Key Issue: Pesan Siti Fauziah ke Juara LCC Empat Pilar Sulut
Table of Contents
Pesan Siti Fauziah ke Juara LCC Empat Pilar Sulut
Key Issue – SMAN 2 Bitung memperoleh penghargaan tertinggi dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026. Keberhasilan ini membuat sekolah tersebut berhak mewakili wilayahnya dalam babak Grand Final LCC Nasional yang akan diadakan di Jakarta pada bulan Agustus tahun ini. Pencapaian ini merupakan bukti kerja keras dan kompetensi yang telah dipersiapkan secara matang oleh para siswa, guru, serta tim pembina.
Penguasaan Materi dan Tantangan di Tingkat Nasional
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, memberikan apresiasi atas prestasi SMAN 2 Bitung. Ia juga menegaskan bahwa tantangan di tingkat nasional akan lebih berat, karena sekolah dari seluruh provinsi Indonesia akan bersaing dalam satu platform. “Selamat kepada SMAN 2 Bitung yang menjadi Juara I. Harap terus memperbaiki diri, belajar lebih giat, dan tingkatkan performa agar bisa bersaing dengan tim dari 37 provinsi lainnya,” katanya dalam siaran pers, Minggu (28/6/2026).
“Kompetisi nasional akan lebih ketat, jadi selain memperdalam materi Empat Pilar, peserta juga harus meningkatkan kepercayaan diri, konsentrasi, dan kekompakan tim. Semangat belajar dan kecintaan pada bangsa harus terus dipertahankan,” imbuh Siti Fauziah.
Proses Penutupan Lomba di Manado
Pernyataan Siti Fauziah disampaikan setelah acara penyerahan piala, medali, serta piagam penghargaan berlangsung di Manado. Upacara penutupan resmi LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk para dewan juri, panitia penyelenggara, serta tokoh-tokoh pendidikan lokal. Dalam kesempatan ini, Siti juga menyerahkan penghargaan khusus untuk yel-yel terbaik yang ditampilkan oleh sekolah-sekolah peserta.
Siti Fauziah menekankan bahwa seluruh tim yang mengikuti lomba layak diberi apresiasi. “Mereka telah menunjukkan semangat belajar, sportivitas, serta kecintaan terhadap bangsa. Bagi yang belum meraih juara, jangan menyerah. Terus belajar dan semoga bisa bertemu kembali pada tahun depan,” ujarnya.
Kompetisi Final yang Berjalan Konsisten
Dalam babak final, SMAN 2 Bitung tampil stabil dengan mengumpulkan total 130 poin. Keunggulan ini membuat mereka menjadi pemenang terbaik, melebihi SMA Kristen Eben Haezar Manado yang mengantarkan 100 poin dan SMAS Katolik Theodorus Kota Kotamobagu dengan 90 poin. Prestasi tersebut menunjukkan dominasi SMAN 2 Bitung dalam menguasai materi pembelajaran serta kemampuan berpikir kritis.
Guru Pembina SMAN 2 Bitung, Nocry Rindengan, mengatakan bahwa tim akan melakukan evaluasi menyeluruh sebagai persiapan menghadapi babak nasional. “Kami tidak ingin cepat puas. Masih ada banyak hal yang harus diperbaiki agar bisa memberikan hasil terbaik saat mewakili Sulawesi Utara di tingkat nasional,” tambahnya.
Kerja Sama dan Dukungan dari Berbagai Pihak
Salah satu anggota tim SMAN 2 Bitung, Marshya Flyorenska Melope, merasa bangga karena sekolahnya mampu menjadi pemenang. Menurutnya, hasil ini tidak terlepas dari latihan disiplin, kerja sama yang solid, serta dukungan dari para guru pembina. “Kami bersyukur atas keberhasilan ini. Terima kasih kepada MPR RI yang memberikan wadah bagi pelajar untuk belajar sekaligus mengasah wawasan kebangsaan,” katanya.
LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara 2026 diikuti oleh sembilan sekolah terbaik hasil seleksi tingkat provinsi. Sekolah-sekolah yang berpartisipasi meliputi SMAS Dian Harapan Manado, SMA Katolik Rex Mundi Manado, SMAN 2 Tomohon, SMAN 1 Tahuna, SMA Kristen Eben Haezar Manado, MAN 1 Bolaang Mongondow Plus Keterampilan, SMAN 1 Pinogaluman, SMAN 2 Bitung, serta SMAS Katolik Theodorus Kota Kotamobagu. Setiap peserta dianggap juara karena telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mengikuti lomba.
Kehadiran Tokoh dan Pengelolaan Acara
Kegiatan LCC ini turut dihadiri oleh Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Utara, Stefanus, serta Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Femmy J. Suluh. Mereka menyaksikan kiprah para siswa dalam menguasai materi Empat Pilar MPR RI, yang mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu, hadir pula para guru pembina dan pendamping peserta yang turut memastikan kelancaran acara.
Penghargaan yel-yel terbaik diberikan kepada sekolah yang mampu menampilkan kreativitas, kekompakan, dan semangat kebangsaan secara menonjol. Siti Fauziah menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pelajar, guru, dan institusi pendidikan. “Program seperti ini penting untuk memupuk rasa nasionalisme di kalangan siswa. Kami berharap kegiatan serupa bisa terus digelar,” tegasnya.
Dalam penutupan acara, Siti Fauziah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Pendidikan Daerah, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan LCC. “Terima kasih atas partisipasi aktif dan kontribusi yang luar biasa. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi peserta,” pungkasnya.
