Facing Challenges: MPR RI Gelar LKBB-PB di Bengkulu, Perkuat Nasionalisme Generasi Muda

MPR RI Gelar LKBB-PB di Bengkulu, Perkuat Nasionalisme Generasi Muda

Facing Challenges – Dalam upaya meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) terus berkomitmen untuk memperkuat pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan di berbagai daerah. Salah satu langkah yang diambil adalah melaksanakan Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) di Provinsi Bengkulu sebagai wadah membangun semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Menanamkan Nilai Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan disiplin, jiwa kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab di kalangan pelajar. Dengan melibatkan para peserta yang berprestasi, MPR RI berharap mereka mampu menjadi contoh bagi teman sebaya maupun masyarakat sekitar. Selain itu, lomba ini juga bertujuan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap tanah air, yang semakin diuji oleh dinamika teknologi informasi yang kini mengubah cara berpikir dan perilaku masyarakat.

“Perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan yang dapat mengikis rasa cinta Tanah Air dan semangat nasionalisme,” ujar Herry Putra, Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal MPR RI, saat membuka acara LKBB-PB Tingkat Provinsi Bengkulu di Lapangan Merah Putih, Balai Kota Bengkulu, Minggu (28/6/2026).

Dalam sambutannya, Herry menekankan bahwa LKBB-PB diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen MPR RI untuk menjaga keutuhan bangsa. “Karena itu, kami bekerja sama dengan Purna Paskibraka Indonesia menyelenggarakan lomba ini sebagai sarana membangun karakter, meningkatkan kedisiplinan, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta memperkuat kecintaan generasi muda kepada bangsa dan negara,” tambahnya.

Peserta yang Dianggap sebagai Generasi Pilihan

Menurut Herry, para peserta LKBB-PB merupakan pelajar-pelajar yang dipilih secara ketat. Mereka memiliki kompetensi tinggi dalam berbagai bidang, termasuk disiplin, semangat kepemimpinan, dan jiwa nasionalisme yang kuat. “Dengan kemampuan ini, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

MPR RI juga mengingatkan peserta lomba untuk menjunjung tinggi sportivitas dan integritas. “Siapa pun yang menjadi juara tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga menjadi duta Provinsi Bengkulu di tingkat nasional. Karena itu, tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan harumkan nama daerah,” kata Herry.

Kontestan dari Seluruh Sekolah di Bengkulu

LKBB-PB Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2026 diikuti oleh sepuluh sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat yang mewakili kabupaten/kota di wilayah tersebut. Daftar sekolah yang mengikuti lomba meliputi SMAN 2 Rejang Lebong, SMAN 1 Lebong, SMAN 3 Seluma, SMAN 1 Bengkulu Selatan, SMAN 1 Kaur, SMAN 2 Bengkulu Utara, MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah, SMAN 2 Kota Bengkulu, SMAN 5 Kota Bengkulu, serta SMAN 7 Kota Bengkulu. Setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan kreativitas dan kemampuan dalam mengibarkan bendera serta mengatur baris-berbaris secara profesional.

MPR RI menjadikan lomba ini sebagai bagian dari rangkaian pembinaan karakter secara nasional. Jumlah provinsi yang terlibat mencapai 30, dengan kompetisi tingkat provinsi menjadi babak awal sebelum gelaran nasional di Jakarta pada akhir Agustus 2026. “Seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Apabila terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi terkait hasil, silakan disampaikan melalui panitia untuk diteruskan kepada dewan juri,” tambah Herry.

Peserta Muda sebagai Harapan Bangsa

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bengkulu, Mif Tarul Ilmi, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyoroti pentingnya LKBB-PB sebagai upaya membangun kualitas generasi muda. “LKBB-PB bukan sekadar ajang kompetisi keterampilan baris-berbaris, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter generasi muda melalui penanaman nilai-nilai disiplin, kebersamaan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan cinta Tanah Air,” ujarnya.

“Ikutilah perlombaan ini dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, dan tunjukkan kemampuan terbaik. Semoga peserta terbaik dapat mengharumkan nama Provinsi Bengkulu pada tingkat nasional,” pesannya.

Mif Tarul Ilmi secara resmi membuka lomba tersebut setelah menyelesaikan sambutan gubernur. Acara ini diharapkan menjadi momentum untuk mengukir prestasi dan memperkuat rasa kebangsaan. Dengan partisipasi dari seluruh SMA di Bengkulu, lomba ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menciptakan kecintaan terhadap negara dan nilai-nilai yang menjadi fondasi peradaban Indonesia.

MPR RI secara aktif memperkuat kehadiran nasionalisme di kalangan generasi muda, terutama di tengah tuntutan globalisasi yang sering kali mengaburkan identitas budaya. “LKBB-PB adalah bentuk perwujudan kepedulian terhadap pembinaan karakter, sekaligus upaya menjaga semangat patriotisme di tengah perubahan teknologi yang pesat,” tambah Herry. Dengan menggabungkan kompetisi fisik dan mental, lomba ini dirancang untuk melatih kemampuan peserta dalam berbagai aspek kebangsaan, termasuk mengibarkan bendera dengan tepat dan mengatur baris-berbaris yang rapi.

Proses Penilaian yang Profesional

Peserta diminta untuk menunjukkan sikap dewasa dalam menerima hasil penilaian. “Proses penilaian dilakukan secara profesional dan objektif, sehingga setiap juara diakui sebagai representasi terbaik dari daerahnya,” jelas Herry. Ia juga menegaskan bahwa penilaian tidak hanya berdasarkan teknik, tetapi juga semangat kerja sama dan sikap patriotik dalam menyelesaikan tugas.

Dengan adanya LKBB-PB, MPR RI berharap menciptakan lingkungan yang mendorong nilai-nilai kebangsaan sejak dini. “LKBB-PB Tahun 2026 menjadi momen penting untuk mengingatkan generasi muda bahwa nasionalisme bukan sekadar pernyataan, tetapi aksi nyata yang perlu dijalankan sehari-hari,” tegas Herry. Selain itu, lomba ini juga membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan terhadap institusi pemerintah serta keterlibatan dalam ke