Polisi Amankan Pria yang Minta ‘Uang Koordinasi’ ke Kuli Bangunan di Bogor

Polisi Amankan Pria Diduga Pemalak Pekerja Bangunan di Bogor

Sebuah insiden pemalakan terjadi di perumahan kawasan Kecamatan Ciseeng, Kota Bogor, Jawa Barat, yang kemudian ditangani oleh pihak kepolisian. Seorang pria dituduh telah meminta uang tambahan kepada pekerja bangunan tanpa dasar yang jelas. Menurut informasi terbaru, pelaku telah diamankan oleh petugas setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar.

Berawal dari Video Viral

Insiden tersebut memicu perhatian publik setelah video yang memperlihatkan aksi pemalakan beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pria berinisial B terlihat berbicara kepada pekerja bangunan sambil duduk di atas sepeda motornya. Ia menyampaikan bahwa pihaknya meminta ‘bagian’ dari pekerja sebagai bentuk imbalan. Menurut penjelasan dalam video, nominal uang tersebut tidak disebutkan secara eksplisit.

“Yang kerja mau ngasihnya berapa seikhlasnya nih. Maaf ini mah ya bukan pakai nominal, entah 200 atau gedenya gopek,”

ucap pria itu dalam rekaman yang diunggah ke platform daring. Kalimat tersebut langsung memicu reaksi dari warga sekitar, yang menganggap tindakan pelaku sebagai bentuk pemaksaan atau korupsi. Beberapa orang menyebut uang yang diminta sebagai ‘uang koordinasi,’ yang diterjemahkan sebagai biaya tambahan untuk memastikan kerja yang lancar.

Penyidik Periksa Pelaku

Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, mengonfirmasi bahwa pelaku telah ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut. Menurutnya, aksi pemalakan tersebut menjadi perhatian khusus karena berpotensi merusak reputasi pihak kepolisian dan mengganggu kepercayaan masyarakat.

“Sehubungan dengan video yang beredar, petugas juga telah mengamankan seorang pria berinisial B yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut,”

kata Maman, Senin (27/4/2026). Pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi untuk mengungkap detail lebih lanjut. Maman menjelaskan bahwa penyidik sedang mempelajari latar belakang pelaku, serta alasan di balik permintaan uang yang tidak jelas.

Sebelum ditangkap, pelaku diterima oleh masyarakat sebagai sosok yang terlibat dalam praktik ekonomi lokal. Ia mengklaim bahwa ‘uang koordinasi’ adalah bentuk keharusan yang dibayar setiap pekerja bangunan guna memastikan hubungan kerja yang harmonis. Menurutnya, uang tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan koordinasi atau kepentingan pribadi, meskipun tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim tersebut.

Langkah Kepolisian dalam Penyelidikan

Pihak kepolisian mengungkap bahwa investigasi masih berlangsung untuk memastikan apakah tindakan pelaku termasuk dalam kategori pemalakan atau sekadar praktik komersial yang umum. Maman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru menghakimi kasus ini, karena pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti yang relevan.

“Saat ini yang bersangkutan masih dalam proses permintaan keterangan di Polsek Parung guna pendalaman lebih lanjut,”

jelas Maman. Ia menegaskan bahwa polisi akan memastikan setiap langkah diambil secara profesional dan transparan. Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan melaporkan informasi yang mereka ketahui, terutama jika ada bukti tambahan terkait insiden tersebut.

Peristiwa ini terjadi beberapa hari setelah laporan pertama dari warga yang mengatakan melihat pria tersebut meminta uang dari pekerja bangunan di lokasi proyek. Laporan itu mengungkapkan bahwa pelaku mengunjungi sejumlah pekerja di kawasan tersebut secara berulang, meminta uang tambahan tanpa alasan yang jelas. Beberapa korban mengaku merasa tidak nyaman dengan tindakan tersebut, meskipun ada yang masih mempercayai bahwa ini adalah bentuk kesepakatan antara pelaku dan pekerja.

Peran Masyarakat dalam Memantau Proses

Seiring beredarnya video, warga sekitar mulai memantau proses penyidikan lebih dekat. Beberapa mengatakan bahwa tindakan pelaku menunjukkan sikap koruptif, sementara yang lain menyebutnya sebagai bentuk kebijakan pribadi yang perlu dilihat dari konteksnya. Maman menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menggali lebih dalam, termasuk meninjau transaksi keuangan yang terkait dengan uang koordinasi.

Menurut sumber di lokasi kejadian, video tersebut diunggah pada akhir pekan lalu dan langsung menarik perhatian ribuan netizen. Rekaman itu memperlihatkan pelaku berbicara dengan nada santai, seolah-olah tindakannya adalah hal yang wajar. Namun, warga mempertanyakan kebenaran dari pernyataannya, terutama karena tidak ada bukti pendukung mengenai alasan uang koordinasi tersebut dibayarkan.

Kapolsek Parung juga menjelaskan bahwa proses penangkapan dilakukan setelah petugas menerima laporan resmi dari warga. Sebelumnya, tim penyidik melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan bahwa pria tersebut benar-benar terlibat dalam insiden. Selain itu, pihaknya sedang mengumpulkan saksi-saksi lain yang bisa memberikan informasi lebih jelas tentang kondisi di lapangan.

Maman menambahkan bahwa kepolisian berupaya keras untuk mengungkap aspek-aspek yang mungkin terlewat dalam laporan awal. Ia menjelaskan bahwa uang koordinasi bisa menjadi indikasi lebih luas dari praktik pemalakan di sektor bangunan, yang sering kali terjadi karena kurangnya pengawasan atau kesepakatan informal antara pekerja dan pengusaha. Karena itu, penyidikan tidak hanya fokus pada pelaku individu, tapi juga memperluas ke pihak-pihak terkait.

Sementara itu, warga setempat meminta pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan ini dengan tegas. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa pria tersebut sudah lama dikenal sebagai individu yang tidak jujur dalam urusan keuangan. Dengan penangkapan ini, masyarakat berharap ada penegakan hukum yang konsisten terhadap praktik serupa di masa depan.

Proses Selanjutnya dan Pemantauan

Kapolsek Parung menyatakan bahwa pihaknya sedang menelusuri seluruh aspek kejadian, termasuk memeriksa kebenaran pernyataan pelaku. Menurutnya, selain video, ada beberapa bukti lain yang bisa membantu mengungkap detail insiden tersebut. “Lagi ditelusuri,”

“kata Maman. Proses ini akan memakan waktu beberapa hari hingga semua data diolah secara lengkap. Pihak kepolisian juga berencana mengundang pihak-pihak terkait, seperti perusahaan konstruksi, untuk diwawancarai lebih lanjut.

Kelancaran proses ini sangat bergantung pada kerja sama masyarakat, khususnya para pekerja bangunan yang mungkin memiliki bukti atau saksi. Maman menekankan bahwa pihak kepolisian akan memastikan bahwa tindakan yang dilakukan pelaku adalah tindakan pemalakan, bukan sekadar kesepakatan antara individu. Ia berharap kasus ini menjadi contoh dalam memperkuat kesadaran hukum di masyarakat.

Dalam rangka mendukung proses penyidikan, polisi juga mengimbau warga untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas. Mereka mendorong setiap laporan yang masuk untuk diimbangi dengan bukti yang valid, agar proses penegakan hukum dapat berjalan cepat dan tepat. Sementara itu, pihak kepolisian terus memantau situasi di lokasi kejadian untuk mencegah kemungkinan terjadinya kekacauan lebih lanjut.