Berita

Mau Swasembada Lebih Kokoh, Zulhas Ungkap Skema Perkuat Ketahanan Pangan RI

ketum-pan-zulkifli-hasan-1789738257268_169
Foto : Nancy Williams - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Pemerintah Siapkan Langkah Lanjutan untuk Memperkuat Ketahanan Pangan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Pemerintah Siapkan Langkah Lanjutan untuk Memperkuat Ketahanan Pangan

Ceritaberkat.com – Pemerintah menyiapkan sejumlah penguatan di sektor pangan agar target swasembada Indonesia tidak hanya tercapai, tetapi juga memiliki fondasi yang semakin kuat. Pengembangan varietas baru dan pemanfaatan mekanisasi menjadi dua arah utama yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam upaya meningkatkan kemampuan produksi pangan nasional.

Langkah tersebut dipandang penting karena ketahanan pangan tidak berhenti pada tersedianya bahan makanan dalam jangka pendek. Produksi perlu terus didorong agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menghadapi perubahan kondisi pertanian, serta menjaga keberlanjutan pasokan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menyampaikan bahwa sejumlah capaian di bidang pangan telah terlihat. Namun, pemerintah ingin melanjutkan hasil tersebut dengan strategi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Seperti kan kita tadi Pak Presiden mengatakan dua tahun. Ada yang sudah berhasil seperti pangan, sudah berhasil, ya. Tentu kita akan lebih berhasil lagi, kita akan kembangkan varietas baru, mekanisasi, kan gitu,” kata Zulhas usai perayaan HUT PAN ke-28 di JCC, Jakarta, Jumat (19/9/2026).

Varietas Baru dan Mekanisasi Jadi Fokus

Pengembangan varietas baru dapat menjadi bagian penting dalam peningkatan hasil pertanian. Varietas yang lebih sesuai dengan kebutuhan produksi diharapkan memberi ruang bagi petani untuk mengoptimalkan lahan yang mereka kelola. Sementara itu, mekanisasi dapat membantu proses budidaya menjadi lebih efisien, mulai dari pengolahan lahan hingga kegiatan panen.

Dalam praktiknya, penguatan produksi pangan membutuhkan keterhubungan antarkebijakan. Ketersediaan benih, dukungan alat pertanian, kemampuan petani menggunakan teknologi, serta kelancaran distribusi merupakan unsur yang saling berkaitan. Karena itu, pengembangan varietas dan mekanisasi bukan sekadar penambahan program, melainkan bagian dari upaya memperkuat rantai pangan secara menyeluruh.

Zulhas menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki pekerjaan yang sedang berjalan. Berbagai program tersebut akan terus dikejar untuk membuat swasembada pangan Indonesia semakin kokoh.

“Lanjut, ya. Agar kita betul-betul kokoh swasembadanya. Tapi kan ada juga yang on going,” ujarnya.

Target swasembada yang kuat juga berkaitan dengan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan dari hasil produksi dalam negeri. Ketika produksi nasional terus diperkuat, sektor pertanian dapat memperoleh peran yang semakin besar dalam menopang kebutuhan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Program Kampung Nelayan Ditargetkan Bertambah

Selain menaruh perhatian pada produksi pangan dari sektor pertanian, pemerintah juga mengarahkan langkah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Salah satu rencana yang disebut Zulhas adalah pembangunan 2.000 kampung nelayan pada tahun depan. Presiden telah menyetujui target tersebut.

“Nah ini kita kejar, fokus ini akan kita kejar, ini Pak ketuanya, kebetulan kader PAN juga beliau. Ya tahun depan itu 2.000. Presiden setuju tadi. 2.000 kampung nelayan,” sebutnya.

Rencana kampung nelayan memperlihatkan bahwa pembahasan ketahanan pangan mencakup lebih dari satu sektor. Hasil laut juga menjadi bagian dari kebutuhan pangan masyarakat, sementara nelayan memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan produk perikanan. Penguatan kawasan nelayan diharapkan memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Peningkatan kesejahteraan nelayan dan penguatan desa dapat berjalan seiring dengan agenda pangan nasional. Daerah pesisir maupun pedesaan memiliki potensi ekonomi yang berbeda-beda, sehingga kebijakan yang dijalankan perlu memberi ruang bagi pertumbuhan aktivitas lokal. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga dapat menjangkau komunitas yang menjadi penopang produksi pangan.

Desa Didorong Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Zulhas juga menyinggung peran Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, yang berasal dari PAN. Sebagai Ketua Umum PAN, Zulhas menyatakan akan mengarahkan kader partainya yang berada di pemerintahan untuk memperkuat ekonomi di berbagai daerah.

“Kita kerjain lagi habis segala macem, gitu. Ini juga kampung-kampung desa, desa itu menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, sekarang kita garap sekarang,” ujarnya.

Gagasan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi memiliki kaitan langsung dengan agenda ketahanan pangan. Banyak aktivitas produksi pangan berlangsung di daerah, sehingga kemajuan ekonomi desa dapat mendukung penguatan sektor tersebut. Ketika desa memiliki aktivitas ekonomi yang berkembang, masyarakat setempat berpeluang memperoleh manfaat lebih besar dari kegiatan produksi, pengolahan, dan perputaran usaha.

Penguatan varietas pangan, penerapan mekanisasi, pembangunan kampung nelayan, serta pengembangan ekonomi desa menjadi rangkaian agenda yang saling melengkapi. Produksi pertanian memerlukan dukungan teknologi, nelayan membutuhkan perhatian terhadap kesejahteraan, dan desa perlu memperoleh ruang sebagai pusat kegiatan ekonomi.

Keberhasilan agenda ini akan bergantung pada pelaksanaan program di lapangan serta kesinambungan kebijakan yang telah direncanakan. Pemerintah menempatkan penguatan swasembada sebagai pekerjaan berkelanjutan, dengan tujuan membangun ketahanan pangan yang lebih mantap bagi Indonesia.

Frequently Asked Questions

What is Mau Swasembada Lebih Kokoh Zulhas Ungkap?

Mau Swasembada Lebih Kokoh Zulhas Ungkap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mau Swasembada Lebih Kokoh Zulhas Ungkap matter?

Mau Swasembada Lebih Kokoh Zulhas Ungkap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.