Important Visit: Kejinya Badut di Mojokerto: Sayat Leher Istri lalu Tusuk Perut Mertua

Kejinya Badut di Mojokerto: Sayat Leher Istri Lalu Tusuk Perut Mertua

Peristiwa Menghebohkan di Dusun Sumbertempur

Important Visit – Pada hari Rabu, 6 Mei 2026, sebuah kejadian mengerikan terjadi di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Dusun Sumbertempur, Kabupaten Mojokerto. Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengungkapkan bahwa kekerasan tersebut berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB. Rumah sederhana ini telah disewa oleh pasangan Satuan dan Sri Wahyuni, atau Yuni (35 tahun), sejak delapan bulan lalu. Menurut Aldhino, peristiwa dimulai saat Satuan menganiaya istrinya. Ia membenturkan wajah Yuni ke lantai kamar, sementara juga menggunakan pisau dapur untuk menyayat leher korban. Dalam penjelasannya, Aldhino menyebutkan bahwa Siti Arofah (53 tahun), ibu tiga anak yang tinggal di sebelah rumah kontrakan, menjadi saksi mata saat aksi kekerasan tersebut terjadi.

Detil Penganiayaan dan Keterlibatan Mertua

Aldhino menjelaskan bahwa Siti Arofah, mertua Satuan, terkejut melihat kekerasan yang dilakukan menantunya. “Ibunya cuma memergoki pelaku (saat menganiaya istrinya),” kata Aldhino, seperti yang dilansir detikJatim. Selain itu, ia menambahkan bahwa Siti segera menghampiri untuk mengetahui kondisi Yuni. Siti, yang tinggal di kontrakan sebelah, menjadi korban selanjutnya. Satuan, yang terlihat marah, langsung menargetkan mertuanya. Menurut informasi yang diperoleh, pelaku tiga kali menusuk perut Siti dengan pisau dapur, sebelum menggorok leher korban dua kali. Tindakan ini terjadi di dalam kamar yang sama, di mana Yuni telah terbaring terluka.

Hasil Korban dan Status Pemilik Rumah

Korban pertama, Siti Arofah, tewas seketika setelah menerima luka tusuk yang parah di perutnya. Sementara Yuni, yang juga menjadi korban, ditemukan dalam kondisi terluka parah di kamar belakang rumah kontrakan. Saat ini, Yuni sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Dalam laporan polisi, kejadian tersebut dianggap sebagai kasus penganiayaan yang berubah menjadi pembunuhan. Satuan, pelaku utama, diketahui berada dalam suasana hati yang tidak stabil saat kejadian. Ia kemungkinan mengalami tekanan emosional akibat masalah dalam rumah tangga atau konflik yang terjadi sebelumnya.

Pengakuan Pelaku dan Investigasi Polisi

Satuan mengakui perbuatannya kepada polisi. Dalam wawancara, ia menyatakan bahwa tindakan kekerasan terhadap Yuni terjadi lebih dulu, sebelum ia memutuskan untuk menyerang mertuanya. “Saya marah karena ada masalah dengan istri saya, lalu memutuskan menyerang ibunya,” ujar Satuan, yang menurut sumber, adalah seorang badut yang bekerja di sekitar kawasan tersebut. Aldhino menegaskan bahwa kejadian ini tidak hanya menimbulkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga mengejutkan masyarakat setempat. Polisi sedang menyelidiki motif dan latar belakang kekerasan ini. Selain itu, pihak kepolisian juga meminta keterangan dari tetangga sekitar untuk memperjelas situasi yang terjadi.

Kondisi Tempat Kejadian dan Lingkungan

Rumah kontrakan yang menjadi lokasi kejadian memiliki struktur sederhana. Berdasarkan keterangan warga, bangunan ini telah digunakan oleh Satuan dan Yuni selama delapan bulan. Selama masa penyewaan, tidak ada laporan serius mengenai konflik antara mereka dan keluarga mertua. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa masalah yang sebelumnya tersembunyi akhirnya memuncak menjadi tragedi. Seorang tetangga, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa Satuan dan Yuni sering terlihat berinteraksi dengan Siti Arofah. “Mereka selalu ramah, bahkan sering membantu pekerjaan di rumah tetangga,” ujar tetangga tersebut. Namun, hal ini berubah menjadi kejutan tragis pada pagi hari.

Kondisi Yuni dan Proses Investigasi

Yuni, yang sempat terluka parah, dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Dokter di sana mengungkapkan bahwa korban mengalami luka tusuk di leher dan perut. Meski masih hidup, kondisinya membutuhkan perawatan intensif. Sementara itu, jenazah Siti Arofah telah diautopsi di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo. Hasil autopsi akan membantu polisi memperjelas alur kejadian dan menentukan apakah tindakan Satuan tergolong kekerasan berulang atau spontan. Aldhino menambahkan bahwa pihak kepolisian sedang mengejar pelaku dengan cepat. “Kita sudah melakukan penyelidikan awal, dan akan segera memanggil saksi lain untuk menelusuri lebih lanjut,” kata Aldhino. Ia juga meminta masyarakat untuk waspada jika melihat tanda-tanda konflik dalam keluarga.

Pengaruh Kejadian terhadap Keluarga dan Komunitas

Kejadian ini menimbulkan kejutan besar bagi masyarakat setempat. Seorang warga yang tinggal di seberang rumah kontrakan mengatakan bahwa kejadian tersebut seperti mimpi buruk. “Saya tidak pernah menyangka hal ini bisa terjadi di sini. Mereka selalu terlihat harmonis,” ungkap warga tersebut. Keluarga Satuan dan Yuni juga terguncang. Dua anak mereka, yang masih kecil, harus mengalami trauma psikologis akibat peristiwa yang mengejutkan. Dalam wawancara, sang ibu, Sri Wahyuni, mengungkapkan bahwa kekerasan tersebut terjadi setelah serangkaian masalah di rumah tangga.

Menurut informasi dari warga sekitar, Satuan dikenal sebagai sosok yang ramah tetapi sering menunjukkan sisi emosional yang kuat. Beberapa tetangga mengatakan bahwa ia kerap berbicara tentang kekecewaannya terhadap Yuni, meski tidak ada bukti konkret hingga saat ini. “Dia selalu bilang bahwa istriya tidak menghargainya, tapi kami berharap ini bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik,” kata salah satu tetangga. Pihak kepolisian juga sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk menegaskan bahwa tindakan Satuan tergolong kejahatan berencana atau spontan. Dalam proses investigasi, pihak berwenang menemukan beberapa barang bukti, termasuk pisau dapur yang digunakan dalam kejadian tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan dua korban dalam satu malam. Siti Arofah, yang merupakan ibu dari Yuni, tewas di tempat kejadian, sedangkan Yuni selamat dengan luka-luka. Aldhino mengatakan bahwa penyelidikan terus berjalan, dan keterangan lebih lanjut akan diperoleh dari keluarga dan