Berita

Pilu Sekeluarga Jadi Korban Jiwa Kecelakaan Beruntun di Jakbar

kecelakaan-beruntun-melibatkan-sejumlah-mobil-dan-motor-di-kembangan-jakarta-barat-1788608087094_169
Foto : William Martinez - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Tiga Nyawa Sekeluarga Padam dalam Tabrakan Beruntun di Turunan Kembang Kerep
  2. Korban dan Penanganan Medis
  3. Tindak Lanjut Kepolisian
  4. Related Reading
  5. Frequently Asked Questions

Tiga Nyawa Sekeluarga Padam dalam Tabrakan Beruntun di Turunan Kembang Kerep

Ceritaberkat.com – Sebuah insiden lalu lintas yang menggemparkan kawasan Kembangan, Jakarta Barat, merenggut nyawa tiga anggota keluarga dalam satu malam. Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga unit mobil dan satu sepeda motor di Jalan Kembang Kerep, Puri Kembangan, terjadi pada Sabtu sore, 5 September 2026, sekitar pukul 15.56 WIB. Rangkaian benturan itu mengakhiri hidup seorang ayah, ibunya, dan anak perempuan mereka yang baru berusia tujuh tahun.

Jalan Kembang Kerep merupakan ruas jalan yang memiliki karakter turunan cukup curam, sehingga kecepatan kendaraan kerap meningkat saat melintas. Kondisi tersebut, ditambah lengangnya arus lalu lintas pada waktu kejadian, menjadi faktor yang memperparah dampak tabrakan. Ketika kendaraan kehilangan kendali di titik turunan, jarak pengereman menjadi sangat terbatas dan risiko fatal melonjak drastis.

Rangkaian Tabrakan yang Terjadi

Berdasarkan keterangan yang beredar di lokasi, kendaraan yang menjadi pemicu awal adalah sebuah mobil listrik berwarna putih berplat B-2703-BNA. Mobil tersebut berada di posisi paling belakang dari barisan kendaraan yang melaju cepat di turunan. Benturan beruntun terjadi ketika mobil listrik itu menabrak bagian belakang kendaraan di hadapannya, kemudian oleng ke sisi kanan jalan dan menghantam tiang listrik.

Dalam kekacauan itu, sebuah sepeda motor berplat B-B-4915-BCD yang sedang berhenti di pinggir jalan tersambar oleh kendaraan yang telah kehilangan kendali. Tiga orang yang berada di atas motor tersebut—diduga seorang suami, istri, dan anak kecil—terlempar akibat benturan keras. Anak perempuan berusia tujuh tahun terlepas dari kendaraan dan terseret hingga masuk ke kolong ban mobil yang berada paling depan.

Kesaksian Warga di Lokasi Kejadian

Asep, seorang saksi mata yang berada di sekitar lokasi, menggambarkan bagaimana situasi jalan yang sepi membuat kendaraan melaju tanpa kehati-hatian. Ia menuturkan bahwa tabrakan melibatkan tiga mobil—Toyota Fortuner, Daihatsu Avanza, dan satu mobil listrik putih—serta satu sepeda motor.

“Kecelakaan melibatkan tiga mobil, Fortuner, Avanza, dan satu mobil listrik warna putih, serta satu motor. Mobil listrik yang paling belakang menabrak kendaraan di depannya secara beruntun lalu oleng ke kanan dan menabrak tiang listrik.”

Asep menambahkan bahwa posisi sepeda motor saat insiden terjadi berada di tepi jalan, bukan di lajur utama. Kendaraan yang kehilangan kendali kemudian menyapu motor tersebut.

“Korban naik motor bertiga, diduga sekeluarga, suami, istri dan anak. Posisi mereka di pinggir, lalu kesamber.”

Ia juga menjelaskan nasib tragis anak kecil yang menjadi penumpang di belakang. Balita itu terlepas dari motor dan terseret ke bawah kendaraan. Sementara itu, pengendara laki-laki mengalami luka kritis dan menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit.

“Anak kecilnya terlepas dari motor dan masuk ke kolong ban mobil paling depan. Pengendara pria sempat kritis dan meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit.”

Korban dan Penanganan Medis

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Dua korban tewas di tempat kejadian, sedangkan satu korban lainnya sempat mendapat penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal. Selain itu, empat orang lainnya mengalami luka dan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang meninggal dunia, terdiri atas pengendara sepeda motor, seorang perempuan yang menjadi penumpang, serta seorang anak.”

Para korban yang tewas diketahui berasal dari kawasan Meruya, Jakarta Barat. Pengendara mobil listrik putih yang mengalami luka-luka telah dievakuasi dari lokasi. Dua pengemudi kendaraan lainnya dilaporkan tidak mengalami cedera serius.

Identitas Korban

Berikut daftar korban sebagaimana dirilis oleh pihak kepolisian:

Korban meninggal dunia:

1. Andi Prasetyo (40), laki-laki, pengemudi sepeda motor B-B-4915-BCD, beralamat di Jalan Anggrek IV No. 96, RT 001/004, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Luka: bagian kepala.

2. Yeni Sumarti (39), perempuan, penumpang sepeda motor B-B-4915-BCD, alamat sama. Luka: bagian kepala.

3. Zeline Zakeisha (7), perempuan, penumpang sepeda motor B-B-4915-BCD, alamat sama. Luka: bagian kepala.

Korban luka:

1. Yessy Lestiany (39), perempuan, penumpang minibus BYD B-2703-BNA, beralamat di Jalan Perum Citra 2, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Luka: bagian leher. Dirawat di RS Pondok Indah Puri Kembangan.

2. Drg. Seruniwati Suganda (75), perempuan, penumpang minibus BYD B-2703-BNA, beralamat di Jalan Taman Aries, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Luka: bagian kepala.

Tindak Lanjut Kepolisian

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Reza Hafiz Gumilang, menyatakan bahwa tim telah langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mengamankan seluruh barang bukti yang diperlukan untuk proses penyelidikan lanjutan.

“Petugas telah melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi dan mengamankan barang bukti. Seluruhnya akan kami dalami untuk mengetahui secara pasti rangkaian dan penyebab kecelakaan tersebut.”

Polda Metro Jaya melalui TMC-nya juga telah menerbitkan keterangan resmi mengenai insiden tersebut, menyebutnya sebagai kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan SUV di ruas Jalan Kembang Kerep, Puri Kembangan, Jakarta Barat.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keselamatan di ruas-ruas jalan turunan di kawasan permukiman padat Jakarta Barat. Kecepatan kendaraan yang tidak terkendali di titik turunan, ditambah minimnya rambu peringatan dan pembatas kecepatan, kerap menjadi pemicu kecelakaan beruntun dengan konsekuensi fatal. Keluarga yang menjadi korban dalam insiden ini tinggal di kawasan Meruya, yang berjarak sangat dekat dari lokasi kejadian, sehingga duka yang ditimbulkan terasa semakin mendalam bagi warga sekitar.

Frequently Asked Questions

What is Pilu Sekeluarga Jadi Korban Jiwa Kecelakaan?

Pilu Sekeluarga Jadi Korban Jiwa Kecelakaan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pilu Sekeluarga Jadi Korban Jiwa Kecelakaan matter?

Pilu Sekeluarga Jadi Korban Jiwa Kecelakaan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.