Rencana Khusus: Kiat atur kesehatan dan finansial lebih baik pascalebaran

Kiat Atur Kesehatan dan Finansial Lebih Baik Pascalebaran

Jakarta, Sabtu – Pascalebaran menjadi waktu ideal untuk mengembalikan keseimbangan hidup. Beberapa pakar mengungkapkan strategi penting agar masyarakat bisa mengelola kondisi kesehatan dan keuangan secara lebih optimal. Mereka menekankan bahwa libur panjang seringkali mengubah kebiasaan makan dan pola hidup yang berdampak pada risiko penyakit. Menurut dr. Juwalita Surapsari, Sp. G.K, seorang spesialis gizi klinik di RSPI – Pondok Indah, indikator kesehatan fisik tidak selalu mencerminkan kondisi yang sempurna.

“Seseorang bisa merasa fit meski ada gangguan metabolik. Deteksi dini melalui pemeriksaan berkala jauh lebih baik daripada mengandalkan pengobatan jangka panjang,” jelas Juwalita dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Dalam acara temu media bertajuk “Better Tomorrow Starts Today Feel Good, Stay Healthy, Be Protected” yang diadakan di Jakarta, Selasa (31/3), Juwalita menyoroti peningkatan konsumsi gula, garam, dan lemak selama libur Lebaran. Data Profil Kesehatan Indonesia 2025 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas semakin menguat di usia 16-30 tahun. Kenaikan ini disebabkan oleh kebiasaan makan dan gaya hidup yang kurang sehat, termasuk rendahnya aktivitas fisik di tengah era digital.

Dona Agnesia, seorang pembawa acara dan model, menambahkan bahwa rutin berolahraga harus menjadi kebutuhan alami. Kesibukan seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan aspek kesehatan. Dari sisi keuangan, Yan Ardhianto Handoyo, kepala fakultas Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life, menjelaskan bahwa ketahanan finansial bergantung pada disiplin pengelolaan dana, serta persiapan dana darurat dan perlindungan finansial.

“Pascalebaran adalah kesempatan untuk mereset keuangan. Langkah sederhana seperti mengatur aliran dana, mengendalikan utang, dan menyisihkan dana darurat bisa mencegah risiko keuangan jangka panjang,” ujar Yan dalam wawancara yang sama.

Menurut Yan, libur panjang sering mengakibatkan peningkatan pengeluaran, mulai dari kebutuhan mudik hingga pemberian hadiah. Hal ini membutuhkan rencana pemulihan keuangan yang terstruktur agar tidak memicu utang konsumtif. Pemimpin HR & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, menegaskan bahwa kesehatan dan keuangan harus dipertahankan secara seimbang. Pola hidup sehat membutuhkan perlindungan finansial, sementara proteksi tanpa pengelolaan dana yang disiplin tidak akan efektif.

Pascalebaran menjadi momen kritis untuk memulihkan keadaan. Tidak hanya kesehatan fisik yang perlu diperhatikan, tetapi juga stabilitas keuangan. Dengan menggabungkan disiplin mengelola anggaran dan menjaga gaya hidup sehat, masyarakat bisa membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan.

John Anderson

Writer

Explore Topics

Most Popular

  • All Posts
  • All Sport
  • ASEAN
  • Berita
  • Bisnis
  • Bola Basket
  • Bursa
  • Cekfakta
  • Dunia
  • edukasi
  • Ekonomi
  • Global
  • Hiburan
  • Hukum
  • Humaniora
  • Hype
  • Indonesia
  • Internasional
  • Kehidupan
  • Kisah Inspiratif
  • Kolaborasi
  • Kumparannews
  • Lenggang Jakarta
  • Lifestyle
  • Liga Inggris
  • Liga Spanyol
  • Liga-Liga Lain
  • Lintas Kota
  • Manfaat
  • Megapolitan
  • Melindungi Tuah Marwah
  • Metro
  • metropolitan
  • News
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Politik
  • Politik Dan Hukum
  • Read
  • Regional
  • Research
  • Sepak Bola
  • Syariah
  • Tech
  • Tekno
  • Teknologi
  • Tips Donasi
  • Tren
  • Uang
  • Warta Bumi

About Us

ceritaberkat.com adalah blog yang berisi tentang informasi-informasi manfaat kebaikan dan moto kehidupan yang dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk di terapkan sehari-hari.

© 2025 Cerita Berkat. All Rights Reserved.