Table of Contents
Pasar Jaya Telah Mengangkut 2.002 Ton Sampah dari Pasar Induk Kramat Jati
Jakarta, Perumda Pasar Jaya telah mengangkut 2.002 ton limbah dalam empat hari terakhir, dengan tujuan membuangnya ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Jumlah ini diperoleh dari 112 kali pengangkutan yang dilakukan sejak 3 hingga 6 April. Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto, mengungkapkan bahwa upaya ini bertujuan mempercepat penanganan tumpukan sampah di area pasar terbesar di Asia Tenggara.
“Sejak tanggal 3 sampai 6 April, sudah ada 112 rit atau sekitar 2.002 ton sampah yang berhasil kami buang ke TPST Bantar Gebang,” ujar Agus Himawan Widiyanto di Jakarta, Selasa.
Untuk mendukung operasi pembersihan, Perumda Pasar Jaya mengerahkan sejumlah truk sampah secara rutin. Total 20 unit kendaraan digunakan setiap hari, dengan kapasitas antara 10 hingga 20 ton. Dari total 112 pengangkutan, 14 unit truk besar dan 98 unit truk tronton dioperasikan secara intensif selama periode tersebut.
Upaya Menuntaskan Masalah Sampah Berlanjut
Pembersihan masih berlangsung hingga saat ini, termasuk dengan bantuan perusahaan swasta. Perumda Pasar Jaya berkomitmen untuk terus memaksimalkan kegiatan ini hingga pasar kembali dalam kondisi bersih dan terorganisir. Namun, tumpukan sampah masih terdapat di beberapa area, meski volumenya telah menurun dibandingkan kondisi pada pekan sebelumnya yang sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 40 truk pengangkut limbah secara bertahap melalui kerja sama dengan penyedia jasa resmi. “Pada tahap awal, 20 truk telah mulai beroperasi sementara sisanya akan ditambahkan bertahap,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, di Jakarta, Kamis (2/4).
Asep menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena terhambatnya pengangkutan sampah selama 18 hari setelah terjadi longsor di TPST Bantargebang. Volume sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati diperkirakan mencapai 5.000 ton. “Penambahan armada ini diharapkan dapat mempercepat proses pembuangan. Kami menargetkan penanganan dapat selesai dalam enam hingga 10 hari ke depan,” tambahnya.
Untuk memastikan pengangkutan berjalan efisien, Pemprov DKI Jakarta mengatur sistem antrean kendaraan di TPST Bantargebang. Seluruh armada diintegrasikan ke dalam skema distribusi sampah yang tetap teratur, sehingga menghindari kepadatan di lokasi. Upaya ini diharapkan membantu menyelesaikan masalah lingkungan yang menghambat operasional pasar tersebut.
