Budi Arie Tegaskan Hubungan Jokowi dan Prabowo Baik: Stop Adu Domba
Daftar Isi
Projo Siap Mengikuti Jokowi ke PSI, Budi Arie Tutup Pintu Spekulasi Sekjen
Ceritaberkat.com – Pekan perayaan ulang tahun ke-12 Projo di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026), menjadi panggung bagi Ketua Umum organisasi penggemar Jokowi itu, Budi Arie Setiadi, untuk melontarkan dua pesan sekaligus: loyalitas penuh terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta kesiapan total mendukung langkah politik Jokowi ke depan—termasuk jika mantan presiden itu memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan ribuan anggota Projo yang memadati lokasi acara. Budi Arie tidak sekadar menyampaikan dukungan administratif terhadap kabinet saat ini, melainkan juga menggarisbawahi bahwa ikatan emosional antara Jokowi dan basis pendukungnya tetap menjadi variabel politik yang tidak bisa diabaikan dalam peta kekuasaan nasional.
Sinyal Dukungan terhadap PSI
Bagian paling menarik dari pidato Budi Arie adalah pengakuannya bahwa Projo akan mengikuti Jokowi ke mana pun arah politik sang mantan presiden berlabuh. Ia secara eksplisit menyebut kesiapan mendukung Jokowi apabila yang bersangkutan mengambil peran sebagai Ketua Umum PSI. Namun, ketika wartawan menanyakan apakah dirinya sendiri akan masuk ke struktur partai sebagai Sekretaris Jenderal, Budi Arie memilih tidak menjawab secara langsung.
“Tunggu aja, kan mesti tanya Pak Jokowi, Pak Jokowi mau jadi Ketua Umum PSI apa enggak, gitu lho. Iya kan, tanyanya Pak Jokowi, ‘Pak, Bapak mau jadi Ketua Umum PSI apa enggak Pak?’ Gitu dong.”
Ia kemudian menambahkan bahwa apabila Jokowi benar-benar memimpin PSI, dukungan Projo akan mengalir dari Sabang hingga Merauke. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa organisasi penggemar yang beranggotakan jutaan orang di seluruh Indonesia berpotensi menjadi mesin mobilisasi politik yang signifikan bagi PSI, sebuah partai yang selama ini dikenal sebagai kekuatan oposisi dengan basis pemilih urban dan muda.
“Kalau Projo itu, kalau Pak Jokowi jadi Ketua PSI, pasti Projo dari Sabang sampai Merauke seluruh Indonesia pasti dukung partainya Pak Jokowi.”
Projo sendiri menyatakan masih menunggu arahan dan perintah politik Jokowi. Budi Arie menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak akan mengambil inisiatif sepihak, melainkan akan bergerak sesuai komando sang mantan presiden.
“Ya kita menunggu arahan dan perintah Pak Jokowi, begitu. Kalau Pak Jokowi jadi ketua umum, kita akan mendukung arah politik Pak Jokowi.”
Menghentikan Narasi Adu Domba
Di sisi lain, Budi Arie menggunakan momentum perayaan ulang tahun Projo untuk membantah narasi yang beredar di ruang publik bahwa hubungan personal antara Jokowi dan Prabowo sedang retak. Ia menyebut secara langsung adanya upaya “adu domba” yang sengaja ditiupkan oleh pihak-pihak tertentu, dan mendesak agar praktik itu dihentikan.
“Jadi soal hubungan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, ya ini kan ada yang usaha adu domba, kan begitu. Menurut saya stop adu domba, karena kita ingin pemerintahan ini dibangun berbasis persatuan nasional.”
Pernyataan ini penting dibaca dalam konteks dinamika politik Indonesia pasca-pemilu 2024. Jokowi, yang kini berada di luar jabatan eksekutif, tetap memiliki pengaruh besar di kancah politik. Sementara itu, Prabowo memimpin pemerintahan dengan Gibran—putra Jokowi—sebagai wakil presiden. Konfigurasi ini menciptakan situasi di mana kepentingan politik keluarga dan kepentingan institusi negara saling bersinggungan, membuka ruang bagi spekulasi yang kerap diperkeras oleh media sosial.
Budi Arie menekankan bahwa tantangan kebangsaan Indonesia saat ini sudah cukup berat dan kompleks. Ia berargumen bahwa semua pihak harus menahan diri demi kepentingan rakyat, dan bahwa persatuan nasional merupakan prasyarat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang membelenggu masyarakat.
“Bahwa persatuan nasional ini penting, dan juga bagaimana sesama anak bangsa ini sama-sama kita bersatu untuk menyelesaikan berbagai problematika permasalahan bangsa dan rakyat. Karena tentu tantangan kebangsaan kita, kenegaraan kita hari ini tidak ringan di tengah berbagai gejolak yang terjadi di masyarakat.”
Konteks Politik dan Implikasi
Projo, yang berdiri sejak 2014 sebagai wadah penggemar Jokowi, telah bertransformasi dari sekadar komunitas penggemar menjadi kekuatan politik informal yang mampu memobilisasi jutaan pendukung dalam waktu singkat. Peran organisasi semacam ini dalam politik Indonesia sering kali berada di antara ruang publik dan ruang partai—tidak terikat pada satu partai tertentu, namun memiliki kapasitas untuk menggerakkan opini dan partisipasi pemilih.
PSI, di sisi lain, merupakan partai yang didirikan pada 2014 dan selama ini menempati posisi oposisi di DPR. Partai ini dikenal dengan basis pemilih yang muda, urban, dan progresif. Jika Jokowi—yang memiliki popularitas nasional sangat tinggi—memang mengambil peran kepemimpinan di PSI, langkah tersebut akan mengubah secara fundamental peta kekuatan politik Indonesia menjelang pemilu berikutnya. Dukungan Projo, sebagaimana diisyaratkan Budi Arie, akan memberikan PSI akses ke basis massa yang jauh lebih luas daripada yang selama ini dimilikinya.
Di saat yang sama, penegasan Budi Arie bahwa hubungan Jokowi dan Prabowo tetap baik berfungsi sebagai penenang narasi di tengah basis pendukung kedua tokoh. Bagi Projo, menjaga kohesi internal berarti memastikan bahwa loyalitas terhadap pemerintahan Prabowo tidak berbenturan dengan loyalitas emosional terhadap Jokowi. Pesan “stop adu domba” yang dilontarkan di panggung ulang tahun Projo pada hakikatnya adalah instruksi kepada jutaan anggota agar tidak menjadi sasaran manipulasi narasi perpecahan dari pihak mana pun.
Dengan demikian, perayaan HUT ke-12 Projo pada 23 Agustus 2026 bukan sekadar acara seremonial. Ia menjadi titik temu antara loyalitas terhadap pemerintahan yang sedang berjalan, antisipasi terhadap pergeseran politik masa depan, dan upaya menjaga persatuan di tengah lanskap politik Indonesia yang terus bergerak cepat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Budi Arie Tegaskan Hubungan Jokowi dan Prabowo?
Budi Arie Tegaskan Hubungan Jokowi dan Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Budi Arie Tegaskan Hubungan Jokowi dan Prabowo matter?
Budi Arie Tegaskan Hubungan Jokowi dan Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.