Important Visit: Refleksi Sambut HUT Bhayangkara, Polres Bengkalis Doa Bersama pada 1 Muharram

Refleksi Sambut HUT Bhayangkara, Polres Bengkalis Adakan Doa Bersama di 1 Muharram

Important Visit – Tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah, yang jatuh pada 16 Juni 2026, menjadi momen penting bagi Polres Rohul sebagai ajang refleksi spiritual. Pada kesempatan tersebut, Polres Bengkalis memanfaatkan perayaan Tahun Baru Islam sebagai wadah untuk memperkuat hubungan emosional antara institusi kepolisian dan masyarakat sekitar. Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta ini diadakan di Masjid Al Hikmah Mapolres Bengkalis dan diikuti oleh berbagai elemen seperti Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, jajaran Pejabat Utama (PJU), personel Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Pegawai Harian Lepas (PHL), serta pengurus Bhayangkari Cabang Bengkalis. Tidak ketinggalan, sejumlah tokoh agama juga turut hadir dan memperkaya suasana keagamaan dalam acara tersebut.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang diiringi oleh kibar bendera dan pesan kebersamaan. Kapolres AKBP Fahrian Saleh Siregar menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi memiliki makna mendalam dalam mempererat ikatan antara polisi dan masyarakat. “Kita mengejar keberkahan dan energi positif melalui doa bersama serta santunan bagi anak yatim, agar dapat melanjutkan tugas pengabdian dengan semangat baru,” ujarnya dalam pidato yang disampaikan.

“Peringatan ganda ini, yaitu Tahun Baru Islam 1448 H dan Hari Bhayangkara ke-80, adalah momentum spiritual sekaligus sosial bagi kami. Melalui doa bersama dan santunan anak yatim, kita mengetuk pintu langit dengan harapan memperoleh keberkahan, keselamatan, serta energi baru yang positif dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tujar AKBP Fahrian dalam keterangannya.

Selama acara berlangsung, peserta berada dalam suasana yang penuh kekhusyukan. Tausiyah yang disampaikan oleh seorang ustadz terkemuka menjadi poin utama dalam rangkaian kegiatan. Ia menekankan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar perayaan tgl ke-1, tetapi momentum untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT. “Hijrah yang hakiki adalah proses perubahan diri, tidak hanya secara fisik, tetapi juga batin,” kata ustadz dalam ceramahnya.

Dalam penjelasan lebih lanjut, ustadz tersebut menyampaikan bahwa polisi, sebagai pelindung masyarakat, perlu mengambil pelajaran dari makna hijrah. Hijrah dianggap sebagai langkah untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan menggalang semangat baru dalam menjalankan tugas sehari-hari. “Momentum ini mengingatkan kita bahwa setiap langkah yang diambil dalam pelayanan harus sejalan dengan nilai-nilai keagamaan dan keadilan,” imbuhnya.

Momen Spiritual untuk Perbaikan Diri

Pada sesi doa bersama, para peserta memanjatkan harapan untuk keutuhan NKRI, stabilitas nasional, serta keamanan di wilayah Bengkalis. Kapolres menjelaskan bahwa doa ini dilakukan sebagai bentuk pengakuan terhadap peran polisi dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. “Kita memohon perlindungan dan keberkahan bagi bangsa Indonesia, khususnya menjelang usia ke-80 Hari Bhayangkara,” ujarnya.

Acara juga menjadi sarana untuk mengingatkan personel kepolisian akan tanggung jawab mereka sebagai pelindung keadilan. Tausiyah yang disampaikan mengingatkan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perubahan mental dan moral. “Setiap polisi harus menjadi contoh yang baik dalam menjalankan tugas, karena masyarakat mengharapkan kinerja yang tulus dan berimbang,” kata ustadz.

Setelah selesai mendengarkan ceramah, seluruh jemaah kembali ke masjid untuk melaksanakan doa bersama. Doa yang dipanjatkan meliputi beberapa poin, seperti permohonan keberkahan bagi kehidupan sehari-hari, perlindungan dari segala ancaman, serta energi positif untuk menunjang tugas pengabdian. Kapolres menyampaikan bahwa momen ini sangat berharga karena menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga harmoni antara agama dan kehidupan bermasyarakat.

Usai doa, kegiatan ditutup dengan aksi sosial berupa pemberian santunan dan paket kebutuhan kepada anak-anak yatim yang hadir. Anak-anak tersebut tampak berbahagia saat menerima bantuan dari personel Korps Bhayangkara. Aktivitas ini menjadi bukti nyata dari rasa syukur kepolisian atas hasil kerja yang telah dicapai. “Santunan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap anak yatim yang berperan penting dalam kehidupan sosial,” jelas Kapolres.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diharapkan dapat menjadi awal baru bagi Polres Bengkalis dalam menjalankan tugas dengan lebih baik. Dengan memadukan kegiatan spiritual dan sosial, kepolisian berupaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat kolektif untuk menjaga keutuhan bangsa. “Kita perlu selalu berusaha meningkatkan diri, baik secara pribadi maupun institusional, untuk mencapai tujuan pengabdian yang lebih optimal,” tambah AKBP Fahrian.

Dalam refleksi lebih jauh, acara ini menjadi cerminan bahwa kepolisian tidak hanya menjalankan tugas keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk karakter masyarakat. Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas nasional tidak terlepas dari peran keagamaan yang dijalankan oleh seluruh elemen. “Perayaan ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan seorang polisi bergantung pada kekuatan iman dan ketulusan hati,” pungkasnya.

Dengan adanya doa bersama dan santunan anak yatim, Polres Bengkalis menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam tugas pengabdian. Acara ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersamaan dan keberanian dalam menghadapi tantangan bersama. “Semangat ini akan terus dijaga, karena itu adalah dasar dari setiap keberhasilan,” tutup Kapolres.