Visit Agenda: Andre Rosiade Berangkatkan Penarik Becak Sampah Umrah ke Tanah Suci
Table of Contents
Andre Rosiade Memfasilitasi Umrah untuk Penarik Becak Sampah di Padang
Visit Agenda – Berita menggembirakan terkait keberangkatan seorang perempuan tua bernama Yarmayati (65), yang lebih dikenal dengan panggilan Ema, ke Tanah Suci akhirnya terwujud. Ia, seorang penarik becak sampah, selama bertahun-tahun hanya bisa berdiri di tepi jalan dekat Asrama Haji Tabing, Padang, sambil melambai kepada setiap bus yang membawa jemaah haji asal Sumatra Barat. Di tengah rutinitasnya mengayuh becak dan memulung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, doa yang ia panjatkan untuk para tamu Allah terus berlanjut, meski ia sendiri belum pernah memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah umrah.
Doa yang Menjadi Harapan
Tak banyak yang mengetahui, di balik gerakan tangan sederhana itu, Ema menyimpan sebuah harapan yang tak pernah ia nyatakan secara lantang. Ia berdoa agar suatu hari, Allah juga memanggilnya ke Tanah Suci untuk merasakan kebahagiaan yang ia berikan kepada orang lain. Selama ini, ia hanya bisa memandang dengan penuh keinginan, sementara tangan kanannya terus bergerak sebagai penanda kehadiran dan kesabaran.
Kisah Ema akhirnya membuahkan hasil setelah ia menjadi perhatian Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra. Pria berpengaruh ini mengungkapkan, kehidupan Ema yang gigih menginspirasi banyak orang. Sebagai bentuk apresiasi, Andre memutuskan membantu mewujudkan impian Ema melalui hadiah umrah. Perjalanan ini juga menemani tiga siswa SMA Negeri 1 Padang yang aktif menghafal Al-Qur’an serta seorang guru pengajarannya, sebagai penghargaan atas prestasi mereka.
Perjalanan yang Terwujud Berkat Bantuan
Ema akhirnya berangkat ke Mekkah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Sebelumnya, ia menghabiskan sehari di Padang untuk perjalanan ke Jakarta, menginap di hotel dekat bandara, lalu melanjutkan perjalanan internasional. Seluruh kegiatan difasilitasi oleh travel Bin Dawood, yang turut menyukseskan niat baik Andre Rosiade.
“Alhamdulillah, hari ini Buk Ema berangkat ke Tanah Suci. Semoga beliau selalu diberi kesehatan, perjalanan lancar, ibadah umrahnya diterima Allah SWT, dan kembali ke Tanah Air menjadi umrah yang mabrurah,” ujar Andre dalam pernyataan resmi, Kamis (2/7/2026).
Kisah Ema sebelumnya menjadi viral di media sosial. Video yang menunjukkan dirinya melambai sambil berdoa untuk para jemaah haji Sumbar menimbulkan empati luas. Banyak orang tergerak untuk mendukung, hingga akhirnya kabar tentang Ema sampai kepada Andre Rosiade. Tindakan tersebut bukan hanya menjadi bukti kepedulian, tetapi juga membuktikan bahwa kebaikan kecil dapat menjadi keajaiban besar.
Kepedulian yang Menjadi Rasa Syukur
Andre Rosiade segera mengunjungi rumah sederhana Ema di Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Saat itu, ia menyerahkan berbagai bantuan seperti becak kayuh baru, paket umrah, sembako, modal usaha, serta jaminan BPJS Kesehatan selama setahun. Becak yang diberikan bukan hanya menggantikan becak usang milik Ema, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan usahanya.
“Beliau tidak pernah iri melihat orang lain berangkat ke Tanah Suci. Yang beliau lakukan justru mendoakan mereka,” kata Andre, menjelaskan ketulusan Ema yang menggerakkan hati timnya untuk mewujudkan impian tersebut. Penjelasan ini memperjelas bahwa Ema, meski hidup sederhana, memiliki hati yang penuh kebaikan.
Pada Jumat (8/5), Andre langsung datang ke rumah Ema, RT 01 RW 01, sebagai tanda solidaritas. Di sana, ia memberikan kabar gembira yang membuat Ema tak mampu menyembunyikan rasa haru. Seorang perempuan yang sepanjang hidupnya bekerja mengangkut sampah kini bisa menunaikan ibadah umrah. “Alhamdulillah. Terima kasih banyak Pak Andre. Cita-cita saya ke Mekkah akhirnya terkabul dengan umrah ini,” ucap Ema dengan suara bergetar.
Ema menuturkan, ia tak pernah membayangkan bisa berdiri di hadapan Ka’bah. Selama ini, keinginan untuk menunaikan ibadah hanya menjadi mimpi yang tak terwujud. Kini, setiap langkahnya di Tanah Suci menjadi bukti bahwa doa seorang ibu rumah tangga kecil pun bisa terkabul.
Perjalanan Harapan yang Memunculkan Inspirasi
Kisah Ema menjadi contoh nyata bagaimana kegigihan dan ketulusan seseorang bisa menginspirasi banyak orang. Sebagai penarik becak sampah, ia mungkin tidak terlihat menonjol, tapi keberaniannya untuk tetap berdoa meski hidupnya penuh tantangan menunjukkan bahwa iman dan harapan tidak pernah menghilang.
Andre Rosiade mengatakan, perjalanan Ema menjadi pengingat bahwa kebaikan, sekecil apa pun, tidak akan sia-sia. “Ketulusan seperti inilah yang menggerakkan hati kami untuk membantu mewujudkan cita-citanya,” tambahnya, menegaskan komitmen untuk mendukung usaha sosial ini.
Selama ini, Ema tidak hanya mengayuh becak, tetapi juga menaburkan doa di tengah kehidupannya yang serba sulit. Ia membawa harapan kecil kepada orang-orang yang berangkat ke Tanah Suci, sekaligus menyimpan doa besar bagi dirinya sendiri. Sekarang, setelah keberangkatan tersebut, Ema bisa memenuhi keinginan hidupnya dengan langkah yang sebelumnya hanya bisa diimpikan.
Kisah yang Menyentuh Hati
Keberangkatan Ema bukan hanya momen personal, tetapi juga menggambarkan kehidupan yang menginspirasi. Sebagai penarik becak, ia menghadapi pekerjaan berat dengan tekad, sementara doa dan harapan diujung jalan selalu menjadi bagian dari rutinitasnya. Andre Rosiade, yang ter
