Dapur MBG di Mojokerto Gagal Beroperasi gegara Perabotan Digondol Maling

SPPG Al Jazeerah Mojokerto Terhambat Operasi Akibat Pencurian Beruntun

Dapur MBG di Mojokerto Gagal Beroperasi – Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau yang dikenal sebagai SPPG Al Jazeerah di Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, kini mengalami gangguan operasional yang signifikan. Hambatan ini muncul setelah sejumlah perabotan dan peralatan penting dicuri oleh seorang pelaku selama kurun waktu tiga hari berturut-turut. Kejadian ini tentu menjadi pukulan berat bagi program penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Pelaku yang berhasil menyergap fasilitas tersebut adalah seorang pria berusia 47 tahun bernama Bambang. Hingga saat ini, tersangka telah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian dan sedang menjalani proses hukum. Pencurian yang dilakukan secara bertahap ini menyebabkan berbagai peralatan vital tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Rincian Barang yang Hilang

Berdasarkan keterangan resmi, Bambang melakukan pencurian pada tanggal 1, 2, dan 4 Juli 2026. Dalam setiap aksinya, tersangka membawa pergi berbagai jenis perabotan dapur yang merupakan bagian dari program MBG (Makanan Bergizi Gratis). Total barang yang hilang mencakup delapan kompor gas, lima unit pendingin udara tipe outdoor, tujuh kamera CCTV, satu blower dapur, serta mesin instalasi gas.

Selain peralatan dapur, tersangka juga mencuri tiga buah kasur, tiga bantal, delapan set roda kereta dorong, dan satu timbangan elektrik. Barang-barang lain yang ikut terbawa antara lain dua blender, tiga puluh delapan ompreng, tiga kipas angin, timbangan meja elektrik, televisi ukuran 32 inci, genset, serta DVR untuk kamera CCTV. Peralatan dapur lainnya juga tidak luput dari jangkauan tersangka.

“Pelaku mencuri barang-barang di SPPG tersebut sendirian,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, dilansir detikJatim, Kamis (16/7/2026).

Dampak Terhadap Program Makan Bergizi

Kehilangan berbagai peralatan tersebut berdampak langsung pada operasional SPPG. Program penyediaan makanan untuk anak-anak sekolah menjadi terhambat karena ompreng yang seharusnya digunakan untuk distribusi makanan ke sekolah-sekolah telah dicuri. Tanpa wadah makan yang memadai, proses penyaluran makanan bergizi kepada para siswa tidak dapat berjalan optimal.

“Karena barang-barangnya dicuri pelaku, akhirnya SPPG ini tidak bisa operasi. Termasuk ompreng buat makan anak-anak itu karena diambil, tidak bisa mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Modus Operandi Pelaku

Dalam melaksanakan aksinya, tersangka memanfaatkan waktu dini hari ketika suasana masih sepi. Ia masuk ke area SPPG dengan cara memotong kawat pagar yang mengelilingi fasilitas tersebut. Setelah berhasil melewati pagar, tersangka kemudian melubangi atap asbes untuk masuk ke dalam dapur MBG.

Untuk mengangkut barang-barang hasil curian, tersangka menggunakan sepeda motor yang telah dilengkapi dengan tas motor atau yang dikenal dengan sebutan Ronjot. Metode ini memungkinkan tersangka membawa berbagai peralatan dalam jumlah banyak secara efisien.

“Pelaku mengangkut barang-barang SPPG menggunakan sepeda motor yang dilengkapi tas motor (Ronjot),” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang maupun masyarakat setempat. SPPG Al Jazeerah merupakan fasilitas penting yang melayani kebutuhan gizi anak-anak di wilayah Mojokerto. Gangguan operasional akibat pencurian ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berdampak pada kualitas layanan yang diberikan kepada para penerima manfaat program.

Pihak kepolisian telah memastikan bahwa proses penyelidikan terhadap tersangka akan dilanjutkan untuk memastikan tidak ada barang yang tertahan atau belum ditemukan. Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi jika ada temuan terkait barang-barang yang hilang agar program makan bergizi dapat segera kembali beroperasi secara normal.