibatasi oleh sarat. Kapal layar, kapal yang sedang menangkap ikan, serta kapal yang menjalankan kegiatan menunda atau mendorong kapal lain juga masuk dalam kelompok yang harus menggunakan isyarat khusus.

Untuk kondisi-kondisi tersebut, kapal diwajibkan mengeluarkan tiga tiupan berurutan. Rangkaian itu terdiri atas satu tiupan panjang, kemudian disusul dua tiupan pendek. Pengulangan isyarat dilakukan dalam selang waktu tidak lebih dari dua menit.

Sementara itu, kapal yang sedang berlabuh jangkar harus memberikan tanda dengan membunyikan genta secara cepat selama kurang lebih lima detik. Isyarat genta tersebut perlu diulang paling lama setiap satu menit. Ketentuan ini membantu kapal lain mengenali keberadaan kapal yang tidak sedang bergerak tetapi tetap berada di area perairan.

“Ketentuan isyarat bunyi ini penting untuk diperhatikan karena jarak pandang yang terbatas meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan atau tubrukan antar kapal,” ujar Khairul.

Keselamatan Menjadi Pertimbangan Utama

Kabut dan asap dapat membuat patokan visual di jalur air sulit dikenali. Dalam keadaan seperti itu, kemampuan awak kapal untuk melihat kapal lain, kondisi perairan, maupun arah pelayaran dapat berkurang. Karena itu, KSOP menekankan agar keputusan berlayar tidak diambil dengan memaksakan keadaan saat visibilitas dinilai tidak aman.

Imbauan ini berlaku bagi berbagai pelaku pelayaran, mulai dari nakhoda kapal hingga nelayan yang beraktivitas di perairan Palembang. Setiap pihak diharapkan menilai kondisi aktual sebelum melakukan perjalanan, sekaligus menjalankan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan apabila pelayaran tetap dilakukan.

Penggunaan radio, alat navigasi elektronik, dan isyarat bunyi bukan sekadar ketentuan administratif. Dalam kondisi pandangan terbatas, perangkat tersebut menjadi sarana penting untuk menjaga kesadaran situasional antarkapal. Dengan komunikasi yang aktif dan tanda suara yang tepat, risiko salah memperkirakan posisi kapal lain dapat ditekan.

Notice to Mariners yang diterbitkan KSOP Kelas I Palembang menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran harus ditempatkan di atas kelancaran perjalanan. Ketika kabut atau asap cukup tebal hingga mengganggu jarak pandang, menunda keberangkatan atau menghentikan pelayaran dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi kapal, awak, dan pengguna perairan lainnya.

Frequently Asked Questions

What is Kabut Asap Selimuti Palembang KSOP Imbau?

Kabut Asap Selimuti Palembang KSOP Imbau is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kabut Asap Selimuti Palembang KSOP Imbau matter?

Kabut Asap Selimuti Palembang KSOP Imbau matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Hana Salsabila - ceritaberkat.com

Hana Salsabila - ceritaberkat.com

Seorang penulis yang fokus pada kisah-kisah inspiratif tentang kebaikan dan berbagi. Hana menggambarkan bagaimana tindakan kecil dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang.