Buka LCC 4 Pilar MPR Papua Barat Daya, Anggota MPR Tekankan soal Persatuan

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Papua Barat Daya: Menumbuhkan Generasi Berpatriotisme

Buka LCC 4 Pilar MPR Papua – Prosesi pembukaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) bertema Empat Pilar MPR RI untuk tingkat Provinsi Papua Barat Daya telah berlangsung dengan khidmat. Acara ini diselenggarakan di gedung Aimas Convention Centre yang berlokasi di Kabupaten Sorong. Sebagai pembuka resmi, hadir Robert Joppy Kardinal yang merupakan Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi generasi muda Papua Barat Daya untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan.

Menurut Robert, ajang kompetisi ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar perlombaan biasa. Ia menjelaskan bahwa LCC Empat Pilar berfungsi sebagai media strategis untuk menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan peserta. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya menghafal nilai-nilai luhur bangsa, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini sejalan dengan visi MPR RI dalam menanamkan fondasi ideologi negara kepada generasi penerus.

Nilai Lokal dan Kebangsaan dalam Persatuan

Dalam paparannya, Robert menyoroti dua aspek krusial yang harus dipahami oleh peserta LCC di wilayah Papua. Pertama, ia mengajak para siswa merenungkan ungkapan tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat Papua, yaitu “satu tungku banyak batu”. Ungkapan ini mengandung filosofi mendalam tentang pentingnya saling membantu dan menopang satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat. Robert menekankan bahwa semangat gotong royong ini merupakan cerminan nyata dari persatuan bangsa.

Indonesia berdiri bukan karena memiliki kesamaan, melainkan karena adanya kesepakatan untuk hidup dalam keberagaman. Perbedaan suku, bahasa, adat, budaya, dan agama justru menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan bangsa sesuai nilai-nilai Empat Pilar MPR RI.

Kedua, Robert mengajak generasi muda untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan nasional. Ia secara khusus menyebutkan Frans Kaisiepo sebagai sosok pahlawan asal Papua yang patut ditiru. Robert menjelaskan bahwa keberanian Kaisiepo dalam mengibarkan bendera merah putih di tanah Papua merupakan simbol penting. Tindakan tersebut mengangkat martabat bangsa dan menumbuhkan harapan akan persatuan serta cita-cita agar seluruh anak bangsa dapat hidup dalam negara yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.

Investasi Kebangsaan di Era Digital

Robert menambahkan bahwa penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI merupakan bentuk investasi kebangsaan yang sangat penting. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, terdapat potensi besar yang dapat mengikis rasa nasionalisme generasi muda. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat identitas bangsa. Robert juga mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, menjunjung tinggi kejujuran, serta membawa nama baik Papua Barat Daya hingga kancah nasional.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa mencintai daerah asal merupakan langkah awal yang fundamental dalam mencintai Indonesia. Menjaga persaudaraan dan persatuan juga menjadi modal utama dalam membangun bangsa yang kuat. Robert meyakini bahwa peserta LCC yang mampu memadukan nilai-nilai filosofis masyarakat Papua dengan keteladanan para pahlawan bangsa akan tumbuh menjadi calon pemimpin yang berkarakter dan memiliki kecintaan mendalam terhadap Indonesia.

Sekolah Terbaik Siap Berjuang di Final Nasional

Robert mengungkapkan bahwa penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI tahun 2026 merupakan bagian dari rangkaian kompetisi nasional. Kegiatan ini melibatkan seluruh provinsi di Indonesia untuk berkompetisi secara sehat. Kegiatan yang dimulai sejak 31 Maret 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda. Nantinya, tim terbaik dari setiap provinsi akan bertanding pada grand final di Jakarta pada Agustus 2026.

Penyelenggaraan final Provinsi LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Papua Barat Daya diikuti sembilan sekolah lanjutan atas dan sederajat dari seluruh wilayah Provinsi Papua Barat Daya. Adapun kesembilan sekolah ini yakni, SMAN 3 Kota Sorong, SMAS Averos Kota Sorong, MAN Kota Sorong, SMAN 2 Kabupaten Sorong, SMAN 5 Kabupaten Sorong, SMK Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong, SMKN 1 Kabupaten Sorong, SMAN 2 Kota Sorong dan SMKN 2 Sorong.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Dapil Provinsi Papua Barat Daya Paul Finsen Mayor, S.IP, CM., NNLP, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya, S.H., M.Si, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI Dr. Wachid Nugroho, S.IP., M.IP dan para guru pendamping sekolah peserta.

Hadir pula dewan juri yakni, Lektor Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Dr. Nursalim, M.Pd, Dosen/Lektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Dr. Firman, M.Pd, dan Dosen/Lektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Yoga Andriyan, M..I.P.