Ini yang Digali Polisi dari Selebgram Keanu di Kasus Penipuan Hanania Travel

Pemeriksaan Selebgram Keanu oleh Polisi dalam Kasus Penipuan Hanania Travel

Ini yang Digali Polisi dari Selebgram – Kasus dugaan penipuan yang melibatkan PT Khazanah Tamma International atau Hanania Group kembali mendapat perhatian setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap selebgram Muhammad Miftahuda, yang dikenal dengan nama Keanu Angelo. Pemeriksaan ini berlangsung di Mapolda Metro Jaya, dengan durasi enam jam. Selama proses, penyidik mengajukan sebanyak 28 pertanyaan untuk menggali informasi terkait promosi paket umrah yang dilakukan Keanu melalui media sosialnya.

Pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya

Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, memberikan keterangan saat dihubungi wartawan pada hari yang sama. Menurutnya, pemeriksaan Keanu dilakukan sebagai saksi dalam penyelidikan kasus penipuan yang diduga melibatkan Hanania Travel. “Benar, pada Senin, 8 Juni 2026, penyidik telah memeriksa Keanu Angelo alias Muhamad Miftahuda (KA/MM) sebagai saksi terkait perkara umroh PT Khazanah Tamma International/Hanania Group,” ujarnya.

“Penyidik sedang mengumpulkan data mengenai kerja sama endorse, kontrak, fasilitas, pembayaran, dan legalitas travel itu,” kata Budi dalam wawancara.

Ia menambahkan bahwa pihaknya masih akan memeriksa influencer lainnya untuk memperkuat poin-poin yang telah diungkap. “Kami sedang proses investigasi, termasuk memeriksa mitra atau klien lainnya untuk melengkapi bukti,” jelasnya.

Pengakuan Keanu tentang Pekerjaan Kontrak

Keanu Angelo, yang diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, mengungkapkan bahwa ia bersedia menjelaskan seluruh proses kerja sama dengan Hanania Travel. Menurutnya, hubungan ini berupa barter trip, di mana ia memperoleh fasilitas umrah dari perusahaan tersebut sebagai imbalan untuk mempromosikan pengalaman pribadinya.

“Mereka berangkatkan aku, aku promoin testimoni aku, pengalaman aku selama di sana,” kata Keanu di Mapolda Metro Jaya.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama 4 jam, Keanu juga membawa rekening koran sebagai bukti yang menjadi fokus penyidik. Ia menegaskan bahwa tidak ada dana dari Hanania Travel yang masuk ke akunnya selama periode tertentu.

“Aku juga bawa rekening koran aku periode bulan aku berangkat, yaitu 2 tahun yang lalu, bulan Agustus, dan 1 bulan sebelumnya, 1 bulan setelahnya, bahwa aku enggak menerima aliran dana apapun dari Hanania Group,” katanya.

Keanu menjelaskan bahwa kerja samanya dengan Hanania Travel bersifat sementara dan tidak memiliki periode kontrak jangka panjang. “Kerja sama sama Hanania-nya untuk barter itu. Selama perjalanan aja. Jadi itu cuma pekerjaan kontrak untuk satu perjalanan umrahnya, bukan aku bukan BA, aku bukan bukan kayak ada periode waktu tertentu, cuma barter trip, berangkat dan promoin testimoni aku selama aku di sana,” tuturnya.

Konfirmasi Tidak Terima Fee Endorse

Keanu mengaku ditanyai 25 pertanyaan selama pemeriksaan, khususnya tentang sifat kerja sama dan pendapatan yang diperoleh. Ia menegaskan bahwa tidak menerima uang endorse dari Hanania Travel. “Aku jelasin di dalam bahwa aku dalam kerja sama, sama Hanania itu aku nggak menerima uang endorse -an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter,” imbuhnya.

Dalam penjelasan Keanu, ia menyebutkan bahwa kontrak kerja sama terjadi secara langsung antara pihak Hanania Travel dan dirinya. Meski ia mengakui telah terlibat dalam promosi, ia menolak menyebut dirinya sebagai brand ambassador (BA). “Tidak, aku bukan BA. Aku hanya terima trip umrah sebagai imbalan untuk promosi,” ujarnya.

Status Tersangka dan Penahanan Bos Hanania Travel

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan bos Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan atau ASF, sebagai tersangka atas dugaan tindak penipuan dan/atau penggelapan dana perjalanan umrah. Farhan, yang juga Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional, kini resmi ditahan sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung.

Kasus ini semakin kompleks setelah adanya keterlibatan selebgram. Polisi sedang memeriksa apakah pihak Hanania Travel mengadakan pengaturan tertentu dalam promosi paket umrah, termasuk penggunaan pengaruh Keanu untuk menarik lebih banyak calon peserta. “Kami sedang menyelidiki apakah ada upaya memanipulasi reputasi perusahaan atau mengalihkan tanggung jawab ke pihak ketiga,” kata Budi.

Upaya Memperjelas Fakta

Para penyidik berharap pemeriksaan terhadap Keanu dapat memberikan gambaran jelas mengenai transparansi operasional Hanania Travel. Dalam pemeriksaan tersebut, Keanu diwawancarai terkait detail kontrak, alur dana, dan kebijakan pemasaran yang diterapkan. “Dari jawaban Keanu, kami bisa memahami bagaimana mereka mengatur kegiatan promosi dan pengelolaan keuangan,” terang Budi.

Sebagai selebgram, Keanu memiliki pengaruh besar di media sosial, terutama di platform seperti Instagram dan TikTok. Hal ini membuatnya menjadi bagian penting dalam penyelidikan. “Pengikut dan penggemar Keanu bisa menjadi target utama dalam mengumpulkan data mengenai layanan Hanania Travel,” tambahnya.

Kebutuhan Bukti Tambahan

Selain pemeriksaan Keanu, polisi juga masih membutuhkan bukti tambahan untuk memperkuat dugaan penipuan. Misalnya, dokumen kontrak, bukti transaksi, dan pengakuan dari pelanggan yang terkena imbas. “Kami sedang mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk pelanggan dan mitra kerja sama,” jelas Budi.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena menggambarkan bagaimana perusahaan travel dapat memanfaatkan kepopuleran selebriti untuk menipu calon jamaah. “Dugaan penipuan ini terjadi karena adanya kesan bahwa layanan mereka terjamin, padahal sebenarnya ada indikasi ketidakjelasan,” pungkas Budi.

Dengan pemeriksaan yang berlangsung, Polda Metro Jaya berharap dapat menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai keandalan Hanania Travel dan tindakan yang dilakukan para penyidik. “Kami yakin akan mengungkap fakta secara utuh dalam waktu