Table of Contents
Cara Hentikan Adiksi Gawai Anak Menurut Dokter, Pulih dalam 2 Minggu
Pembatasan Penggunaan Gawai
Dalam waktu singkat, kecanduan gadget pada anak bisa diatasi jika orang tua memperketat pengawasan dan mengatur waktu pemakaian. Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH, ahli tumbuh kembang dan dokter anak, menyatakan bahwa kebiasaan ini biasanya berlangsung sekitar 1 hingga 2 minggu, selama orang tua konsisten melibatkan anak dalam aktivitas lain.
“Menurut pengalaman, untuk menghentikan kebiasaan ini biasanya memerlukan waktu 1 hingga 2 minggu jika orang tua membatasi penggunaan gawai secara tuntas, meskipun anak mungkin terlihat sedikit rewel atau mudah marah awalnya,” ujar Bernie saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Mekanisme Kecanduan
Dokter menyebut bahwa rewel atau emosi yang tidak stabil pada awal penghentian biasa terjadi karena otak anak terbiasa menerima rangsangan cepat dari layar gadget. Proses ini terkait pelepasan dopamin yang memicu keinginan untuk mengulangi aktivitas tersebut.
“Aktivitas ini menyebabkan anak secara tidak sadar mengulangi kebiasaan tersebut. Dengan terus-menerus mencari pengalaman serupa, mereka berpotensi mengalami kecanduan atau adiksi terhadap permainan digital,” tambah Bernie.
Strategi Mengalihkan Aktivitas
Untuk mengurangi kegantungan, orang tua diharapkan tidak hanya membatasi penggunaan gawai tetapi juga mengajak anak kegiatan yang lebih menarik. Misalnya, bermain di luar, bermain permainan tradisional, atau melakukan aktivitas sederhana di rumah.
“Dengan beralih ke aktivitas alternatif yang lebih menyenangkan, anak akan secara perlahan mengadaptasi. Berdasarkan pengalaman, periode ini biasanya berlangsung 2 minggu hingga 1 bulan. Jika tidak diberikan, anak cenderung tidak akan kembali mencari gawai,” jelas Bernie.
Peran Orang Tua sebagai Teladan
Bernie menekankan bahwa keberhasilan pemulihan juga bergantung pada contoh yang diberikan orang tua. Anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya.
“Sebisa mungkin pada saat itu orang tua jangan bermain gawai juga di depan anak, yang tentunya anak akan tertarik lagi untuk meminta gawainya kembali,” ujarnya.
