Berita

Orang Hilang Usai Kapal Pinisi Tenggelam di TN Komodo: WNI Dive Master

kapal-tenggelam-labuan-bajo-1791889657938_169
Foto : David Wilson - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Seorang Dive Master Masih Dicari Setelah Kapal Feronia Tenggelam di Batu Bolong
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Seorang Dive Master Masih Dicari Setelah Kapal Feronia Tenggelam di Batu Bolong

Ceritaberkat.com – Tim pencarian masih berupaya menemukan Veronica Beatrix Jessica, seorang perempuan berusia 23 tahun yang belum ditemukan setelah kapal pinisi Feronia tenggelam di perairan Batu Bolong, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Veronica merupakan warga negara Indonesia yang menjalankan tugas sebagai pemandu kegiatan menyelam atau dive master di kapal tersebut. Dalam perjalanan itu, ia mendampingi wisatawan dari sejumlah negara yang mengikuti aktivitas wisata bahari di kawasan Komodo.

Kapal Feronia saat insiden membawa total 30 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 25 penumpang serta lima awak kapal, termasuk nakhoda. Nama Veronica tercantum dalam manifest pada urutan ke-23 dari daftar 25 penumpang, bersama 24 wisatawan lintas negara lainnya.

Terjebak di Toilet Kapal

Nakhoda Feronia, Isran, menjelaskan bahwa sebagian besar penumpang berada di upper deck, atau area dek bagian atas, ketika kapal mengalami kecelakaan. Namun, Veronica berada di toilet kapal dan diduga tidak sempat keluar ketika Feronia mulai tenggelam.

Seluruh penumpang lain serta kru kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Veronica menjadi satu-satunya orang yang belum ditemukan setelah proses penyelamatan awal dilakukan.

“(Yang hilang) tour guide. Ya, dive master,”

Pernyataan itu disampaikan Isran di Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada malam 14 Oktober 2026. Ia menerangkan bahwa dalam situasi darurat, prioritas utama awak kapal adalah mengeluarkan para penumpang dari kapal dan menempatkan mereka di alat keselamatan.

Isran mengatakan ia segera membuka liferaft untuk membantu evakuasi. Pada saat itu, ia belum menyadari bahwa ada satu orang yang masih tertinggal di dalam Feronia. Kondisi tersebut baru diketahui setelah jumlah orang yang berhasil dievakuasi dihitung kembali.

“Itu setelah kami hitung jumlah tamu dengan guide baru saya tahu ada orang (Veronika tertinggal dalam kapal)”

Perhitungan ulang tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan insiden di laut. Dalam perjalanan wisata yang membawa banyak penumpang, manifest berfungsi untuk memastikan identitas dan jumlah orang di kapal dapat dicocokkan setelah evakuasi. Data itu membantu petugas dan awak kapal mengenali siapa yang sudah selamat serta siapa yang masih perlu dicari.

Status Veronica dalam Manifest

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, membenarkan bahwa Veronica bekerja sebagai dive master. Meski demikian, profesi tersebut tidak dicantumkan secara khusus dalam manifest perjalanan Feronia.

Dalam dokumen manifest, Veronica tercatat sebagai penumpang. Stephanus menjelaskan bahwa pencatatan tersebut tidak berarti perannya sebagai pemandu selam diabaikan, melainkan berkaitan dengan format daftar orang yang berada di kapal saat berlayar.

“Manifes hanya berisi nama penumpang dan kru. Dia dive master, pemilik kapal, wartawan naik kapal ditulis sebagai penumpang,”

Keterangan itu disampaikan Stephanus pada Rabu, 14 Oktober 2026 pagi. Dengan demikian, posisi Veronica sebagai dive master tetap diketahui dalam rangkaian kegiatan wisata di Feronia, walaupun administrasi manifest menempatkannya dalam kategori penumpang.

Pencarian Berfokus pada Keselamatan Korban

Tenggelamnya kapal di perairan Batu Bolong menjadi perhatian karena lokasi tersebut berada di wilayah Taman Nasional Komodo, salah satu kawasan wisata bahari yang dikenal dengan kegiatan selam dan kunjungan kapal wisata. Dalam kondisi seperti ini, keselamatan penumpang, kru, serta pemandu aktivitas menjadi fokus utama setelah proses evakuasi dilakukan.

Veronica memiliki peran penting dalam perjalanan tersebut karena mendampingi aktivitas diving para wisatawan. Sebagai dive master, ia menjalankan fungsi pemandu dalam kegiatan selam yang diikuti penumpang kapal. Namun, saat kecelakaan terjadi, ia dilaporkan berada di dalam toilet, sementara penumpang lain berada di dek atas.

Perbedaan lokasi setiap orang ketika kapal mengalami keadaan darurat dapat memengaruhi kecepatan proses penyelamatan. Dalam kasus Feronia, awak kapal baru menyadari adanya satu orang yang belum terdata selamat setelah pemeriksaan jumlah penumpang dan kru dilakukan seusai evakuasi.

Hingga informasi ini disampaikan, Veronica Beatrix Jessica masih belum ditemukan. Ia merupakan satu-satunya orang yang hilang dalam peristiwa tenggelamnya kapal pinisi Feronia di perairan Batu Bolong. Sementara itu, 29 orang lainnya, yaitu 24 penumpang dan lima awak kapal, telah berhasil dievakuasi dengan selamat.

Insiden ini juga menegaskan pentingnya pencocokan manifest setelah keadaan darurat di laut. Pencatatan nama yang lengkap memungkinkan proses pencarian difokuskan dengan lebih jelas, terutama ketika sebuah kapal membawa penumpang dari berbagai negara serta tenaga pendamping kegiatan wisata.

Keluarga, rekan kerja, dan pihak yang terlibat dalam pencarian kini menunggu kabar mengenai keberadaan Veronica. Upaya menemukan dive master asal Indonesia itu menjadi bagian paling mendesak dari penanganan kecelakaan Feronia di kawasan perairan Taman Nasional Komodo.

Frequently Asked Questions

What is Orang Hilang Usai Kapal Pinisi Tenggelam?

Orang Hilang Usai Kapal Pinisi Tenggelam is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Orang Hilang Usai Kapal Pinisi Tenggelam matter?

Orang Hilang Usai Kapal Pinisi Tenggelam matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.