Melawan Saat Ditangkap – Maling Motor Pembunuh Ojol di Tangerang Ditembak

Pembunuh Ojol di Tangerang Tewas Ditembak Saat Melawan Penangkapan

Melawan Saat Ditangkap – Kasus pembunuhan terhadap seorang driver ojek online (ojel) yang terjadi di Tangerang telah menemukan pelakunya. Polisi berhasil menangkap pria bernama Rahmat Dimas saat ia sedang beristirahat di base camp ojol di kawasan Kosambi, Kota Tangerang, Banten. Penangkapan ini tidak berjalan mulus karena pelaku melakukan perlawanan keras, sehingga petugas akhirnya menembaknya sebagai tindakan tegas.

Proses Penangkapan yang Penuh Ketegangan

Pelaku berhasil diamankan pada hari Selasa, tanggal 14 Juli 2026, tepat pukul 00.30 WIB. Lokasi penangkapan berada di sebuah kontrakan yang terletak di Jalan Bunderan Kamal, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Dari rekaman video yang beredar, terlihat jelas bahwa kaki Rahmat Dimas sudah diperban saat ia dibawa menuju Polda Metro Jaya. Hal ini menunjukkan bahwa ia mungkin sudah mendapat luka selama proses perlawanan terhadap petugas.

Kompol Arief Ryzki Wicaksana, yang menjabat sebagai Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan situasi yang terjadi saat penangkapan. Ia menyebutkan bahwa pelaku sempat melarikan diri dari tempat kejadian perkara maupun dari kediamannya sendiri. Perlawanan yang dilakukan pelaku terhadap anggota yang melakukan penangkapan dan pengejaran menjadi alasan utama petugas mengambil tindakan tegas.

“Dia juga sempat kabur dari TKP dan dari kediamannya. Dia melakukan perlawanan terhadap anggota yang melakukan penangkapan dan pengejaran sehingga kami dari Subdit Resmob Polda Metro Jaya melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku tersebut,” kata Kompol Arief Ryzki Wicaksana kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Rangkaian Peristiwa Pembunuhan

Peristiwa tragis tersebut bermula pada hari Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 03.50 WIB. Lokasi kejadian berada di Perumahan Villa Taman Bandara, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Saat itu, korban yang berinisial ATP sedang tidur di base camp ojol. Pelaku yang tidak dikenal oleh korban datang ke base camp dan kemudian membawa kabur sepeda motor Honda PCX serta handphone milik korban.

AKP Iwan Heristiawan, Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, memberikan rincian mengenai barang-barang yang hilang. Ia menegaskan bahwa korban merupakan seorang driver ojol yang kehilangan kendaraan dan perangkat komunikasi miliknya.

“Korban driver ojol. Korban kehilangan sepeda motor Honda PCX dan sebuah handphone,” kata AKP Iwan Heristiawan.

Saksi mata yang merupakan rekan korban saat itu menyaksikan kejadian tersebut. Awalnya, saksi melihat ada orang asing yang masuk ke base camp ojol. Ketika orang tersebut melintas kembali, saksi menyadari bahwa motor korban sedang dibawa pergi oleh orang tak dikenal. Saksi kemudian mengejar pelaku hingga akhirnya kehilangan jejak di daerah Kamal, Jakarta Utara.

Meskipun kehilangan jejak, saksi memutuskan untuk kembali ke tempat kejadian. Di sana, ia menemukan bahwa korban telah meninggal dunia. Menurut keterangan AKP Iwan, korban mengalami luka tusuk di bagian leher saat sedang tidur dan meninggal di lokasi kejadian.

“Korban ditusuk saat tidur. Korban meninggal dunia di lokasi, mengalami luka tusuk di bagian leher,” ucapnya.

Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan bagi para driver ojol yang bekerja pada malam hari. Base camp ojol seharusnya menjadi tempat yang aman bagi para pengemudi untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Namun, kejadian ini membuktikan bahwa ancaman bisa datang dari mana saja, bahkan di tempat yang dianggap relatif aman.

Pelaku yang kini dalam tahanan polisi diperkirakan akan menghadapi proses hukum yang panjang. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar base camp ojol atau tempat-tempat umum lainnya.