Meeting Results: Open House Sekolah Rakyat Lombok Barat, Mensos: Siswa Mulai Percaya Diri

Meeting Results: Sekolah Rakyat Lombok Barat Bangkitkan Kepercayaan Diri Siswa

Meeting Results – Dalam pertemuan resmi yang diselenggarakan di Lombok Barat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat telah memberikan dampak positif bagi anak-anak dari keluarga miskin. Meeting Results ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi kemajuan program yang menjangkau siswa dari keluarga miskin ekstrem di seluruh Indonesia.

Menurut hasil evaluasi yang disampaikan dalam Meeting Results, transformasi positif telah mulai terlihat pada para siswa Sekolah Rakyat. Anak-anak yang sebelumnya mungkin menyimpan mimpi-mimpi mereka dalam hati, kini menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal kepercayaan diri, optimisme, serta keberanian untuk mengejar cita-cita yang sempat tertunda.

“Anak-anak yang selama ini mungkin mengubur mimpinya, sekarang mulai lebih percaya diri, lebih optimistis, dan berani meraih cita-citanya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026).

Acara Open House Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari Meeting Results ini dihadiri oleh calon siswa beserta orang tua mereka. Kegiatan berlangsung di Sentra Paramita Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada hari Jumat tanggal 10 Juli 2026. Meeting Results juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menunjukkan keberhasilan program kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial mempertemukan para calon siswa dengan siswa Sekolah Rakyat yang telah menyelesaikan satu tahun pembelajaran. Program rintisan ini resmi dimulai pada bulan Juli 2025 dan telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Meeting Results kali ini menjadi bukti nyata bahwa program ini berjalan sesuai rencana.

“Anak-anak yang tampil di depan tadi adalah anak-anak yang dijangkau melalui data yang dimiliki pemerintah. Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, tetapi negara yang menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini mungkin belum terlihat dalam proses pembangunan,” ucap Gus Ipul.

Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat secara khusus diperuntukkan bagi keluarga yang berada pada desil pertama dan kedua. Kelompok masyarakat ini merupakan yang memiliki kondisi sosial ekonomi paling bawah menurut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau yang dikenal dengan singkatan DTSEN. Meeting Results menjadi ajang untuk memastikan program menjangkau target yang tepat.

Transformasi Kepercayaan Diri Siswa

Setelah satu tahun menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, Gus Ipul menilai para siswa mengalami perubahan yang nyata. Meeting Results mencatat bahwa mereka mulai menunjukkan peningkatan rasa percaya diri serta keberanian untuk kembali menggantungkan harapan pada cita-cita yang sempat terkubur oleh keterbatasan kondisi hidup.

Salah satu contoh nyata perubahan tersebut terlihat pada diri Novatul Alratia, siswi berusia 14 tahun dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat. Awalnya, Novatul dikenal sebagai pribadi yang pemalu dan kurang percaya diri dalam berinteraksi. Meeting Results menyoroti kisah inspiratif ini sebagai bukti keberhasilan program.

Namun, berkat pendidikan di Sekolah Rakyat, Novatul berhasil meraih prestasi gemilang sebagai juara pertama dalam kompetisi pencak silat tingkat nasional. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa potensi anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak kalah dengan anak-anak dari keluarga mampu. Meeting Results mencatat pencapaian ini sebagai salah satu indikator keberhasilan program.

“Padahal dulu Novatul ini pemalu, pendiam, dan jarang bicara. Sekarang sudah menjadi juara nasional,” kata Gus Ipul.

Ketika ditanya mengenai cita-citanya, Novatul dengan semangat menjawab bahwa ia ingin menjadi polisi wanita. Ia juga mengungkapkan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang paling disukainya. Meeting Results menjadi momen untuk merayakan pencapaian siswa-siswa seperti Novatul.

Ibu Novatul turut menceritakan perkembangan putrinya selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia bersyukur karena anak perempuannya kini lebih disiplin, rajin membantu pekerjaan rumah, dan menunjukkan kepercayaan diri yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Meeting Results juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berbagi pengalaman.

Menurut sang ibu, keluarga Novatul sempat mengalami kesulitan ekonomi setelah usaha yang dijalankan terdampak pandemi Covid-19. Kondisi ini menyebabkan Novatul kehilangan rasa percaya diri saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Meeting Results menyoroti bagaimana program ini membantu keluarga pulih dari keterpurukan.

Mimpi Besar Melalui Sekolah Rakyat

Selain Novatul, Gus Ipul juga berdialog dengan Haikal Abdul Majid, siswa SRMP 18 Lombok Barat yang berusia 14 tahun. Haikal bercita-cita ingin menjadi seorang psikolog dan mengaku sangat senang menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat. Meeting Results mencatat bahwa Haikal merupakan salah satu siswa yang paling aktif dalam program ini.

“Saya merasa senang karena bisa banyak teman, guru-gurunya baik kepada saya, dan bisa makan gratis di sini,” ungkap Haikal.

Bibi Haikal yang selama ini merawatnya mengaku melihat perubahan besar pada diri keponakannya sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Perkembangan kedisiplinan dan kepercayaan diri Haikal sangat luar biasa. Meeting Results mencatat bahwa Haikal kini lebih berani tampil di depan umum.

“Perkembangannya luar biasa, terutama kedisiplinan dan kepercayaan dirinya. Dulu dia jarang tampil di depan orang banyak, sekarang sudah berani tampil dan bahkan menjadi imam di sekolah,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga mengajak calon siswa untuk berani memiliki cita-cita setinggi mungkin. Salah satunya disampaikan oleh M. Faturrahman, calon siswa yang hadir dalam Meeting Results. Meeting Results menjadi penutup yang positif untuk program Sekolah Rakyat di Lombok Barat.