Meeting Results: 14 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan

14 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan

Serangan Israel di wilayah selatan Lebanon berlangsung saat gencatan senjata antara kedua belah pihak masih berlangsung. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, 14 korban tewas dalam operasi tersebut, termasuk dua wanita dan dua anak. Ada 37 orang lain yang terluka, sebagian besar akibat serangan udara.

Latar Belakang dan Penjelasan

Dilansir AFP, Senin (27/4), Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa pesawat tempur Israel melakukan serangan di Kfar Tibnit, salah satu dari tujuh lokasi yang diberi peringatan evakuasi. Laporan tersebut menunjukkan adanya korban jiwa, meski detail jumlahnya masih dalam pengecekan.

Media resmi Lebanon menyatakan bahwa militer Israel memulai serangan setelah mengeluarkan instruksi evakuasi kepada tujuh desa di wilayah selatan. Tindakan ini diambil meskipun gencatan senjata dengan Hizbullah, kelompok teroris yang didukung Iran, berlangsung sejak 17 April.

Pernyataan Pihak Israel

“Mengingat pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh organisasi teroris Hizbullah, IDF terpaksa mengambil tindakan tegas terhadapnya,” kata juru bicara militer berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee, pada X. Ia menegaskan bahwa tujuh desa yang menjadi sasaran berada di utara Sungai Litani.

Menurut ketentuan gencatan senjata, Israel memiliki hak untuk bertindak terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung. Militer Israel sebelumnya menegaskan bahwa pasukannya beroperasi dalam garis kuning yang ditetapkan di dekat perbatasan, tempat penduduk Lebanon diberi peringatan untuk tidak kembali.

Operasi ini merupakan bagian dari rangkaian serangan berulang kali yang dilakukan Israel di Lebanon sejak perjanjian gencatan senjata berlaku. Tindakan militer dianggap sebagai respons atas pelanggaran Hizbullah terhadap kesepakatan yang baru diperbarui antara kedua negara.