Topics Covered: Momen Trump Puji-puji Erdogan: AdaChemistryAntara Kami

Hubungan Trump dan Erdogan Memanas di Tengah Ketegangan NATO

Topics Covered – Perjalanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Ankara menandai momen penting dalam diplomasi internasional. Saat tiba di ibu kota Turki untuk menghadiri pertemuan puncak NATO, sang pemimpin AS tidak ragu untuk memberikan pujian hangat kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan. Pernyataan-pernyataan Trump menunjukkan adanya kedekatan personal yang luar biasa antara kedua pemimpin tersebut.

Trump secara terbuka menggambarkan Erdogan sebagai figur pemimpin yang memiliki kekuatan dan ketangguhan luar biasa. Sambutan pribadi dari Erdogan di landasan pacu bandara saat Trump turun dari pesawat kepresidenan Air Force One pada hari Selasa (7/7) semakin menegaskan kehangatan hubungan bilateral ini. Upacara kenegaraan yang megah kemudian menyambut kedatangan Trump, dengan pasukan berkuda putih mengawal konvoi kendaraan menuju istana kepresidenan Turki.

Kunjungan Bersejarah dan Konteks Geopolitik

Menurut laporan Reuters, kunjungan Trump ini merupakan kunjungan pertama seorang presiden Amerika Serikat ke Turki dalam kurun waktu 11 tahun terakhir. Pertemuan puncak ini berlangsung di tengah situasi yang penuh tantangan bagi aliansi NATO yang telah berusia 77 tahun. Trump dikenal sering melontarkan kritik keras terhadap sekutu-sekutu NATO, sementara Washington mulai menunjukkan tanda-tanda menarik diri dari keterlibatan aktif di benua Eropa.

Presiden AS ini kembali mengekspresikan kekecewaannya terhadap NATO setelah tiba di Ankara. Namun, di sisi lain, Trump juga memberikan pujian kepada Erdogan yang menjamunya di istana kepresidenan. Dia bahkan menyatakan bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan Turki belum pernah berada dalam kondisi sebaik ini sepanjang sejarah modern kedua negara.

“Saya sangat kecewa dengan NATO. Terus terang, jika (KTT) ini tidak digelar di Turki, di mana sahabat saya ini merupakan sosok pemimpin sangat kuat dan tangguh, saya mungkin tidak akan hadir,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan istana kepresidenan Turki, dengan Erdogan duduk di sebelahnya.

Pernyataan Trump ini menunjukkan betapa pentingnya kehadiran Erdogan dalam agenda diplomatik Amerika Serikat. Kehangatan yang terjalin antara kedua pemimpin ini menandai perubahan drastis dalam hubungan bilateral, yang sebelumnya terasa renggang pada masa pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden. Para pejabat NATO pun berharap hubungan erat Trump dan Erdogan dapat membantu meredakan ketegangan yang dipicu oleh masalah terkait Iran.

Dorongan Besar bagi Erdogan dan Prospek F-35

Di sisi lain, menghangatnya hubungan dengan Trump ini berpotensi memberikan dorongan besar bagi Erdogan dalam berbagai aspek kebijakan luar negeri. Trump mengatakan bahwa AS akan mempertimbangkan penjualan jet tempur siluman F-35 buatan Amerika ke Turki, setelah sebelumnya mencoret Ankara dari program tersebut pada tahun 2019 akibat keputusan negara itu membeli sistem pertahanan Rusia.

“Dalam banyak hal, Turki jauh lebih loyal dibandingkan negara-negara lain yang kita kira akan loyal… Itu pesawat yang hebat, pesawat yang terbaik, sejauh ini pesawat yang terbaik saat ini. Dan itu tentu saja sesuatu yang akan kami pertimbangkan,” kata Trump, seperti dilansir Reuters.

Turki telah sejak lama berupaya menyelesaikan masalah dalam program pembelian F-35 serta pencabutan sanksi AS yang merusak hubungan kedua negara dan menghambat berbagai proyek pertahanan Ankara. Turki berharap kunjungan Trump dapat memecahkan kebuntuan tersebut. Erdogan mengharapkan hasil positif terkait keinginan Ankara untuk membeli F-35 dari AS.

“Kami telah membahas hal ini sebelumnya dengan AS dan dijanjikan lima unit jet tempur. Saya mengetahui bahwa Tuan Trump selalu menepati janjinya,” ucapnya.

“Trump juga telah memberikan jaminan pribadi kepada kami terkait masalah ini,” sebut Erdogan.

Kehangatan yang terjalin antara Trump dan Erdogan ini tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral, tetapi juga memiliki implikasi yang lebih luas bagi stabilitas regional. Dengan dukungan Trump, Erdogan memiliki peluang lebih besar untuk mewujudkan ambisi Turki dalam memperkuat posisi regionalnya. Pertemuan puncak ini diharapkan dapat menjadi titik balik dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Turki, membuka jalan bagi kerja sama yang lebih erat di masa depan.