Important Visit: Pramono Ingin Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Jadi Tradisi Tahunan

Important Visit: Pramono Ingin Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Jadi Tradisi Tahunan

Important Visit – Pada important visit-nya ke Monas, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan keinginannya agar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi menjadi tradisi tahunan yang rutin diadakan. Acara ini, yang digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta, diharapkan bisa memperkuat harmoni sosial dan semangat kebangsaan di tengah keragaman masyarakat Ibu Kota.

Keberagaman dan Penghargaan untuk Tokoh Betawi

“Haul akbar ini bukan sekadar perayaan, tapi juga bentuk apresiasi terhadap para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat Betawi yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan Jakarta,” kata Pramono dalam pidatonya di acara puncak yang dihadiri ribuan jemaah.

Menurut Pramono, haul seperti ini sangat relevan untuk mempertahankan nilai-nilai keagamaan dan budaya yang sudah terbangun sejak dulu. Ia menekankan bahwa peran para tokoh agama dan masyarakat Betawi tetap penting, terutama dalam menghadapi dinamika modern yang mengubah cara hidup masyarakat. “Mereka menjadi pengingat bagi kita semua tentang akhlak dan toleransi yang harus terus dipertahankan,” tambahnya.

Tradisi yang Dinilai Membawa Dampak Positif

Pramono menjelaskan bahwa kegiatan haul akbar ini bisa menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama dan komunitas di Jakarta. Ia berharap, perayaan ini tidak hanya menjadi kegiatan satu kali, tetapi menjadi tradisi yang dijaga dan dihargai oleh seluruh lapisan masyarakat. “Dengan mengadakan haul setiap tahun, kita bisa membangun identitas Jakarta yang lebih inklusif dan berakar pada nilai-nilai tradisional,” ujarnya.

Dalam wawancara, Pramono menyebutkan bahwa masyarakat Betawi memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan kestabilan sosial Jakarta. Tokoh-tokoh Betawi, seperti ulama dan habaib, dianggap sebagai pilar yang menginspirasi nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal di kota ini. “Saya yakin, haul akbar ini bisa menjadi bagian dari important visit yang menggambarkan komitmen Pemprov DKI untuk menggabungkan budaya dengan pembangunan,” tambahnya.

Acara Haul Akbar 2026 mengusung tema “Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global.” Pramono menegaskan bahwa tema ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menghargai tradisi lokal sekaligus menyiapkan Jakarta menuju perkembangan yang lebih modern. “Haul akbar ini menjadi simbol penting bagi masyarakat Jakarta dalam mengingat perjuangan para tokoh Betawi,” imbuhnya.

Menurut Pramono, penyelenggaraan haul akbar juga menjadi sarana untuk menyebarkan keberagaman di kota yang terus berkembang. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan terus mengembangkan kegiatan ini sebagai bagian dari pentahapan Jakarta menyambut usia 500 tahun pada 2027. “Kita perlu memastikan bahwa important visit seperti ini tidak hanya sekali, tetapi menjadi tradisi yang terus dipertahankan,” tegasnya.

Pramono juga mengungkapkan rencana penyusunan direktori ulama dan habaib Betawi yang berjasa bagi Jakarta. Buku ini diharapkan bisa menjadi referensi sejarah yang memperkuat penghargaan terhadap kontribusi tokoh-tokoh tersebut. “Dengan adanya haul akbar, masyarakat bisa lebih mengenal peran para tokoh Betawi dalam membangun karakter Jakarta,” jelasnya.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, atau dikenal sebagai Cak Imin, inisiatif Pramono sangat layak diapresiasi. Ia menyatakan bahwa important visit tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama yang membentuk kehidupan masyarakat Betawi sebelum kemerdekaan Indonesia. “Ini adalah langkah penting untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai keagamaan di tengah dinamika sosial yang cepat,” ujarnya.

“Saya berharap haul akbar ini bisa menjadi tradisi yang memperkuat harmoni keagamaan di Jakarta. Keberhasilan pembangunan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari budaya dan akhlak yang tetap terjaga,” tambah Cak Imin.

Pramono juga menekankan bahwa keberadaan masyarakat Betawi sangat membawa dampak pada kehidupan sosial dan politik Jakarta. Ia mengatakan, tokoh-tokoh dari komunitas Betawi terus menjadi contoh dalam menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama. “Mereka adalah pilar yang menginspirasi masyarakat Jakarta untuk tetap menjaga kebersamaan,” pungkasnya.