Berita

Sahroni Minta Abah Setu Ditersangkakan Meski Minta Maaf Usai Hina Nabi

wakil-ketua-komisi-iii-dpr-ri-ahmad-sahroni-1788781432184_169
Foto : Nancy Williams - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Sahroni Desak Polisi Tetapkan Abah Setu sebagai Tersangka
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Sahroni Desak Polisi Tetapkan Abah Setu sebagai Tersangka

Ceritaberkat.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepolisian mengambil langkah hukum tegas terhadap Asep Setiawan, yang dikenal sebagai Abah Setu. Pimpinan Majelis Darul Nurul Hikam di Bekasi itu sebelumnya telah memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf terkait dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Sahroni menilai permintaan maaf tidak serta-merta menghentikan kebutuhan untuk mendalami perkara. Ia mendukung proses penegakan hukum apabila penyelidikan polisi menemukan unsur pidana dalam pernyataan yang ramai dibicarakan publik tersebut.

“Saya dukung polisi segera tetapkan tersangka dan penjarakan, karena sudah melakukan penghinaan terhadap agama Islam,” kata Sahroni saat dihubungi, Jumat (11/9/2026).

Ia menekankan bahwa isu yang menyangkut penghinaan terhadap keyakinan agama tidak semestinya diperlakukan sebagai persoalan ringan. Bagi Sahroni, penanganan yang jelas diperlukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi dan setiap pihak memahami batas dalam menyampaikan pandangan di ruang publik maupun forum keagamaan.

“Sunggguh sangat keterlaluan dan ini tidak bisa dianggap sepele, agar jadi pelajaran buat kita semua bahwa pelecehan agama apapun tidak boleh,” tegas dia.

Klaim Rekaman Disebut Hasil Edit AI

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pernyataan Abah Setu mengenai video yang beredar di media sosial. Ia disebut mengklaim materi tersebut telah dipotong atau diedit menggunakan kecerdasan buatan. Sahroni berpandangan bahwa keaslian rekaman dan kemungkinan adanya manipulasi harus diuji secara profesional oleh aparat penyidik.

“Yang bisa buktikan AI atau tidak itu kepolisian, saya duga itu benar, asli, dan benar-benar asli,” tutur dia.

Pemeriksaan terhadap rekaman digital menjadi bagian penting dalam perkara yang berawal dari konten viral. Polisi dapat menelaah sumber video, rangkaian utuh percakapan, konteks penyampaian, hingga kemungkinan perubahan pada materi sebelum tersebar luas. Langkah itu diperlukan agar kesimpulan hukum tidak hanya didasarkan pada potongan video yang beredar di media sosial.

Perdebatan mengenai penggunaan AI dalam pembuatan atau pengubahan konten juga menunjukkan pentingnya verifikasi digital. Klaim tentang manipulasi teknologi perlu dibuktikan dengan pemeriksaan, bukan sekadar pernyataan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Permintaan Maaf Disampaikan dalam Klarifikasi

Polda Metro Jaya telah meminta klarifikasi dari Asep Setiawan terkait dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Dalam forum tersebut, Abah Setu menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya yang memicu keberatan di tengah masyarakat.

“Dalam forum tersebut, Asep Setiawan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menimbulkan keberatan di tengah masyarakat. Sementara itu, informasi dan keterangan yang telah diperoleh masih dalam pendalaman oleh pihak kepolisian,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (10/9).

Klarifikasi dan mediasi berlangsung di Mapolres Metro Bekasi. Sejumlah unsur turut dilibatkan, antara lain MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Kehadiran berbagai pihak dalam proses tersebut diarahkan untuk membantu menjaga kondisi lingkungan tetap tenang sambil proses kepolisian berjalan.

Permintaan maaf dapat menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan sosial, tetapi pendalaman oleh penyidik tetap dilakukan. Polisi masih mengumpulkan informasi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menentukan langkah lanjutan sesuai hasil pemeriksaan.

“Kepolisian selanjutnya tetap mendalami peristiwa tersebut, memantau dan berkomunikasi dengan para pihak guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” kata Budi.

Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri. Aparat mengingatkan agar warga menjaga ketertiban dan menghindari perbuatan yang justru dapat memicu gangguan keamanan.

“Masyarakat juga diimbau tetap menjaga ketenangan serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban,” imbuhnya.

Video Viral Memicu Reaksi Warga

Kasus ini mencuat setelah sebuah video yang menampilkan Abah Setu berbicara di hadapan jemaah tersebar di media sosial. Dalam rekaman itu, ia menyinggung Nabi Muhammad SAW dan menyebut pengikutnya “terjebak syariat”. Ucapan berikutnya memicu kontroversi karena dipandang sebagai dugaan penghinaan terhadap Nabi.

Dalam video yang sama, Abah Setu juga meminta pengikutnya tidak mengikuti kegiatan mengaji di Majelis Dzikir Nurul Hikam yang dipimpinnya. Materi tersebut kemudian memancing reaksi warga hingga lokasi majelis menjadi perhatian publik.

Pada Senin (7/9) malam, massa mendatangi Majelis Darul Nurul Hikam. Situasi ini memperlihatkan sensitivitas isu keagamaan di masyarakat, terutama ketika suatu pernyataan dianggap menyentuh figur atau ajaran yang dihormati umat.

Proses hukum dan dialog dengan tokoh masyarakat kini menjadi dua hal yang berjalan bersamaan. Pendalaman fakta oleh kepolisian diharapkan dapat memberikan kejelasan atas isi video, konteks pernyataan, serta tanggung jawab pihak yang terlibat, tanpa mengabaikan kebutuhan menjaga keamanan dan ketenangan warga.

Frequently Asked Questions

What is Sahroni Minta Abah Setu Ditersangkakan Meski?

Sahroni Minta Abah Setu Ditersangkakan Meski is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sahroni Minta Abah Setu Ditersangkakan Meski matter?

Sahroni Minta Abah Setu Ditersangkakan Meski matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.