Table of Contents
Jaktim dorong pemilahan sampah demi kurangi beban TPST Bantargebang
Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) memperkenalkan inisiatif pemilahan sampah secara mandiri dari rumah tangga. Tujuan utamanya adalah mengurangi tekanan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat. Dalam pidatonya di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa, Wali Kota Munjiri menyatakan bahwa masyarakat diminta aktif dalam mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan serta memilahnya sejak awal, yaitu di tingkat sumber, untuk mengelola pembuangan secara lebih teratur.
“Kita sudah berkomitmen untuk memperkecil volume sampah dan menyelesaikannya di sumber sesuai aturan. Hari ini saya kumpulkan seluruh jajaran terkait, termasuk dari Dinas Lingkungan Hidup dan pihak swasta yang bekerja sama dalam penanganan sampah anorganik,” jelas Munjirin.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Jaktim telah menjalin kerja sama dengan Pusat Daur Ulang Plastik (PDUP) Ciracas untuk mengelola sampah anorganik. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Bank Sampah di setiap kelurahan yang dibentuk berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor e-0005/SE/2026 dioptimalkan fungsi dan perannya. Satgas ini bertugas mengoordinasikan pengiriman sampah anorganik dari Bank Sampah Unit ke PDUP Ciracas, sekaligus melaporkan aktivitas melalui sistem daring.
Lima kecamatan di wilayah Jaktim, yakni Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, Pasar Rebo, dan Makasar, telah terhubung dengan sistem penampungan sampah terpusat di Bank Sampah Induk Ciracas. Sistem ini menampung sampah anorganik yang telah dipilah masyarakat. Rapat monitoring dan evaluasi pengiriman sampah anorganik ke PDUP Ciracas digelar di Ruang Serbaguna Bambu Apus, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin (6/4).
Rapat tersebut menjadi tindak lanjut dari instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Instruksi ini bertujuan mengatasi masalah TPST Bantargebang yang saat ini telah kelebihan kapasitas. Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menargetkan operasional pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam pekan ini.
Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan bahwa sisa sampah pascaarus balik Lebaran sedang diupayakan segera ditangani dan didistribusikan ke fasilitas pengolahan, termasuk TPST Bantargebang dan RDF Plant. “Kami berkomitmen mempercepat penanganan sampah di dalam kota agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Seluruh jajaran DLH terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal,” tuturnya di Jakarta, Kamis (2/4).
Untuk mengatur arus truk sampah, DLH Jakarta menerapkan pengaturan waktu pengangkutan (shifting). Tujuannya adalah mencegah antrean dan kepadatan di area serta akses ke lokasi. Selain itu, pembatasan kuota tidak dilakukan, melainkan fokus pada pengoptimalan distribusi melalui sistem kerja yang lebih terukur. Pola ini memastikan waktu tunggu truk sampah tetap terkontrol, tidak melebihi tiga jam.
