Polisi Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu di Bakauheni Libatkan Brimob-TNI AL

Polisi Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu di Bakauheni, Libatkan Brimob dan TNI AL

Polisi Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu – Minggu (5/7/2026), Polda Lampung berhasil menghentikan upaya penyelundupan narkoba berupa sabu dengan nilai mencapai lima miliar rupiah. Operasi ini berlangsung di area Seaport Interdiction Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Sabtu (27/6) pukul 12.30 WIB. Pihak kepolisian menyita barang bukti berupa lima kilogram sabu serta 202 butir pil ekstasi, yang merupakan hasil penyelundupan yang berhasil dicegah.

Detal Operasi

Barang bukti narkoba itu ditemukan setelah tim penyidik melakukan pengintaian terhadap aktivitas di sekitar pelabuhan. Penangkapan berlangsung setelah dua pria mencoba mengirimkan paket sabu melalui jalur laut. Dalam operasi tersebut, anggota Brimob dan TNI Angkatan Laut (AL) berperan aktif, dengan memastikan proses penggeledahan berjalan lancar dan aman.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menjelaskan bahwa operasi berjalan intensif dan terencana. “Tim Direktorat Narkoba Polda Lampung bersama Polres Lampung Selatan berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu dan ekstasi di Pelabuhan Bakauheni. Ada empat orang yang ditangkap berkaitan dengan barang bukti tersebut,” katanya dalam pernyataan resmi pada Sabtu (4/7).

“Dan benar memang ada keterlibatan oknum TNI dan Polri dalam pengungkapan tersebut. Saat ini para pelaku sudah dilakukan penahanan,” lanjut Yuni.

Kasus ini menunjukkan koordinasi yang solid antara unit kepolisian dan militer dalam menghadapi ancaman narkoba. Bakauheni, yang merupakan salah satu pelabuhan utama di Indonesia, sering menjadi titik masuk barang ilegal. Dengan keberhasilan ini, pihak berwenang mengingatkan masyarakat bahwa pengawasan di sekitar pelabuhan tetap terjaga ketat.

Pelaku yang Ditangkap

Empat orang pelaku berhasil diamankan dalam operasi ini. Mereka berinisial HS, HB, H, dan DK. Setiap individu memiliki peran tertentu dalam rangkaian kegiatan penyelundupan. Sementara itu, dari hasil investigasi, tiga dari empat pelaku terbukti terlibat dalam kegiatan ilegal ini.

Yuni Iswandari menjelaskan bahwa oknum TNI AL yang terlibat adalah berinisial DK, sementara oknum Polri yang berkaitan adalah dari Satuan Brimob Kelapa Dua, berinisial HB. Menariknya, dua pelaku lainnya memiliki latar belakang yang berbeda. Salah satunya adalah HR, warga sipil yang ditemukan berperan dalam pengelolaan logistik penyelundupan. Sementara HS merupakan pecatan anggota Kopassus, yang dikenal sebagai unit khusus militer.

Menurut sumber, HS dan HB diduga bertugas sebagai pengatur logistik, sementara H dan DK bertindak sebagai pengirim langsung. Selain itu, HR dianggap sebagai penghubung antara pelaku dan jaringan transaksi. Keberagaman latar belakang pelaku menunjukkan bahwa penyelundupan narkoba melibatkan berbagai elemen, termasuk anggota militer dan polisi serta warga biasa.

Peran Brimob dan TNI AL

Peran Brimob dan TNI AL dalam operasi ini menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menekan penyalahgunaan narkoba. Brimob, yang merupakan bagian dari Polri, biasanya bertugas mengamankan area rawan kejahatan, sementara TNI AL fokus pada pengawasan laut dan pelabuhan. Kombinasi kedua unit ini memungkinkan penangkapan yang lebih efektif.

Berkaitan dengan upaya penyelundupan ini, Yuni Iswandari menyebutkan bahwa para pelaku menggunakan modus yang terbilang canggih. Mereka menyembunyikan sabu dalam kemasan yang terlihat biasa, sehingga tidak mudah dideteksi. Namun, dengan teknik penyidikan yang tepat, petugas berhasil mengungkap seluruh rangkaian aktivitas kejahatan.

Menurut laporan, para pelaku mengirimkan sabu dari daerah pesisir ke Lampung Selatan. Barang tersebut rencananya akan didistribusikan ke berbagai wilayah, termasuk ke daerah paling terpencil. Penyelundupan ini juga memperlihatkan tingkat kepercayaan pelaku terhadap jalur yang dipilih, dengan mengandalkan rute laut yang dianggap lebih aman.

Dalam upaya meminimalkan risiko, para pelaku melakukan pengaturan dengan menggunakan beberapa perahu kecil. Petugas menyita seluruh barang bukti, termasuk alat komunikasi dan dokumen pendukung. Penangkapan ini menjadi bukti bahwa kejahatan narkoba tidak hanya dilakukan oleh pelaku biasa, tetapi juga melibatkan anggota institusi keamanan yang memiliki pengaruh besar.

Langkah Selanjutnya

Dalam wawancara terpisah, Yuni Iswandari menyebutkan bahwa investigasi masih terus berlangsung untuk mengungkap lebih banyak detail. “Kami akan terus memburu sisa-sisa jaringan yang terlibat, serta memastikan tidak ada pelaku lain yang terlewat,” ujarnya. Dengan dugaan adanya peran oknum dari TNI dan Polri, pihak kepolisian berharap bisa menunjukkan bahwa penyelundupan narkoba tidak hanya dihentikan di tingkat pelaku, tetapi juga dilacak hingga ke tingkat internal.

Kasus ini juga menjadi momentum untuk menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi anggota TNI dan polisi. Dengan menerapkan teknik penyelundupan yang semakin canggih, para pelaku menunjukkan bahwa mereka memahami cara memanfaatkan kelemahan sistem pengawasan. Dengan adanya keterlibatan anggota Brimob dan TNI AL, kepolisian berharap bisa memperkuat pengawasan di daerah pesisir.

Dari sisi kriminal, kasus ini membuktikan bahwa narkoba bisa masuk ke Indonesia melalui jalur laut, yang biasanya dianggap lebih sulit diawasi. Dengan menangkap pelaku yang terlibat, pihak berwenang mengingatkan bahwa tindakan penyelundupan tidak akan terlepas dari elemen kriminal yang berpengalaman. Sementara itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan kegiatan mencurigakan di sekitar pelabuhan.

Kasus penyelundupan sabu ini menjadi salah satu contoh keberhasilan pengawasan narkoba di Indonesia. Melalui operasi yang terencana, petugas berhasil menggagalkan rencana masuknya narkoba ke dalam negeri, serta menangkap pelaku yang bertugas secara profesional. Harapan besar terletak pada penegakan hukum yang konsisten, sehingga kejahatan narkoba bisa diatasi secara efektif.

Selama operasi, petugas menemukan bukti-bukti bahwa para pelaku telah mempersiapkan kegiatan ini sejak lama. Pemilihan waktu dan lokasi yang tepat menunjukkan strategi yang matang, dengan memanfaatkan jam sibuk di pelabuhan. Dengan menangkap para pelaku, pihak kepolisian berharap bisa menekan angka konsumsi narkoba di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Penggagalan ini tidak hanya menjadi kemenangan bagi pihak berwenang, tetapi juga memberikan semangat kepada masyarakat. Banyak yang merasa bahwa kerja keras petugas bisa menghasilkan efek jangka panjang, terutama dalam menekan perdagangan narkoba. Dengan adanya keterlibatan anggota Brimob dan TNI AL, operasi ini menegaskan bahwa penegakan hukum narkoba tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga melibatkan elemen paling kuat.

Kasus ini juga menjadi bahan evaluasi bagi institusi keamanan. Kombes Yuni Iswandari menyatakan bahwa tind