Table of Contents
Prabowo Tegaskan Akan Keluar dari BoP jika Tak Dukung Kemerdekaan Palestina
JAKARTA – Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, menegaskan bahwa negara ini memilih bergabung dengan Board of Peace (BoP) setelah melalui evaluasi mendalam, dengan maksud memperkuat upaya mencapai kemerdekaan penuh bagi Palestina. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi di kediaman Prabowo di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dihadiri sejumlah ahli dan jurnalis berpengalaman, seperti dilaporkan Jumat (20/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP dimulai pada 23 September 2025, saat ia memberikan pidato di Sidang Umum PBB. Saat itu, ia menekankan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina serta mendorong solusi dua negara. Beberapa jam setelahnya, Prabowo bersama tujuh kepala negara Muslim dari Group of Eight, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir, diundang oleh Presiden AS Donald Trump untuk pertemuan khusus.
“We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel,”
Dalam pertemuan itu, Trump disebut meminta negara-negara anggota Group of Eight untuk mendukung 21-point plan, yaitu rencana menciptakan perdamaian berkelanjutan di wilayah Gaza. Prabowo menyatakan bahwa rincian proposal tersebut dibacakan oleh utusan khusus AS Steve Witkoff, dan ia tertarik pada poin ke-19 serta ke-20 yang menjelaskan Palestina diberi kesempatan menjadi bangsa mandiri serta menentukan masa depannya. Selain itu, terdapat poin tentang fasilitasi dialog antara Israel dan Palestina agar hidup berdampingan secara harmonis.
Berdasarkan pembahasan, Prabowo menyatakan bahwa BoP diperkenalkan beberapa saat setelah pertemuan itu, dan telah diadopsi dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Kedelapan negara mayoritas Muslim tersebut kembali berkonsultasi apakah akan bergabung atau tidak. Mereka menyimpulkan bahwa partisipasi dalam BoP memberikan kesempatan lebih besar untuk memengaruhi kebijakan yang berpijak pada kepentingan Palestina.
“Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina,”
Menurut Prabowo, langkah tersebut lebih realistis dan konkret dibandingkan memilih tidak bergabung. “Kalau di luar (BoP), kita tidak bisa (memperjuangkan Palestina). Jadi, akhirnya kita putuskan, kita masuk,” tambahnya.
Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia siap mundur dari BoP jika hasil keputusan dewan tersebut tidak sesuai dengan kepentingan nasional atau Palestina. Ia menjelaskan bahwa keluar dari BoP bisa dilakukan tanpa perlu berkonsultasi lebih dulu dengan anggota Group of Eight lainnya. “Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar,” ujarnya.
Prabowo berharap bahwa Indonesia dan anggota Group of Eight lainnya dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya mencapai perdamaian jangka panjang di Palestina. “Jadi, saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina,” tuturnya.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
