What Happened During: Waketum PSI Bro Ron Dipolisikan Balik soal Pemukulan
Table of Contents
Waketum PSI Bro Ron Dipolisikan Balik Soal Pemukulan
What Happened During – Kasus pemukulan yang melibatkan Bro Ron, Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), memasuki tahap baru setelah terduga pelaku melakukan pelaporan balik. Pengakuan atas laporan tersebut dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, yang menyatakan bahwa Ronald telah melaporkan balik peristiwa yang menimpanya. Laporan pelapor, Muhammad Rizal Berhet, telah terdaftar dengan nomor LP/B/34/V/2026/SPKT Polsek Metro Menteng, dan didaftarkan pada tanggal 4 Mei 2026.
Pelaporan Balik dari M Rizal Berhet
M Rizal Berhet, yang menggambarkan dirinya sebagai pelapor, mengklaim bahwa Ronald dijegal oleh sekelompok orang yang berada di luar konteks audiensi. Menurutnya, Ronald dituduh melakukan tindakan pemukulan dan pengeroyokan, serta melontarkan ucapan-ucapan makian yang dianggap rasis. “Betul, saya melaporkan balik yang bersangkutan. Laporan terkait dengan pemukulan dan pengeroyokan disertai dengan makian yang tidak pantas,” ujarnya saat diwawancarai.
Detik Pemukulan dan Konflik
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa peristiwa pemukulan terjadi pada Senin (4/5) pukul 16.22 WIB. Saat itu, Ronald datang bersama 15 karyawan PT SKS untuk audiensi ke kantor hukum MPP. “Karena audiensi tidak dapat bertemu langsung dengan pihak MPP selaku orang yang didemo, Polsek Metro Menteng berinisiatif mengadakan mediasi di kantor polsek,” terang Erlyn, Selasa (5/5).
Menurut Erlyn, sebelum terjadi konflik, audiensi berlangsung aman dan kondusif. Namun, situasi berubah ketika sekelompok orang yang tidak dikenal muncul dan menghalangi proses. “Akibat perbuatan dari sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percakapan hingga akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang itu,” katanya.
Kemudian, petugas kepolisian melarikan diri korban dan terlapor untuk diperiksa lebih lanjut di Polsek Metro Menteng. “Petugas berhasil melerai korban dan terlapor serta mengamankannya untuk proses pemeriksaan,” tambah Erlyn.
Keterangan dari Bro Ron
Di sisi lain, Bro Ron membantah tuduhan rasis yang diajukan oleh Rizal Berhet. Melalui akun Instagram pribadinya, dia menyatakan bahwa dirinya sedang membela orang yang dirasa dizalimi. “Jadi saya membela yang terzalimi, saya punya karyawan, terus saya dibilang rasis dari mana?” ujarnya.
Bro Ron juga menyebut bahwa dia sedang berada di rumah sakit bersama sejumlah karyawan, termasuk staf PT SKS dan karyawan pribadinya yang berasal dari Ambon. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi karena ada pihak yang mengganggu proses audiensi. “Saya hanya berusaha menjelaskan keadaan, dan orang-orang itu menyerang saya tanpa alasan jelas,” imbuhnya.
Latar Belakang Audiensi
Erlyn Sumantri mengungkap bahwa audiensi yang dihadiri Ronald dan karyawan PT SKS dilakukan sebagai bagian dari upaya menyelesaikan masalah gaji yang belum dibayarkan. “Audiensi awalnya berjalan lancar, tapi situasi memanas setelah para demonstran menolak pertemuan dengan MPP,” katanya.
Dalam proses mediasi, Ronald diterima oleh petugas kepolisian dan berusaha menjelaskan situasi. Namun, terduga pelaku, M Rizal Berhet, mengklaim bahwa dia menjadi korban pemukulan sebelum melakukan pelaporan balik. “Betul (Ronald memukul terlebih dahulu), dia menonjok perut saya mengenai ulu hati. Iya betul (terlapor melontarkan kalimat rasis), kamu anjing siapa, kamu budak siapa, kamu babu, boneka dasar monyet itu,” kata Rizal.
Konflik dan Dugaan Persekusi
Rizal menyebut bahwa konflik tersebut tidak hanya terkait pemukulan, tetapi juga didasari oleh ketidakpuasan terhadap pendekatan yang dianggap tidak adil. “Saya melaporkan tindakan yang dilakukan terlapor karena merasa diperlakukan secara tidak benar,” ujarnya.
Pelaporan balik ini menimbulkan perdebatan di antara kedua belah pihak. Selain memberikan penjelasan soal pemukulan, Rizal juga menyoroti penggunaan kalimat makian yang dianggap mengandung bias rasial. Erlyn Sumantri mengatakan bahwa pihak kepolisian sedang memeriksa keterangan semua pihak untuk memastikan fakta-fakta yang benar. “Kami akan menelusuri sumber informasi dan alasan munculnya konflik ini,” jelasnya.
Perspektif Pihak Karyawan
Dalam kesempatan lain, Rizal Berhet menyatakan bahwa karyawan yang terlibat dalam audiensi tersebut tidak hanya menjadi korban, tetapi juga dianggap sebagai pihak yang terkena dampak dari penganiayaan. “Karyawan PT SKS juga menjadi korban, mereka diperlakukan dengan tidak adil oleh pihak yang tidak dikenal,” ujarnya.
Menurut Rizal, Ronald mengajak karyawan ke kantor hukum sebagai bagian dari upaya menyelesaikan masalah gaji, tetapi malah dihina dan dipukul. “Saya tidak menyangka situasi akan memanas hingga terjadi pemukulan, tapi itu yang terjadi,” katanya.
Persiapan dan Pelaporan Lanjutan
Rizal Berhet menegaskan bahwa pelaporan baliknya dibuat sebagai bentuk tindak lanjut atas perlakuan yang diterimanya. “Saya ingin memastikan bahwa semua pihak yang terlibat mendapat perlakuan adil,” ujarnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka sedang mengumpulkan data dan saksi-saksi untuk memproses kasus tersebut. “Laporan balik akan ditinjau secara menyeluruh, termasuk alasan terjadinya pemukulan dan keberatan dari pelapor,” kata AKBP Roby Heri Saputra.
Menurutnya, proses hukum ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga keadilan dalam masyarakat. “Kami mendukung pelaporan yang jujur dan transparan, terlepas dari pihak yang melaporkan,” ujarnya.
Keterlibatan Pihak Ambon
Dalam pernyataannya, Ronald menyoroti keterlibatan karyawan pribadinya dari Ambon. “Saya tidak menyangka terduga pelaku akan menuduh saya rasis, padahal mereka juga ada di sini,” katanya.
Dengan adanya karyawan dari Ambon yang turut serta dalam proses audiensi, Ronald berharap dapat menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman, bukan karena bias rasial. “Saya hanya ingin menyampaikan kebenaran, dan pihak-pihak yang tidak tahu benar-benar memulai konflik,” ujarnya.
Kasus ini sekarang menjadi sorotan publik, dengan dua pihak yang saling menyalahkan. Dari sisi kepolisian, mereka sedang memproses laporan balik ini sambil tetap menjaga hubungan baik dengan semua pihak yang terlibat. “Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keadilan,” pungkas Erlyn Sumantri.
