Berita

Rais Aam dan Ketum Diberi Waktu 1 Bulan Susun Kepengurusan Baru PBNU

gus-ipul-1788181028081_169
Foto : Rachmat Razi - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Tim Formatur Muktamar ke-35 NU Punya Satu Bulan untuk Membentuk Kepengurusan PBNU Baru
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Tim Formatur Muktamar ke-35 NU Punya Satu Bulan untuk Membentuk Kepengurusan PBNU Baru

Ceritaberkat.com – Proses transisi kepemimpinan Nahdlatul Ulama pasca-Muktamar ke-35 kini memasuki fase krusial. Panitia penyelenggara memberikan tenggat waktu satu bulan kepada tim formatur untuk merampungkan susunan pengurus baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan ini diumumkan langsung oleh Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul dan menjabat sebagai Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, pada Senin (31/8/2026) di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, sebelum menghadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR.

Langkah ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian acara muktamar yang berlangsung selama beberapa pekan dan kini beralih ke tahap konsolidasi internal organisasi. Dalam konteks sejarah NU, periode formatur semacam ini menjadi jembatan antara hasil pemilihan di arena muktamar dan operasionalisasi kepengurusan yang sesungguhnya.

Komposisi Tim Formatur

Struktur tim formatur yang dibentuk memiliki hierarki jelas. Posisi ketua formatur diemban oleh Rais Aam terpilih, KH Miftachul Akhyar, sementara jabatan sekretaris dipegang oleh Ketua Umum terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Kikin. Selain dua figur utama tersebut, terdapat sejumlah anggota formatur lain yang turut terlibat dalam proses penyusunan kepengurusan.

“Dikasih waktu satu bulan. Dikasih satu bulan tim formatur untuk menyusun kepengurusan,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh kewenangan penyusunan struktur organisasi diserahkan sepenuhnya kepada tim formatur. Ia tidak ingin panitia penyelenggara ikut campur dalam detail komposisi pengurus baru, melainkan memastikan bahwa mekanisme internal NU berjalan sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Mekanisme Pemilihan Ketua Umum yang Direformasi

Salah satu perubahan paling signifikan dari Muktamar ke-35 adalah reformasi sistem pemilihan Ketua Umum PBNU. Gus Ipul menjelaskan bahwa mekanisme lama yang menerapkan prinsip one man one vote telah digantikan oleh sistem baru yang melibatkan Rais Aam terpilih bersama anggota Alimul Hukama wal Wudhu (AHWA) sebagai pemilih langsung.

Dalam skema baru ini, setiap cabang dan wilayah NU yang memiliki hak suara diwajibkan mengusulkan minimal satu dan maksimal lima nama calon Ketua Umum. Nama-nama tersebut kemudian diteruskan kepada Rais Aam terpilih dan anggota AHWA untuk dipilih secara kolektif. Perubahan ini, menurut Gus Ipul, dirancang agar proses pemilihan lebih selaras dengan kondisi organisasi saat ini dan mampu menghindari persaingan yang terlalu tajam hingga memicu pengelompokan internal.

“Sistem pemilihan baru untuk Ketua Umum yang lebih cocok dengan kondisi hari ini, menghindari persaingan yang lebih ketat atau yang lebih keras, yang membuat pengelompokan,” tuturnya.

Reformasi semacam ini bukan tanpa preseden dalam sejarah organisasi keagamaan besar di Indonesia. Penyesuaian mekanisme pemilihan secara berkala menjadi instrumen penting untuk menjaga kohesi internal sekaligus memastikan bahwa kepemimpinan organisasi tetap representatif terhadap seluruh tingkatan keanggotaan.

Presiden Hadiri Pembukaan dan Penutupan untuk Pertama Kalinya

Gus Ipul menyampaikan rasa syukur mendalam atas kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35. Ia menyebut seluruh target penyelenggaraan berhasil tercapai tanpa hambatan berarti. Salah satu momen yang ia soroti secara khusus adalah kehadiran Presiden Republik Indonesia baik pada upacara pembukaan maupun penutupan muktamar.

“Alhamdulillah muktamar telah selesai, saya bersyukur sekali karena penyelenggaraannya sukses, hasil-hasilnya sukses, target-targetnya semua bisa tercapai,” ujarnya.

Kehadiran kepala negara di kedua ujung acara muktamar merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah NU. Bagi Gus Ipul, hal ini menjadi bentuk apresiasi luar biasa dari pemerintah pusat terhadap peran strategis NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jadi ini satu hal yang kita syukuri. Presiden hadir pada saat pembukaan dan pada saat penutupan, itu juga apresiasi yang luar biasa untuk pertama kalinya ya, Presiden hadir di saat pembukaan maupun di saat penutupan. Kita semua bergembira,” sambungnya.

Membantah Isu “Paketan Istana”

Di tengah euforia hasil muktamar, berbagai spekulasi beredar di ruang publik, terutama di media sosial, yang mengaitkan terpilihnya pasangan KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai paket yang diarahkan oleh Istana. Gus Ipul secara tegas membantah narasi tersebut.

“Ah, itu isu-isu aja. Banyak isu di luar sana ya. Banyak sekali, dulu tahu sendiri kan isunya kayak apa ini. Tapi ternyata kita lihat semua berjalan lancar, ya,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa NU telah melewati 34 muktamar sebelumnya dalam berbagai situasi politik yang berbeda-beda, dan organisasi ini memiliki mekanisme internal yang cukup matang untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul tanpa perlu intervensi dari pihak luar.

“Tidak ada intervensi, tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan dalam proses muktamar ini,” kata Mensos tersebut.

“Jadi saya bisa pastikan bahwa tidak ada itu intervensi,” imbuh dia.

Pandangan ke Depan: Kontribusi NU bagi Agama, Bangsa, dan Negara

Menutup keterangannya, Gus Ipul menyampaikan harapan agar seluruh hasil Muktamar ke-35 dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh kepengurusan baru. Ia menekankan bahwa NU memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan kontribusi yang lebih substansial bagi kepentingan agama, persatuan bangsa, dan stabilitas negara.

“Mudah-mudahan ya ini dengan hasil yang sudah kita dapatkan bisa kita tindak lanjuti, untuk kemudian NU bisa berkontribusi lebih besar bagi kepentingan agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Dengan tenggat satu bulan yang kini berjalan, seluruh perhatian internal NU akan tertuju pada proses penyusunan kepengurusan oleh tim formatur. Keberhasilan transisi ini akan menjadi penentu apakah momentum positif yang tercipta selama muktamar dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di tingkat organisasi maupun di ruang publik nasional.

Frequently Asked Questions

What is Rais Aam dan Ketum Diberi Waktu 1?

Rais Aam dan Ketum Diberi Waktu 1 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Rais Aam dan Ketum Diberi Waktu 1 matter?

Rais Aam dan Ketum Diberi Waktu 1 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rachmat Razi - ceritaberkat.com

Rachmat Razi - ceritaberkat.com

Rachmat Razi adalah seorang SEO content writer yang suka menulis dan membahas berbagai hal, serta berdedikasi dalam mengoptimalkan situs web untuk mesin pencari.