Polisi Geledah Rutan Depok Usai Viral Napi Pesta Narkoba
Daftar Isi
Ceritaberkat.com – Polisi Geledah Rutan Depok Usai video yang memperlihatkan sejumlah narapidana diduga berpesta narkoba dan berjoget di dalam rumah tahanan tersebut viral. Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan untuk mengungkap dugaan peredaran narkoba serta keterlibatan pihak-pihak yang membantu kegiatan itu.
Kapolres Metro Depok Kombes Christian Rony Putra mengatakan penggeledahan telah dilakukan setelah laporan diterima oleh Satuan Reserse Narkoba. Namun, barang bukti sabu yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut tidak ditemukan ketika petugas melakukan pemeriksaan di Rutan Depok.
"Yang jelas laporan dari Kasat Narkoba sudah dilakukan penggeledahan, sabunya tidak ada lagi karena itu kejadiannya tanggal 27. Pada saat penggeledahan kemarin tanggal 4, seperti itu," kata Christian kepada wartawan, Senin (5/10/2026).
Polisi Geledah Rutan Depok Usai Video Pesta Narkoba Viral
Polisi Geledah Rutan Depok Usai beredarnya rekaman yang memicu perhatian publik terhadap pengawasan di dalam rutan. Pemeriksaan tidak hanya diarahkan pada keberadaan narkoba, tetapi juga pada dugaan adanya fasilitas atau bantuan yang memungkinkan para narapidana menggelar pesta di area tahanan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Christian menyebut ada dua pegawai rutan yang terindikasi terlibat. Salah seorang diduga menyediakan sabu, sedangkan pegawai lainnya diduga menyediakan alat musik yang digunakan dalam kegiatan tersebut.
"Tapi berdasarkan fakta hasil pemeriksaan dari Kasat Narkoba memang ada dua orang yang indikasi terlibat. Satu menyediakan sabu, satu menyediakan alat musik," kata Christian.
Kedua pegawai itu akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menegaskan pemeriksaan diperlukan untuk memperjelas peran masing-masing pihak dan memastikan penanganan perkara berjalan sesuai fakta yang ditemukan penyidik.
Christian mengatakan langkah hukum dan pemeriksaan terhadap oknum pegawai diharapkan memberi efek jera. Dengan begitu, peristiwa serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pemasyarakatan yang semestinya berada dalam pengawasan ketat.
"Jadi kami nanti akan melakukan pemeriksaan ke oknum (pegawai rutan) ada dua orang itu supaya nanti ke depan ada efek jera supaya tidak terulang lagi," imbuhnya.
Dua Pegawai Rutan Diperiksa dan Berpotensi Dijatuhi Sanksi
Meski terdapat dugaan keterlibatan, hasil tes urin terhadap dua pegawai tersebut dilaporkan negatif. Temuan itu menjadi salah satu bagian dari pemeriksaan, sementara penyidik tetap mendalami dugaan penyediaan narkoba dan alat-alat yang dipakai dalam pesta.
Untuk penjatuhan sanksi, Christian menyatakan pihak kepolisian akan menyampaikan hasil pemeriksaan kepada Kepala Lapas. Bentuk sanksinya dapat berupa tindakan administratif maupun sanksi berdasarkan kode etik, bergantung pada hasil pendalaman terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan.
"Jadi mungkin setelah dilakukan pemeriksaan, kami akan sampaikan ke Kepala Lapas supaya yang dua orang ini bisa diberikan sanksi, apakah itu administratif atau sanksi kode etik dan sebagainya, tergantung dari hasil," jelasnya.
Polisi Geledah Rutan Depok Usai kejadian tersebut menjadi perhatian karena dugaan pesta narkoba di dalam tahanan menyangkut pengamanan dan integritas petugas. Penelusuran terhadap alur masuknya narkoba serta alat pendukung kegiatan masih menjadi bagian penting dari investigasi.
Kemen Imipas Lakukan Investigasi Internal
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga memberikan tanggapan atas dugaan pesta narkoba di Rutan Depok. Irjen Kemen Imipas Komjen Rudi Setiawan mengatakan pihaknya telah memperoleh informasi dan mendiskusikan dugaan keterlibatan pegawai dalam penyediaan narkoba serta perlengkapan pesta.
"Terkait di Depok, ini kami sudah melihat sebenarnya, bukan belum memperoleh, dapat informasi yang riil dari Kanwil, tapi kami sudah diskusikan bahwa ada pegawai kami yang turut membantu menyediakan narkoba dan menyediakan alat-alat yang digunakan untuk berpesta," jelas Rudi di kantor Kemen Imipas, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).
Rudi menegaskan investigasi internal telah dilakukan. Kemen Imipas menyatakan pelanggaran oleh pegawai akan ditindak tegas setelah seluruh fakta dan peran pihak yang terkait didalami.
"Tentunya ini akan kami dalami dan pasti akan dijatuhkan hukuman ya," ujar Rudi.
FAQ Seputar Penggeledahan Rutan Depok
Mengapa polisi melakukan penggeledahan di Rutan Depok?
Penggeledahan dilakukan setelah video yang diduga memperlihatkan narapidana berjoget dan berpesta narkoba di dalam Rutan Depok viral. Langkah ini bertujuan mendalami dugaan peredaran narkoba dan pihak yang membantu kegiatan tersebut.
Apakah sabu ditemukan saat penggeledahan?
Menurut keterangan Kapolres Metro Depok, sabu tidak ditemukan ketika penggeledahan dilakukan. Peristiwa dalam video disebut terjadi pada tanggal 27, sedangkan penggeledahan berlangsung pada tanggal 4.
Siapa yang diduga terlibat dalam kasus ini?
Polisi menyebut ada dua pegawai rutan yang terindikasi terlibat. Satu orang diduga menyediakan sabu dan satu orang lainnya diduga menyediakan alat musik.
Apakah kedua pegawai tersebut positif narkoba?
Kedua pegawai telah menjalani tes urin dan hasilnya negatif. Namun, pemeriksaan atas dugaan keterlibatan mereka dalam penyediaan narkoba dan perlengkapan pesta tetap berlanjut.