Historic Moment: Jasad Bayi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan di Selokan Kerten Solo
Table of Contents
Jasad Bayi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan di Selokan Kerten Solo
Historic Moment – Sebuah jasad bayi yang terbungkus plastik hitam ditemukan di selokan di Jalan Pisang 2, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Lokasi penemuan berada di dekat rumah warga bernama Margiyanto, yang pertama kali mengungkap kejadian tersebut. Temuan ini langsung menciptakan kehebohan di tengah masyarakat setempat.
Proses Pencarian dan Penemuan
Kasus ditemukan pada hari Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, ketika Margiyanto mendapati bau yang tidak biasa di depan rumahnya. Bau menyengat tersebut menjadi perhatian, sehingga ia memutuskan untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Setelah menggali selokan, Margiyanto terkejut menemukan bungkusan plastik hitam yang berisi jasad bayi yang sudah tidak bernyawa.
“Setelah dilakukan pencarian, bau menyengat diketahui berasal dari sebuah selokan yang terdapat bungkusan plastik berwarna hitam. Saat bungkusan itu ditarik keluar, tampak kepala seorang bayi yang sudah dalam keadaan meninggal dunia,”
ungkap AKP Lingga Ramadhani, Kasihumas Polresta Solo, dalam siaran pers yang diterima detikJateng. Ia menjelaskan bahwa kejadian ini pertama kali ditemukan oleh warga sekitar, sebelum dilaporkan ke RT setempat dan selanjutnya ke polisi.
Keterangan dari Pihak Kepolisian
Setelah menerima laporan, polisi segera datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Upaya penyelidikan dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan tidak ada kehilangan bukti. Jasad bayi yang ditemukan dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk identifikasi medis dan autopsi.
Satreskrim Polresta Solo, yang bertugas dalam kasus ini, sedang berupaya mempercepat proses untuk mengetahui identitas anak tersebut. Sejumlah petugas juga menggali informasi terkait orang tua bayi yang belum teridentifikasi. Selain itu, penyelidikan terus berjalan untuk memastikan apakah ada tindakan pembuangan bayi yang sengaja dilakukan atau terjadi kecelakaan.
Reaksi Warga dan Lingkungan Sekitar
Penemuan jasad bayi ini menimbulkan reaksi beragam dari warga Kerten. Beberapa mengungkapkan rasa shock dan sedih, sementara yang lain memperkirakan bahwa bayi tersebut mungkin terlantar atau menjadi korban kejadian misterius. Beberapa warga mengatakan bahwa selokan di area tersebut sering dipakai sebagai tempat pembuangan sampah, sehingga menimbulkan dugaan bahwa bayi mungkin dibuang ke sana.
Sejumlah orang tua muda di sekitar lingkungan juga mulai berpikir tentang kemungkinan bayi tersebut adalah anak dari warga yang tinggal dekat dengan selokan tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi pasti tentang siapa yang menjadi orang tua bayi tersebut. Penyelidikan terus berlangsung, dengan harapan bisa menemukan keterangan yang lebih jelas.
Proses Investigasi dan Langkah Berikutnya
AKP Lingga menjelaskan bahwa polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap lokasi dan menyita bahan bukti yang relevan. Selain itu, tim penyelidik juga berupaya menghubungi keluarga yang tinggal di sekitar wilayah Kerten untuk memastikan apakah ada warga yang kehilangan bayinya. Polisi juga bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Dinas Sosial dan Rumah Sakit, untuk mengumpulkan data yang diperlukan.
Sebagai langkah lanjutan, pihak kepolisian berencana melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut. Ini termasuk wawancara dengan saksi-saksi dan pengumpulan informasi dari CCTV sekitar. Jasad bayi juga akan dianalisis untuk memperkirakan waktu kematian dan kemungkinan penyebab kematian. Proses ini memakan waktu beberapa hari sebelum dapat mengungkap kebenaran.
Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama karena kemungkinan kejadian yang tidak disengaja atau kejahatan. Meski belum ada pengungkapan resmi, masyarakat mengharapkan pihak berwajib bisa segera menemukan pelaku dan memberikan penjelasan yang jelas. Selain itu, warga juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah Kerten.
Dilansir dari detikJateng, penemuan ini terjadi tepat di hari Minggu, 5 Juli 2026. Meski jasad bayi ditemukan pada hari Sabtu, kejadian tersebut mendapat perhatian lebih setelah diberitakan. Berbagai lembaga juga mulai mengecek rekam jejak bayi tersebut, termasuk melalui database kelahiran di rumah sakit setempat.
Polresta Solo menegaskan bahwa investigasi akan dilakukan secara profesional dan transparan. Selain itu, mereka juga berharap masyarakat bisa membantu memberikan informasi yang relevan. “Saat ini, Satreskrim Polresta Solo masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas bayi serta mencari pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut,”
imbuh AKP Lingga, menambahkan bahwa polisi akan mempercepat proses hingga ditemukan jawaban yang memuaskan. Penyelidikan ini juga akan melibatkan tim forensik untuk memastikan semua aspek secara menyeluruh.
Sementara itu, warga sekitar tetap mengawasi perkembangan kasus ini. Mereka berharap kepolisian bisa segera menemukan keterangan yang jelas dan memberikan penjelasan mengenai bagaimana jasad bayi bisa berada di selokan tersebut. Simak selengkapnya di sini untuk mendapatkan informasi terbaru terkait kasus ini.
