Berita

Anak Muda Ini Bikin Aplikasi Sendiri, KDMP Wonokerto Mulai Go Digital

anak-muda-ini-bikin-aplikasi-sendiri-kdmp-wonokerto-mulai-go-digital-1791794993397
Foto : Hana Salsabila - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. KDMP Wonokerto Dorong Layanan Koperasi Berbasis Digital
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

KDMP Wonokerto Dorong Layanan Koperasi Berbasis Digital

Ceritaberkat.com – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Wonokerto di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mulai memperluas pemanfaatan teknologi untuk melayani anggotanya. Di tengah kegiatan ekonomi warga, koperasi ini mengadopsi pembayaran QRIS, layanan Payment Point Online Bank (PPOB), bantuan akses sosial, serta aplikasi simpan pinjam bernama KARSA.

Langkah tersebut diarahkan untuk membuat urusan koperasi lebih praktis tanpa menghilangkan proses pemeriksaan transaksi. Anggota dapat memantau catatan simpanan melalui aplikasi, sementara sejumlah transaksi di unit usaha koperasi sudah bisa dilakukan secara non-tunai.

Aplikasi KARSA untuk Memantau Simpanan Anggota

KARSA merupakan kependekan dari Koperasi Desa. Aplikasi ini dikembangkan agar anggota tidak perlu selalu datang ke kantor koperasi hanya untuk mengecek simpanan pokok, simpanan wajib, atau saldo yang tercatat.

Ketua KDMP Wonokerto M Yusril Suhendra menjelaskan, digitalisasi menjadi bagian dari pembaruan layanan koperasi sekaligus jawaban atas kebutuhan anggota yang semakin akrab dengan layanan berbasis aplikasi.

“Digitalisasi di koperasi ini kita akan pengembangan di aplikasi seperti mobile banking,” kata Yusril.

Aplikasi KARSA masih berada pada tahap pengembangan dan pengkajian sebelum direncanakan tersedia di Play Store. Nantinya, setiap anggota akan memperoleh ID untuk mengakses akun masing-masing.

Melalui akun tersebut, anggota dapat melihat nilai simpanan pokok, simpanan wajib, dan dana yang telah disimpan di koperasi. Informasi maupun berita dari situs koperasi juga direncanakan dapat terhubung ke dalam aplikasi, sehingga anggota bisa memperoleh pembaruan dari satu layanan.

“Jadi nantinya sudah masuk di aplikasi itu. Dan juga tagihan setiap bulannya, tagihan simpanan wajibnya itu setiap bulan pasti akan muncul,” ujarnya.

Untuk saat ini, fungsi utama KARSA adalah menyajikan informasi saldo serta riwayat simpanan. Fitur pembayaran tagihan lewat aplikasi belum menjadi layanan yang dapat digunakan penuh karena masih terus dikembangkan.

“Kalau untuk pembayaran tagihan nantinya masih pengembangan. Saat ini hanya untuk mengetahui saldo saja,” katanya.

Dikembangkan dalam Dua Bulan

Pengembangan KARSA dilakukan oleh Sekretaris KDMP Wonokerto, Nur Muhammad. Gagasan awalnya berangkat dari kebutuhan sederhana: mengurangi keharusan anggota datang langsung ke kantor hanya untuk memenuhi kewajiban simpanan bulanan.

Dalam rancangan layanan tersebut, anggota dapat memindai kode QR atau memasukkan kode transaksi tunai dari rumah selama saldo mencukupi. Meski prosesnya dibuat lebih mudah, pencatatan transaksi tetap tidak dilakukan secara otomatis.

Setiap nominal yang dimasukkan anggota harus diperiksa lebih dahulu oleh admin melalui portal dashboard berbasis web. Tahapan verifikasi ini dipertahankan sebagai pengaman karena data transaksi akan menjadi bagian penting dalam penyusunan rekap tahunan, termasuk saat Rapat Anggota Tahunan atau RAT.

“Setelah ngasih nominal simpanannya, itu nunggu verifikasi dari admin, enggak asal langsung klik. Takutnya ada yang menyalahgunakan,” ujar Nur.

Pembuatan aplikasi tersebut memakan waktu sekitar dua bulan. Nur memanfaatkan perangkat pengembangan seperti VS Code dan Android Studio. Dalam proses penulisan kode, ia juga menggunakan bantuan teknologi kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT dan Copilot AI.

Saat ini, sekitar 63 anggota koperasi telah tercatat menggunakan aplikasi KARSA. Jumlah itu menjadi tahap awal bagi KDMP Wonokerto untuk mengenalkan cara baru dalam mengakses informasi keanggotaan dan simpanan.

Tantangan Literasi Digital

Penerapan aplikasi di tingkat desa tetap menghadapi tantangan, terutama bagi anggota yang belum terbiasa memakai teknologi digital. Kelompok usia lanjut menjadi salah satu perhatian karena penggunaan aplikasi baru dapat terasa rumit ketika belum didampingi atau belum memahami langkah-langkahnya.

“Kalau orang-orang tua sih pasti ya, kalau lihat digital atau teknologi baru itu pasti pusing. Tapi kan kita harus mengikuti zaman juga,” kata Nur.

Tantangan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi koperasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan aplikasi. Pengurus juga perlu memastikan layanan tetap dapat dipahami dan digunakan anggota dalam kondisi yang beragam. Dengan begitu, teknologi berfungsi sebagai alat yang memudahkan, bukan justru menciptakan jarak bagi warga yang masih nyaman dengan cara konvensional.

Ke depan, Nur berharap KARSA dapat berkembang menjadi layanan layaknya mobile banking lokal di desa. Pengembangannya diharapkan dapat terhubung dengan transaksi minimarket koperasi serta portal informasi desa, sehingga kegiatan ekonomi dan informasi masyarakat dapat diakses lebih terintegrasi.

QRIS, PPOB, dan Akses Bantuan Sosial

Selain menyiapkan aplikasi anggota, KDMP Wonokerto telah menggunakan QRIS untuk transaksi di minimarket koperasi dan gerai sarana produksi pertanian atau Saprodi. Pilihan pembayaran ini memberi alternatif non-tunai bagi warga yang berbelanja di unit usaha koperasi.

Pengurus KDMP Wonokerto bekerja sama dengan sejumlah perbankan, yaitu BNI, BRI, dan Mandiri. Dalam kegiatan transaksi koperasi, QRIS dari BRI menjadi yang paling sering digunakan.

Layanan digital koperasi juga mencakup PPOB. Melalui layanan ini, koperasi dapat membantu masyarakat memanfaatkan sejumlah kebutuhan pembayaran yang tersedia dalam sistem tersebut. Kerja sama dengan Mandiri turut diarahkan untuk PPOB serta akses terhadap layanan bantuan sosial.

“Mandiri fokus di PPOB-nya dan bansos, PKH, BPNT, bisa juga melalui Koperasi Desa Wonokerto. Jadi memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses bantuan di situ,” kata Yusril.

Warga dapat mengakses layanan terkait Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui KDMP Wonokerto. Kehadiran layanan ini memperluas peran koperasi dari tempat pengelolaan simpanan dan transaksi usaha menjadi titik layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Penggunaan QRIS, PPOB, akses bansos, serta pengembangan KARSA menandai upaya KDMP Wonokerto menggabungkan pelayanan tatap muka dengan kemudahan digital. Fokusnya bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan memberi anggota akses yang lebih cepat terhadap informasi simpanan, transaksi, dan layanan koperasi.

Frequently Asked Questions

What is Anak Muda Ini Bikin Aplikasi Sendiri?

Anak Muda Ini Bikin Aplikasi Sendiri is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Anak Muda Ini Bikin Aplikasi Sendiri matter?

Anak Muda Ini Bikin Aplikasi Sendiri matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Hana Salsabila - ceritaberkat.com

Hana Salsabila - ceritaberkat.com

Seorang penulis yang fokus pada kisah-kisah inspiratif tentang kebaikan dan berbagi. Hana menggambarkan bagaimana tindakan kecil dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang.