Table of Contents
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala
Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, menekankan pentingnya evaluasi rutin terhadap kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang diberlakukan setiap hari Jumat. Kebijakan ini dianggap perlu ditinjau kembali agar tetap efektif.
Khozin menyatakan bahwa evaluasi akan membantu memastikan kebijakan tersebut berhasil mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan menjaga kualitas pelayanan publik di semua lembaga pemerintah. Ia menekankan bahwa pemerintah harus terus memantau dampak kebijakan ini.
Target Pemerintah dan Evaluasi Berkala
Pemerintah menyatakan akan mengawasi ketat dan melibatkan berbagai sektor untuk memastikan kebijakan WFH tidak mengganggu kinerja pegawai negeri sipil (PNS) maupun produktivitas kerja. Khozin menilai evaluasi berkala sangat penting agar tujuan kebijakan ini tercapai secara optimal.
“Kami meminta penerapan WFH setiap Jumat ini diperiksa secara berkala dan dipantau dengan konsisten. Pastikan target penghematan BBM tercapai, namun layanan publik tetap maksimal,” ujar Khozin dalam keterangannya, Selasa (31/3), dikutip dari ANTARA.
Kebijakan WFH juga diharapkan bisa menjadi momentum untuk meningkatkan sistem transportasi umum dan mengurangi polusi udara di berbagai wilayah. Khozin menyarankan kolaborasi antar kementerian dan lembaga agar manfaatnya meluas.
Khozin mengingatkan bahwa pelaksanaan WFH perlu diawasi dengan ketat, baik oleh pusat maupun daerah. Ia menyebut ada risiko kebijakan ini berubah menjadi liburan panjang, yang bisa mengurangi fokus pegawai.
Sebelumnya, kebijakan WFH bagi ASN setiap hari Jumat telah resmi diberlakukan sejak 1 April 2026. Kementerian juga memberi panduan serupa kepada sektor swasta.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomi, Airlangga Hartarto, mengungkapkan kebijakan ini akan dievaluasi setelah dua bulan diterapkan. Namun, sejumlah sektor seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan dikecualikan dari aturan tersebut, serta sektor strategis seperti energi dan logistik.
