Important Visit: Perampok Bersenjata Bawa Kabur Emas 500 gram di Menteng Ditangkap!
Table of Contents
Perampok Bersenjata Bawa Kabur Emas 500 Gram di Menteng Ditangkap!
Important Visit – Kasus pencurian emas dengan bobot 500 gram yang terjadi di sebuah rumah di Jalan Pati, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) kini telah mengalami perkembangan. Satu dari dua pelaku telah ditangkap oleh polisi, menurut informasi yang diberikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus, AKBP Roby Heri Saputra. Menurutnya, tersangka tersebut ditangkap setelah penyelidikan yang berlangsung intensif selama beberapa hari terakhir.
“Diamanin satu orang (pelaku),” kata AKBP Roby Heri Saputra, Jumat (19/6/2026). Pernyataan itu disampaikan dalam jumpa pers terkait penangkapan pelaku.
AKBP Roby belum memberikan penjelasan rinci mengenai hubungan antara pelaku dengan korban. Ia menyatakan bahwa informasi lebih lanjut akan diungkapkan dalam konferensi pers yang akan diadakan oleh pihak kepolisian.
“Nanti saat rilis (disampaikan),” jelas AKBP Roby.
Kasus ini bermula pada Selasa (16/6), pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban berinisial MAH sedang berkunjung ke rumah milik saksi T, yang merupakan rekan kerja MAH. Pemilik rumah, T, menjadi korban pencurian setelah dua pelaku berpakaian rapi tiba-tiba masuk ke dalam rumah.
“Rekan satu perusahaannya, itu rumahnya, itu rumah saksi, bukan rumah korban. Iya (korban lagi bertamu),” tambah AKBP Roby Heri Saputra.
Pelaku lalu melakukan serangan terhadap korban dan membawa emas seberat 500 gram. Akibat kejadian tersebut, MAH mengalami cedera dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan keterangan saksi, terduga pelaku menggunakan senjata untuk mengancam korban.
“Kerugian materiil sementara emas sebanyak 500 gram,” ujar Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu saat dihubungi, Kamis (18/6).
Menurut AKBP Braiel, peristiwa ini memicu kekawatiran karena korban mengalami luka serius. Ia menjelaskan bahwa pelaku berjumlah dua orang, yang terlebih dahulu menyekap korban sebelum membawa emas pergi. Meski demikian, ketika polisi menemukan korban, kondisinya sudah hampir kehilangan kesadaran.
“Kalau keterangan saksi yang bersama korban, itu katanya ada rampok dua orang yang datang menyekap. Tapi ketika kita temukan, korban itu sudah hampir hilang kesadaran sehingga tidak bisa memberikan keterangan,” kata AKBP Braiel.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Satuan Reskrim Polres Metro Jakpus serta Subdit Jatanras Polda Metro. Pihak kepolisian juga sedang memburu pelaku lainnya yang masih menghilang. Dalam penyelidikan, mereka menyebutkan bahwa dua orang pelaku datang secara mendadak dan bergerak cepat untuk menghindari kejaran.
Selain korban MAH, ada juga informasi bahwa saksi T, pemilik rumah yang menjadi lokasi kejadian, juga mengalami trauma akibat penganiayaan yang dialaminya. Polisi menegaskan bahwa penangkapan satu pelaku tidak mengurangi keparahan kasus ini, karena masih ada satu orang yang bersembunyi.
“Kondisi korban luka masih dalam perawatan di RS. Saat ini dalam proses penyelidikan dan penyidikan dibantu oleh Sat Reskrim Polres Jakarta Pusat dan Subdit Jatanras Polda Metro,” ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.
Polisi juga menyoroti peran saksi dalam membantu proses investigasi. Dengan keterangan dari saksi, pihak kepolisian mampu memperjelas pola kejahatan dan identitas pelaku. Selain itu, mereka menegaskan bahwa kejahatan ini tidak hanya terkait pencurian, tetapi juga melibatkan kekerasan terhadap korban.
Kejadian di Jalan Pati terjadi dalam kurun waktu singkat, yaitu sekitar 15 menit. Dalam periode tersebut, pelaku berhasil mengambil emas yang disimpan di rumah T. Saksi T mengungkapkan bahwa emas tersebut merupakan aset berharga yang tidak terduga hilang.
“Rekan satu perusahaannya, itu rumahnya, itu rumah saksi, bukan rumah korban. Iya (korban lagi bertamu),” kata AKBP Roby Heri Saputra.
Pelaku yang satu telah ditangkap dalam kondisi baik. Dari keterangan sementara, polisi menduga bahwa pelaku tersebut memiliki rencana jangka panjang untuk melakukan pencurian. Namun, karena korban yang satu berinisial MAH sudah hampir pingsan, keterangan lengkap masih belum bisa diungkapkan.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan bukti-bukti penting seperti benda-benda yang dicurigai sebagai senjata serta jejak-jejak yang menunjukkan keberadaan pelaku. Kapolsek Metro Menteng menjelaskan bahwa tim penyelidik masih memburu pelaku kedua yang diduga memiliki peran penting dalam kejahatan tersebut.
“Kerugian materiil sementara emas sebanyak 500 gram,” ujar Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu saat dihubungi, Kamis (18/6).
Dengan penangkapan satu pelaku, kasus ini mulai mendapat titik terang. Namun, polisi mengingatkan bahwa investigasi masih terus berjalan, dan akan terus mengungkap detail tambahan. Pihak kepolisian juga berharap bahwa pelaku kedua dapat segera ditemukan dan ditangkap untuk menyelesaikan kasus ini secara tuntas.
