Teknisi Internet Tersengat Listrik Saat Pasang Kabel di Bogor – Dilarikan ke RS

Teknisi Internet Tersengat Listrik Saat Pasang Kabel di Bogor, Dilarikan ke RS

Lokasi dan Waktu Kejadian

Teknisi Internet Tersengat Listrik Saat Pasang – Kejadian penyengatan listrik terhadap seorang teknisi kabel berinisial AA (26) terjadi di wilayah Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kota Bogor, Jawa Barat, pada hari Kamis, 2 Juli 2026. Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 10.20 WIB, di Jalan Raya Pendidikan, tepatnya saat korban sedang melakukan instalasi kabel dalam rangka menyelesaikan proyek pemasangan jaringan internet. Tempat kejadian tidak dijelaskan secara spesifik, tetapi berada di area yang cukup ramai dan dekat dengan bangunan-bangunan pendidikan.

Detail Kecelakaan Kerja

Korban, yang bekerja bersama rekan sejawatnya, mengalami kecelakaan kerja saat mencoba mengecek jalur kabel di atas tiang utilitas. Menurut informasi yang dihimpun, korban menggunakan alat keselamatan berupa tali pengaman (safety belt) untuk mendaki tiang tersebut. Namun, ketika sedang mengecek kabel, tangan kanannya kemungkinan tidak sengaja menyentuh kabel listrik yang sedang menyala. Akibatnya, korban seketika tersengat dan mengalami kenaikan suhu pada bagian tubuh yang terkena.

“Seorang teknisi pemasangan jaringan internet mengalami kecelakaan kerja akibat tersengat aliran listrik saat melakukan pemasangan kabel di Jalan Raya Pendidikan,” kata Kapolsek Sukaraja AKP Ade Rahmat, Kamis (2/7/2026).

Sebelumnya, korban dan rekan kerjanya telah melakukan persiapan sebelum memulai pekerjaan. Dalam proses instalasi, mereka memastikan bahwa kabel yang dipasang dalam kondisi aman. Namun, karena kecelakaan tersebut terjadi secara tiba-tiba, tidak ada kesempatan untuk menghindari dampaknya. Saat korban berada di atas tiang, rekan kerjanya berada di bawah, siap membantu jika diperlukan. Sayangnya, tindakan pertolongan yang dilakukan hanya bisa mengurangi rasa sakit sementara.

Proses Evakuasi

Setelah korban tersetrum, rekan kerjanya langsung berusaha menyelamatkan dengan menggoyangkan tangga di bawah. Tindakan ini membantu korban kembali ke permukaan tanah, meski masih dalam keadaan sadar. Namun, karena luka bakar pada telapak tangan kanannya cukup parah, korban segera dievakuasi ke klinik terdekat untuk perawatan pertama. Proses evakuasi memakan waktu sekitar 15 menit, selama yang mana korban diberi oksigen dan perawatan sederhana untuk mengendalikan kondisi.

“Mengetahui korban tersetrum, rekan kerjanya yang berada di bawah segera berupaya memberikan pertolongan dengan menggoyangkan tangga,” ucap AKP Ade Rahmat.

Klinik yang ditempati korban memiliki fasilitas dasar untuk menangani cedera ringan. Namun, karena luka bakar pada tangan kanan tergolong serius, korban diantar ke rumah sakit lebih lanjut. Setiba di rumah sakit, tim medis langsung melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut. Luka yang dialami korban menurut AKP Ade Rahmat diduga disebabkan oleh arus listrik yang cukup kuat, sehingga membutuhkan penanganan medis yang lebih profesional.

Analisis dan Kebutuhan Perbaikan

Menurut Kapolsek Sukaraja, kecelakaan ini memberi pelajaran penting tentang keamanan dalam pekerjaan di lapangan. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bakar ringan pada telapak tangan kanan dan kemudian disarankan menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit,” tambahnya. Ia menekankan perlunya pengecekan rutin terhadap kondisi kabel listrik sebelum dan selama pekerjaan, serta penggunaan alat keselamatan yang tepat. Selain itu, pihak kepolisian juga menyarankan agar pekerjaan pemasangan kabel dilakukan dengan pengawasan ketat untuk mencegah kejadian serupa.

Keluhan dari korban menunjukkan bahwa luka bakar memengaruhi fungsi tangan yang terkena. Dalam proses penyembuhan, korban diharapkan bisa mengembalikan kebugaran tangan tersebut sebelum kembali bekerja. Kapolsek juga mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut tidak menyebabkan cedera fatal, berkat respons cepat dari rekan kerjanya dan tim medis. Namun, kejadian ini memperlihatkan risiko yang mengancam pekerja teknisi di lingkungan konstruksi listrik.

Pengembangan Keselamatan di Tempat Kerja

Dalam usaha mencegah kecelakaan serupa, Kapolsek Sukaraja menyarankan kepada pengusaha jasa pemasangan kabel untuk meningkatkan standar keselamatan kerja. “Korban mengenakan alat keselamatan, tetapi seharusnya ada pemeriksaan tambahan terhadap kabel yang dipasang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kejadian ini juga mengingatkan pekerjaan konstruksi listrik di wilayah Sukaraja perlu diperhatikan lebih serius, terutama dalam mengantisipasi aliran listrik yang tak terduga.

Penyebab kecelakaan ini masih dalam investigasi, tetapi terdapat dugaan bahwa kabel yang dipasang tidak terisolasi dengan baik. Dengan situasi seperti itu, seorang teknisi bisa terkena cedera jika tidak berhati-hati. Kapolsek juga menyebutkan bahwa korban tidak mengalami gejala serius seperti koma atau luka pada tubuh lainnya, sehingga masa pemulihan diharapkan tidak terlalu lama.

Dalam upaya mengamati efek dari kecelakaan ini, pihak rumah sakit akan melanjutkan pemeriksaan terhadap korban. “Korban diberi obat anti-bakar dan krim pelindung untuk mencegah infeksi,” sebut petugas medis. Setelah beberapa hari perawatan, korban diperkirakan bisa pulang ke rumah dan melanjutkan pekerjaan dengan bimbingan tambahan. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan jasa internet di daerah tersebut, khususnya dalam hal penggunaan alat keselamatan dan prosedur pemeriksaan.

Dalam rangka memperkuat keamanan di lapangan, Kapolsek Sukaraja mengajak seluruh pekerja untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya listrik. “Kecelakaan ini bisa dicegah jika semua prosedur keselamatan dipatuhi,” kata AKP Ade Rahmat. Ia juga menyebutkan bahwa sektor jaringan internet yang semakin berkembang memerlukan perhatian khusus terhad