Table of Contents
OCBC Catat Pertumbuhan Berkualitas dengan Likuiditas Tetap Kuat
Jakarta, Jumat – Selama tahun 2025, OCBC mencatatkan peningkatan yang signifikan dalam kinerja keuangan. Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, mengatakan bahwa bank tersebut tetap menjaga stabilitas likuiditas dan kekuatan fondasi permodalan meskipun menghadapi tantangan global yang beragam.
Di bawah pengelolaan yang terstruktur, OCBC berhasil mempertahankan keseimbangan antara ekspansi kredit yang terarah, manajemen risiko yang optimal, serta peningkatan penyetoran dana dari nasabah. “Kami fokus pada pertumbuhan jangka panjang, yang terlihat dari peningkatan kinerja dan keberlanjutan basis pelanggan,” jelas Parwati.
“Bank telah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang selektif, pengelolaan risiko yang baik, serta penguatan CASA (Current Account Saving Account) dan basis nasabah yang berkelanjutan. Kinerja ini mencerminkan OCBC yang berfokus pada pertumbuhan jangka panjang,” ucapnya dalam konferensi pers pasca agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025, dari keterangan resmi, Jakarta, Jumat.
Tahun lalu, OCBC mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,1 triliun, naik dari Rp4,9 triliun pada tahun sebelumnya. Dalam periode yang sama, CASA mencapai Rp141,1 triliun, DPK mencapai Rp243,5 triliun, aset tercatat sebesar Rp308,1 triliun, dan ekuitas mencapai Rp43,9 triliun.
Dalam hal transformasi digital, OCBC melaporkan perkembangan yang positif. Jumlah transaksi digital meningkat 46 persen secara tahunan, didukung pertumbuhan pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile Banking sebesar 13 persen, serta peningkatan pengguna OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi sebesar 19 persen. Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp1.500 triliun selama tahun 2025.
Struktur Baru untuk Memperkuat Sinergi Bisnis
Parwati juga menyampaikan bahwa langkah OCBC menjadi perusahaan induk konglomerasi keuangan merupakan strategi untuk meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko secara lebih terpadu. Struktur ini tidak hanya memenuhi persyaratan regulator, tetapi juga memperkuat kerja sama antar unit usaha, efisiensi modal, serta daya saing dalam memenuhi kebutuhan nasabah secara holistik.
