Table of Contents
Iran sebut tak ada kesepakatan dengan AS di satu pertemuan hal wajar
Istanbul, pada hari Minggu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa tidak mencapai kesepakatan dalam satu hari perundingan di Islamabad adalah hal yang normal. Saat berbicara dengan televisi pemerintah Iran, ia menyoroti tingkat ketidakpercayaan yang dalam setelah serangkaian konflik terkini.
“Pembicaraan ini diadakan dalam suasana yang tidak hanya dipenuhi oleh ketidakpercayaan, tetapi juga oleh keraguan dan kecurigaan, setelah perang 40 hari yang untuk kedua kalinya dalam sembilan bulan dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel,” ujarnya.
Baqaei menjelaskan bahwa kondisi perundingan terutama dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik. Meski beberapa kemajuan tercapai, perbedaan pendapat pada dua atau tiga poin utama menghambat proses penyelesaian. Ia tidak memberi penjelasan apakah akan ada pertemuan lanjutan.
Dalam wawancara via media sosial X, pejabat tersebut menambahkan: “Dalam 24 jam terakhir, berbagai aspek topik utama negosiasi telah dibahas, seperti Selat Hormuz, isu nuklir, reparasi perang, pencabutan sanksi, serta penghentian perang terhadap Iran dan kawasan.”
“Keberhasilan proses diplomatik ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, menahan diri dari tuntutan berlebihan, serta mengakui hak dan kepentingan sah Iran,” lanjutnya.
Baqaei juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Pakistan atas kerja sama dalam penyelenggaraan perundingan. Menurut Kantor Berita Mehr, delegasi Iran telah meninggalkan Pakistan setelah pertemuan berlangsung sekitar 21 jam tanpa mencapai kesepakatan.
