Berita

Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas

pemprov-lampung-1789822591250_169
Foto : Matthew Martinez - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Lampung Percepat Hilirisasi untuk Mengerek Pertumbuhan Ekonomi
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Lampung Percepat Hilirisasi untuk Mengerek Pertumbuhan Ekonomi

Ceritaberkat.com – Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan hilirisasi komoditas sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi pada tahun-tahun mendatang. Langkah ini dinilai penting agar kekuatan Lampung sebagai daerah penghasil pangan dan komoditas perkebunan tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, melainkan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar di daerah.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang akrab disapa Mirza, menyampaikan arah tersebut saat membuka Lampung Begawi x Siger Fest 2026 di Lampung City Mall. Kegiatan yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung itu menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, investor, serta berbagai gagasan inovatif.

“Idenya Siger Fest ini bagaimana mempertemukan ide, inovasi, investasi, dan kolaborasi. Ini sangat penting sekali bagi kami,”

Mirza menilai pertemuan lintas sektor diperlukan untuk mencapai ambisi pertumbuhan ekonomi Lampung hingga 8 persen. Target tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat daerah sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

“Kami sadar kita punya target bagaimana kita harus tumbuh 8% ke depan untuk mencapai Indonesia Emas 2045,”

Kekuatan Komoditas yang Belum Sepenuhnya Bernilai Tambah

Lampung memiliki posisi penting dalam rantai pangan nasional. Produksi gabah atau padi di provinsi ini mencapai 3,5 juta ton, dan sekitar separuh produksinya disalurkan ke berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan lintas provinsi. Kapasitas tersebut membuat Lampung berperan sebagai salah satu lumbung pangan strategis Indonesia.

Kontribusi Lampung juga terlihat pada jagung yang mendukung kebutuhan industri unggas dan telur di DKI Jakarta serta Pulau Jawa. Di sektor industri pangan, Lampung memasok sekitar 70 persen tapioka nasional. Produksi tersebut turut menguatkan posisi Indonesia sebagai produsen tapioka terbesar kedua di dunia.

Selain itu, Lampung menjadi penyumbang sekitar 60 persen ekspor kopi nasional, dikenal sebagai produsen lada terbesar, serta berada di peringkat kedua sebagai penghasil gula. Keragaman komoditas ini menunjukkan bahwa ekonomi Lampung memiliki fondasi agraris yang luas, dari tanaman pangan hingga perkebunan dan industri pengolahan.

Meski begitu, Mirza mengingatkan bahwa besarnya kekayaan sumber daya tersebut belum selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. Selama puluhan tahun, fluktuasi harga komoditas mentah menjadi salah satu persoalan yang membatasi manfaat ekonomi di tingkat produsen.

Perubahan mulai terlihat setelah adanya intervensi perlindungan komoditas pada era Presiden RI Prabowo Subianto. Kenaikan harga komoditas disebut turut memperbaiki pendapatan petani dan menggerakkan ekonomi daerah. Lampung, yang selama 15 tahun pertumbuhannya berada di bawah rata-rata nasional, kini mencatat perbaikan posisi di kawasan Sumatera.

“Selama 15 tahun, Provinsi Lampung ini pertumbuhan ekonominya selalu di bawah rata-rata nasional. 2026 kemarin kita nomor dua tertinggi se-Sumatera, jadi setelah Kepri, Lampung, karena harga komoditas,”

Target Hilirisasi dari Desa hingga Kawasan Industri

Penguatan harga komoditas memang memberi ruang bagi ekonomi Lampung untuk tumbuh, tetapi kebijakan tata niaga tidak dipandang cukup untuk menjaga ekspansi dalam jangka panjang. Pemerintah daerah ingin mengurangi ketergantungan terhadap perubahan harga bahan mentah melalui pengolahan yang lebih kuat di dalam provinsi.

“Hari ini kami tumbuh karena didukung oleh kebijakannya Presiden (Prabowo), dipaksa naik harganya. Tapi ke depan untuk mencapai 8% tidak bisa hanya dengan regulasi,”

Saat ini, baru sekitar 30 persen komoditas lokal yang mengalami proses hilirisasi di Lampung. Angka tersebut menjadi alasan pemerintah provinsi menjadikan pengembangan industri pengolahan sebagai prioritas, selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN.

“Harus ada kolaborasi, harus ada kreativitas, harus ada inovasi, dan tentunya yang paling penting sesuai dengan RPJMN kita harus melakukan hilirisasi. Kami melihat baru 30% komoditas kami yang dihilirisasi di Lampung,”

Strategi yang disiapkan mencakup dua jalur. Pertama, hilirisasi pada skala sentra perdesaan, misalnya melalui industri pakan ayam lokal serta perbaikan proses pascapanen kopi dan kakao. Pendekatan ini berpotensi mendekatkan kegiatan pengolahan dengan sumber bahan baku dan pelaku usaha di desa.

Kedua, Lampung juga mengarahkan hilirisasi tingkat lanjut pada kawasan industri manufaktur. Pengembangan ini ditujukan untuk memperluas aktivitas pengolahan dengan skala yang lebih besar. Secara ekonomi, produk yang telah diproses umumnya membuka ruang nilai tambah lebih luas dibanding komoditas yang dijual dalam bentuk mentah.

Perkembangan di sektor pertanian ikut terlihat dari peningkatan penggunaan teknologi. Setelah hasil panen meningkat, belanja alat dan mesin pertanian di Lampung naik hampir 200 persen. Pada saat yang sama, jumlah armada truk logistik bertambah 50 persen. Kenaikan kebutuhan alsintan dan transportasi tersebut menggambarkan aktivitas ekonomi yang bergerak dari produksi hingga distribusi.

Energi, Pariwisata, dan Tenaga Kerja Produktif

Selain pertanian dan industri pengolahan, Lampung melihat peluang pada pengembangan energi baru terbarukan serta sektor pariwisata. Kunjungan wisatawan domestik di Lampung tumbuh 60 persen, dari 17 juta pelancong pada 2024 menjadi 27 juta kunjungan pada 2025.

Pertumbuhan pariwisata dapat memperluas perputaran ekonomi pada sektor jasa, perdagangan, transportasi, kuliner, dan usaha lokal. Sementara itu, diversifikasi energi berkelanjutan dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Lampung juga memiliki komposisi penduduk usia kerja yang besar. Sebanyak 71 persen penduduknya berada dalam kelompok usia produktif. Potensi demografi ini akan semakin berarti apabila kebutuhan tenaga kerja dapat terhubung dengan pertumbuhan industri, pertanian modern, logistik, dan sektor jasa.

Dalam sambutannya, Mirza mengajak otoritas moneter dan perbankan ikut mengawal deregulasi, terutama untuk mengatasi hambatan pada proses perizinan investasi. Kelancaran investasi dinilai penting agar peluang pengolahan komoditas, pengembangan industri, dan penciptaan lapangan kerja dapat berjalan lebih cepat.

“Saya yakin salah satu fondasi kemajuan Indonesia itu syaratnya cuma satu, ketika daerah-daerahnya menjadi kuat. Fondasi utama pertumbuhan ekonomi kedepan ketika pertumbuhan di daerah itu akan kuat,”

“Ketika Lampung tumbuh, Lampung maju, ekonomi masyarakat makmur, cita-cita presiden kita akan tercapai, Indonesia akan jauh lebih makmur ke depan,”

Deputi Gubernur BI Thomas AM Djiwandono turut menyoroti kinerja ekonomi Lampung. Pada triwulan II-2026, pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,29 persen, menempatkannya sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Ke depan, tantangan Lampung adalah menjaga momentum itu melalui investasi, inovasi, perbaikan perizinan, serta pengolahan komoditas yang memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat di daerah.

Frequently Asked Questions

What is Genjot Pertumbuhan Ekonomi Gubernur Lampung Dorong?

Genjot Pertumbuhan Ekonomi Gubernur Lampung Dorong is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Genjot Pertumbuhan Ekonomi Gubernur Lampung Dorong matter?

Genjot Pertumbuhan Ekonomi Gubernur Lampung Dorong matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.