Pemprov DKI Berduka Siswi SMAN 6 Tersangkut Kabel – Tanggung Pemakaman Korban
Table of Contents
Pemprov DKI Berduka Siswi SMAN 6 Tersangkut Kabel, Tanggung Pemakaman Korban
Pemprov DKI Berduka Siswi SMAN 6 Tersangkut – Duka mendalam menggema di lingkungan Pemerintah DKI Jakarta setelah seorang siswa perempuan dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Jakarta, Neisha Amalia Evrian Putri, meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi saat membonceng sepeda motor di kawasan Jakarta Selatan. Insiden tersebut menimpa korban berusia 16 tahun yang dikenal sebagai siswa kelas 10. Pemprov DKI telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung keluarga korban, termasuk menanggung biaya pemakaman, sebagai bentuk kepedulian terhadap kejadian yang mengejutkan tersebut.
Penjelasan Gubernur DKI Jakarta
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, memberikan pernyataan resmi mengenai tragedi yang menimpa siswi SMAN 6. Ia menyampaikan rasa duka dan dukungan penuh kepada keluarga korban. Menurut Pramono, kejadian ini adalah sebuah nasib buruk yang menimpa individu muda yang sedang dalam perjalanan ke sekolah.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Seorang siswi yang bernama Neisha Amalia Evrian Putri, 16 tahun, siswi kelas 10 SMAN 6 Jakarta, memang betul kemarin meninggal dunia ketika dibonceng terkena kabel,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
Dalam wawancara dengan media, Pramono menjelaskan bahwa pemerintah telah menginstruksikan berbagai dinas terkait untuk memberikan bantuan secara menyeluruh. Bantuan tersebut mencakup pendampingan keluarga korban selama proses pemakaman hingga penanganan administratif terkait.
“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, kemudian Bina Marga, dan juga yang lainnya untuk membantu sepenuhnya, termasuk sampai dengan pemakaman kemarin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pramono menyebutkan bahwa Pemprov DKI juga bekerja sama dengan Baznas BAZIS DKI Jakarta untuk memberikan santunan kepada keluarga korban. Pihaknya menyatakan bahwa bantuan ini bertujuan untuk memudahkan proses pemakaman serta mengurangi beban finansial keluarga yang kehilangan anggota keluarga.
“Kemarin kita mengirim tiga bus untuk siswa bisa mengantar almarhumah ke pemakaman, dan kami juga menanggung pembiayaan untuk itu,” katanya.
Kronologi Insiden di Jakarta Selatan
Kecelakaan yang menewaskan siswi tersebut terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 05.30 WIB, di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor yang dibonceng oleh Neisha, seorang siswi yang sedang diantar oleh ayahnya ke sekolah.
“Awal kejadian itu pagi hari sekitar jam 05.30 WIB. Ketika ada pengendara sepeda motor berboncengan melintas di Jalan Lauser. Kebetulan, bertempat tinggal di daerah Ciledug, mengantar anak sekolah,” kata Camat Kebayoran Baru Rachmat Mulyadi, dilansir Antara, Kamis (18/6).
Rachmat Mulyadi menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika sepeda motor yang ditumpangi korban melewati Jalan Lauser. Pada lokasi tersebut, terdapat kabel yang terputus dan menjorok ke badan jalan, sehingga menyebabkan setang motor korban tersangkut dan oleng. Akibatnya, pengendara sepeda motor terjatuh dan korban meninggal dunia saat itu.
“Ketika melewati Jalan Lauser, persis di depan taman, ada kabel yang melintang, agak menjorok ke jalan, sehingga setang motor pengendara tersebut jadi nyangkut, kemudian oleng, sehingga jatuh, dan pada saat jatuh itu, yang dibonceng menjadi korban meninggal dunia,” papar Rachmat.
Menurut informasi yang diperoleh, kabel yang menyebabkan kecelakaan tersebut merupakan kabel listrik dari PLN yang telah terputus. Penyebab kabel tersebut terjatuh dan menghalangi lalu lintas jalan adalah faktor yang sedang ditelusuri oleh pihak berwenang. Kabel ini mengganggu keamanan pengendara dan berpotensi menimbulkan risiko serupa bagi orang lain.
Langkah Pemprov DKI dalam Memberikan Bantuan
Pemprov DKI Jakarta tidak hanya memperhatikan aspek hukum, tetapi juga memberikan bantuan secara langsung kepada keluarga korban. Langkah ini mencakup pengiriman alat transportasi untuk mengantar jenazah, serta pemberian dana santunan. Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk memastikan proses pemakaman berjalan lancar tanpa hambatan.
Keluarga korban, khususnya neneknya, menyetujui tindakan yang diambil oleh Pemprov DKI. Menurut Pramono, keluarga tersebut memahami bahwa kasus ini sudah masuk ke ranah hukum dan bersedia mempercayakan proses penyelidikan serta penuntutan kepada aparat penegak hukum.
“Ini sudah dengan sendirinya, karena memang keluarga ini memahami tentang hukum. Sehingga neneknya juga meminta untuk itu. Karena ini persoalannya sudah masuk wilayah privat, kami persilakan untuk itu,” tuturnya.
Kebanyakan warga sekitar menyampaikan kekecewaan atas insiden tersebut. Mereka menilai kecelakaan ini terjadi akibat kurangnya perawatan kabel yang melintas di jalan. Selain itu, sejumlah orang tua murid dan guru dari SMAN 6 Jakarta mengungkapkan dukungan mereka terhadap langkah Pemprov DKI dalam membantu keluarga yang ditinggalkan. Mereka juga berharap ada tindakan preventif untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Dalam rangka mendukung keluarga korban, Pemprov DKI mengambil langkah untuk memastikan semua kebutuhan pemakaman terpenuhi. Tidak hanya dana, tetapi juga fasilitas transportasi yang memudahkan para siswa mengikuti proses pemakaman. Pemprov DKI juga berencana untuk menggelar rapat bersama instansi terkait guna meninjau kondisi kabel di sepanjang jalur yang rawan insiden.
Perkembangan Terkini dan Harapan Masyarakat
Insiden ini memicu perhatian masyarakat luas. Banyak warga Jakarta Selatan mengecam ketidakamanan jalan yang menyebabkan kecelakaan tersebut. Mereka berharap pemerintah mengambil tindakan tegas untuk menegakkan aturan penggunaan kabel di jalan umum.
Di sisi lain, Pemprov DKI berupaya memperkuat koordinasi dengan dinas terkait untuk menyelidiki penyebab kecelakaan secara menyeluruh. Tim investigasi akan mengecek kondisi kabel, serta melibatkan pihak PLN dalam proses klarifikasi. Selain itu, pihak pemerintah juga berencana memberikan sanksi kepada pihak yang dianggap bersalah atas kejadian tersebut.
Keluarga korban berharap bantuan yang diberikan Pemprov DKI dapat memberikan rasa lega dan kepastian. Mereka menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menangani insiden ini. Meski demikian, mereka juga menegaskan perlunya perbaikan infrastruktur jalan untuk
