Special Plan: Pria Curi Motor Pengunjung Masjid di Mataram, Modusnya Pura-pura Salat

Pria Curi Motor Pengunjung Masjid di Mataram, Modusnya Pura-pura Salat

Special Plan – Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi tempat terjadinya kejahatan pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh seorang pria berinisial M alias RAM (37). Pria asal Lombok Barat itu berhasil ditangkap polisi setelah dilakukan penelusuran intensif terhadap kasus yang terjadi di area parkir Masjid Nurul Huda. Penangkapan ini berdasarkan laporan dari korban yang terkena dampak dari aksi pencurian tersebut.

Modus Operandi Pelaku

Menurut Kapolsek Mataram, AKP Amrozi Hamidi, pelaku menggunakan strategi yang unik dalam melakukan kejahatan. Ia berpura-pura sebagai pengunjung masjid untuk memanfaatkan kesempatan melihat situasi sekitar dan mencari motor yang kuncinya masih tergantung. “Strateginya adalah berpura-pura hendak ikut salat untuk memantau situasi dan mencari target motor yang kuncinya tertinggal,” jelas AKP Amrozi Hamidi dalam pernyataan yang dilansir detikBali, Minggu (5/7/2026).

“Dengan memanipulasi ritual ibadah salat, pelaku bisa merayapkan diri di dekat motor-motor yang ditinggalkan pengunjung,” kata AKP Amrozi Hamidi. Ia menambahkan bahwa modus ini memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat yang beranggapan masjid adalah tempat aman untuk menyimpan kendaraan.

Menurut informasi yang dihimpun, aksi pencurian ini terjadi pada 7 Juni 2026. Saat itu, korban sedang melaksanakan salat Magrib di Masjid Nurul Huda dan memarkirkan motornya di halaman masjid. “Pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang meninggalkan motor dalam kondisi kunci masih tergantung,” terang AKP Amrozi Hamidi.

Kronologi Kejadian

Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa pelaku tidak hanya beraksi sekali, tetapi juga mengulangi perbuatan serupa di beberapa tempat. Meski demikian, kejadian pada 7 Juni dianggap sebagai insiden yang mengakibatkan kerugian terbesar karena motor korban berhasil dicuri. “Setelah kejadian, korban melaporkan peristiwa itu ke polisi,” tambah AKP Amrozi Hamidi.

“Kami melakukan pemeriksaan intensif dan melacak jejak pelaku melalui rekaman kamera pengawas serta saksi mata di sekitar masjid,” ujar AKP Amrozi Hamidi. Dalam penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa motor yang dicuri serta beberapa alat bantu yang digunakan pelaku.

Menurut sumber, pelaku memilih waktu salat sebagai titik masuk karena pengunjung masjid cenderung fokus pada ibadah dan kurang waspada terhadap lingkungan sekitar. “Dengan memanfaatkan keadaan tersebut, pelaku bisa mendekati motor tanpa diketahui oleh siapa pun,” kata AKP Amrozi Hamidi. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan kendaraan, terutama saat melakukan aktivitas ibadah di tempat umum.

Penjelasan Pelaku

Pelaku, RAM, mengakui bahwa ia sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian sepeda motor di Kota Mataram. “Saya sudah mengulangi perbuatan ini beberapa kali di area parkir masjid serta tempat umum lainnya,” kata RAM saat diperiksa polisi. Ia menjelaskan bahwa kejadian pada 7 Juni lalu adalah salah satu dari beberapa aksi yang ia lakukan.

“Saya mencuri motor karena membutuhkan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Saat salat, orang-orang lebih fokus pada doa, jadi mereka tidak menyadari motor saya diambil,” tambah RAM. Ia juga menyebutkan bahwa targetnya biasanya motor yang berada di dekat tempat ibadah atau pasar, karena disinyalir memiliki peluang tinggi untuk dicuri.

Pelaku ditangkap setelah dilakukan penyelidikan yang memakan waktu beberapa hari. Selama penyelidikan, polisi menemukan beberapa bukti seperti rekaman CCTV, laporan dari saksi, dan juga barang bukti yang berhasil disita. “Kami telah melakukan pendalaman dan memastikan bahwa RAM memang bertanggung jawab atas aksi pencurian tersebut,” kata AKP Amrozi Hamidi.

Dalam penangkapan, polisi juga mengungkapkan bahwa pelaku memiliki rencana yang terorganisir. Ia terlebih dahulu memilih lokasi strategis, kemudian mengamati kebiasaan pengunjung, dan akhirnya memutuskan waktu yang tepat untuk beraksi. “Modus ini memerlukan kesabaran dan pengamatan intensif agar tidak terdeteksi,” kata AKP Amrozi Hamidi.

Keterlibatan Masyarakat

Kasus ini menarik perhatian masyarakat setempat, terutama pengunjung masjid yang merasa kecewa dengan kejadian tersebut. Banyak dari mereka menyatakan bahwa masjid seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman, tetapi aksi pencurian justru mengganggu suasana tenang. “Saya merasa sedih karena masjid adalah tempat suci, dan motor yang dicuri bisa jadi bawaan orang yang sedang beribadah,” ungkap salah satu pengunjung.

Dalam upaya pencegahan, polisi menyarankan masyarakat untuk tidak meninggalkan kendaraan terlalu lama di area parkir, terlebih jika kunci masih tergantung. “Dengan kesadaran masyarakat, kejadian seperti ini bisa diminimalkan,” tambah AKP Amrozi Hamidi. Ia juga mengimbau warga untuk selalu memperhatikan lingkungan sekitar dan memantau kondisi keamanan.

Sebagai langkah pencegahan, polisi juga melakukan patroli rutin di sekitar Masjid Nurul Huda dan tempat umum lainnya. “Kami berupaya meningkatkan kewaspadaan di area-area yang rawan kejahatan,” ujar AKP Amrozi Hamidi. Selain itu, polisi juga menyiapkan sosialisasi tentang cara mencegah pencurian di tempat ibadah, khususnya kepada pengunjung yang sering memarkir kendaraan di sana.

Kasus pencurian ini menjadi contoh bagaimana kejahatan bisa terjadi di tempat yang dianggap aman. Dengan adanya pelaku yang menggunakan modus pura-pura salat, kepolisian mengingatkan bahwa siapa pun bisa menjadi korban, selama tidak memperhatikan detail kecil. “Pola modus ini menunjukkan bahwa pelaku mungkin memiliki pengalaman sebelumnya dalam kejahatan serupa,” kata AKP Amrozi Hamidi.

Korban dalam kasus ini mengungkapkan bahwa motor yang dicuri memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. “Motor tersebut saya gunakan selama beberapa bulan sebelumnya, dan sekarang saya kehilangan semua itu,” kata korban. Dengan adanya penangkapan pelaku, ia berharap kasus seperti ini bisa dihindari di masa mendatang.

Simak selengkapnya di sini.