Serba-serbi Stasiun JIS yang Resmi Beroperasi

Stasiun JIS Resmi Beroperasi: Akses Baru untuk Masyarakat Jakarta

Serba serbi Stasiun JIS yang Resmi – Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) akhirnya mulai berfungsi sebagai titik transit bagi masyarakat. Lokasi ini menjadi alternatif baru bagi warga yang ingin menghadiri pertandingan sepak bola atau konser yang berlangsung di stadion besar tersebut. Dengan adanya akses kereta api (KRL), pengunjung bisa lebih mudah menuju JIS tanpa harus mengandalkan kendaraan pribadi.

Pembukaan dan Lokasi Stasiun JIS

Stasiun JIS diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Senin, 22 Juni. Stasiun ini berada di antara Stasiun Tanjung Priok dan Stasiun Ancol, tepatnya di wilayah Jakarta Utara. Lokasi strategis ini diharapkan mampu mengurangi beban lalu lintas di sekitar kawasan stadion.

Proses Transit KRL ke Stasiun JIS

Untuk mencapai JIS, pengguna KRL harus melalui rute tertentu. Kereta yang menuju JIS harus berhenti di Stasiun Jakarta Kota terlebih dahulu. Dari sana, KRL melintasi Stasiun Kampung Bandan, Stasiun Ancol, dan akhirnya tiba di Stasiun Tanjung Priok. Namun, karena Stasiun JIS hanya memiliki satu peron, kereta tidak langsung berhenti di sana, melainkan transit terlebih dahulu.

detikcom mencoba menggunakan KRL delapan gerbong menuju JIS pada Selasa, 23 Juni 2026. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Jakarta Kota berjeda setiap 30 menit. Dalam uji coba tersebut, detikcom berangkat pukul 10.30 WIB setelah kereta sebelumnya berangkat pukul 10.00 WIB. Kereta tiba di Stasiun Tanjung Priok pukul 10.45 WIB dan langsung berhenti di JIS, sehingga waktu tempuh dari Stasiun Jakarta Kota ke JIS mencapai 45 menit.

Konsep Desain Stasiun JIS

Stasiun JIS memiliki tiga pintu masuk yang bisa digunakan calon penumpang. Salah satu akses utama berada di Jalan RE Martadinata, tepat di samping jalan raya. Pintu masuk ini dirancang untuk melayani dua orang yang berpapasan. Di depannya tersedia loket pembelian tiket KRL, sementara jalur ke samping menyediakan tangga yang mengarah ke Stadion JIS dan juga ke Jalan Carnaval Ancol.

Jarak tempuh dari Stasiun JIS ke Stadion hanya sekitar 2–3 menit. Pengunjung bisa menggunakan tangga menuju stadion atau melewati JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) yang cukup lebar. JPO ini dikelilingi sekat atau pagar, tetapi tidak menutupi seluruh jalur, sehingga tetap terbuka untuk orang yang ingin berjalan kaki.

Perjalanan KRL dari Tanjung Priok ke JIS

Perjalanan dari Stasiun Tanjung Priok ke JIS membutuhkan waktu singkat, sekitar 5 menit. Dengan demikian, kereta yang berhenti di Tanjung Priok langsung melanjutkan perjalanan ke JIS tanpa harus berhenti di stasiun lain. Hal ini membuat pengunjung yang datang dari arah Tanjung Priok bisa lebih cepat mencapai lokasi tujuan.

Testimoni Pengguna Stasiun JIS

“Bagus, dekat juga dengan stasiun jadi bisa memudahkan akses. Saya sebagai anak sekolah juga senang dan bahagia. Kalau buat saya untuk konser dan main bola nonton Persija,”

Adnan, warga Depok, menjelaskan pengalamannya saat mengunjungi Stasiun JIS. Ia mengakui penasaran dengan fasilitas baru tersebut dan memutuskan untuk mencoba naik KRL. Perjalanan dari Stasiun Pondok Rajeg, Depok, ke JIS memakan waktu 2 jam. Adnan melakukan transit di Stasiun Jakarta Kota dan Tanjung Priok, mengeksplore jalur yang terkadang membuatnya kewalahan.

“Iya, tadi lewat dulu, saya kira stasiunnya berhenti di sini, ternyata harus ke Tanjung Priok dulu. Saran saya sih bisa ada dua peron biar bisa dari Jakarta Kota langsung,”

Komentar Adnan mencerminkan keinginan masyarakat agar Stasiun JIS memiliki lebih dari satu peron. Dengan demikian, KRL yang berangkat dari Jakarta Kota bisa langsung melayani penumpang tanpa harus transit di Tanjung Priok.

Keluhan dan Harapan Warga

Mingming, warga Sunter, menyatakan bahwa Stasiun JIS memberi kemudahan bagi pengunjung. Ia tidak perlu lagi turun di Stasiun Ancol untuk mengakses area sekitar JIS. Namun, Mingming merasa akses ke stasiun ini masih jauh karena warga harus berjalan melewati JPO dan menaiki tangga. “Kalau di sini saya lewat stadion. Tapi ini mau masuk muternya jauh banget gitu, harus lewat JPO,” ujarnya.

Keluhan tersebut sejalan dengan harapan Mingming bahwa Stasiun JIS bisa ditambahkan satu peron lagi. Dengan demikian, rute dua arah dapat terlayani lebih efisien, mengurangi kepadatan dan waktu tunggu penumpang.

Kondisi Stasiun JIS yang Masih Baru

Suasana di Stasiun JIS masih terasa baru. Berbagai ruangan seperti gudang, ruang keamanan, dan fasilitas ibadah (musala untuk laki-laki dan perempuan) telah dibangun menggunakan kontainer. Setiap ruangan hanya dibedakan oleh warna, mulai dari oranye hingga abu-abu, menciptakan tampilan yang modern dan fungsional.

Pengembangan Infrastruktur Transportasi

Stasiun JIS menjadi bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas ke kawasan utama Jakarta. Meski saat ini hanya memiliki satu peron, infrastruktur ini diharapkan bisa terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya KRL, pengunjung bisa lebih nyaman dan cepat mencapai lokasi, terutama saat ada pertandingan sepak bola atau acara konser yang rutin digelar di stadion tersebut.

Peran Stasiun JIS dalam Membangun Kota Jakarta

Kehadiran Stasiun JIS tidak hanya memudahkan transportasi, tetapi juga memperkuat posisi kawasan Jakarta Utara sebagai pusat aktivitas. Penggunaan kontainer dalam pembangunan stasiun menggambarkan inovasi dalam konstruksi yang ramah lingkungan. Selain itu, desain tiga akses masuk memungkinkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk warga yang ingin berjalan kaki, bisa menemukan jalur yang paling sesuai.

Adapun jadwal keberangkatan KRL dari Jakarta Kota ke JIS, pengguna perlu menunggu sekitar 15 menit antara satu keberangkatan dan yang lainnya. Namun, kecepatan perjalanan yang relatif singkat membuat waktu tunggu ini tidak terasa terlalu berat. Sementara itu, jadwal yang teratur diharapkan mampu mendukung penggunaan stasiun ini secara optimal.

Perjalanan ke JIS: Pengalaman yang Beragam

Meski memiliki jalur yang terbatas, Stasiun