Internasional

Menteri Israel Berulah Lagi, Kini Unggah Video Ejek Tahanan Wanita Palestina

menteri-keamanan-nasional-as-itamar-ben-gvir-1763450895491_169
Foto : Michael Smith - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Menteri Israel Berulah Lagi Kini: Ejek Tahanan
  2. Related Reading

Menteri Israel Berulah Lagi Kini: Ejek Tahanan

Ceritaberkat.com – Menteri Israel Berulah Lagi Kini dengan cara yang membuat dunia internasional kembali geleng kepala. Pada Minggu, 30 Agustus 2026, Itamar Ben Gvir — Menteri Keamanan Nasional Israel — mengunggah rekaman video yang memperlihatkan kondisi seorang tahanan perempuan Palestina di fasilitas penahanan Israel. Alih-alih merespons keluhan dengan tindakan korektif, Ben Gvir justru melontarkan komentar bernada ejekan yang langsung memicu kecaman luas.

Apa yang Terlihat dalam Rekaman Video

Video tersebut menampilkan seorang perempuan berkerudung dengan wajah yang sengaja disamarkan. Ia menuturkan bahwa situasi di dalam penjara sangat memprihatinkan dan bahwa dirinya tidak memperoleh hak-hak dasar yang seharusnya diterima setiap tahanan wanita.

“Kami sudah tiga hari tidak mandi dan tidak mengganti pakaian dalam,” ujarnya dalam rekaman itu.

Ketiadaan akses mandi selama tiga hari bukan sekadar ketidaknyamanan. Bagi pengamat hak asasi, pernyataan singkat itu menjadi indikasi sistemik bahwa standar kebersihan dan perlakuan manusiawi bagi tahanan perempuan Palestina nyaris tidak diterapkan.

Respons Sarkastik yang Memperparah Situasi

Bukannya menjanjikan perbaikan, Ben Gvir memilih jalur provokasi. Ia menyatakan “setuju” dengan nada sarkastik, lalu membandingkan nasib tahanan Palestina dengan kondisi warga Israel yang ditahan Hamas di Jalur Gaza. Lebih jauh, ia mengaku bangga karena standar penjara bagi tahanan wanita Palestina telah berada pada titik terendah.

“Para sandera kita tidak memiliki sampo dan tidak mengalami kondisi seperti itu. Saya bangga kita berhasil menurunkan standar kondisi penjara bagi para teroris hingga ke tingkat paling minimal. Masa-masa ‘kamp musim panas’ di penjara sudah berakhir,” kata Ben Gvir.

Ungkapan itu mengisyaratkan bahwa perlakuan keras terhadap tahanan Palestina merupakan kebijakan yang disengaja, bukan kelalaian administratif. Publik internasional membaca pernyataan semacam ini sebagai konfirmasi bahwa otoritas Israel tidak memperlakukan tahanan Palestina sebagai manusia yang berhak atas perlakuan setara.

Rekam Jejak dan Pernyataan Terbaru

Insiden ini bukan yang pertama. Ben Gvir sebelumnya telah divonis bersalah atas sejumlah pelanggaran, termasuk tuduhan rasisme. Gaya komunikasinya yang konfrontatif sudah menjadi ciri khas selama bertahun-tahun di panggung politik Israel.

Awal tahun ini, ia mempublikasikan video lain yang memperlihatkan dirinya mengejek aktivis asing dari armada kapal yang dicegat saat mencoba menembus blokade maritim Gaza. Dalam rekaman itu, para aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terborgol sementara Ben Gvir mengucapkan “selamat datang di Israel” dengan nada merendahkan. Para aktivis kemudian melaporkan kekerasan fisik selama penahanan; salah satu aktivis asal Australia mengaku mengalami pelecehan seksual oleh aparat Israel. Pemerintah Israel membantah seluruh tuduhan tersebut.

Belum lama ini, Ben Gvir kembali menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa Israel seharusnya membunuh 30 hingga 40 warga Palestina setiap malam di Gaza. Pernyataan itu, disampaikan dalam konteks kampanye militer yang sedang berlangsung, memperdalam kekhawatiran internasional mengenai proporsionalitas operasi militer Israel.

Reaksi dari Gaza dan Dampaknya

Kementerian Urusan Tahanan Gaza di bawah pemerintahan Hamas menanggapi video tersebut dengan pernyataan resmi.

“Mencerminkan betapa dalamnya tingkat kebejatan yang telah dicapai oleh rezim pendudukan tersebut.”

Respons ini menegaskan bahwa bagi otoritas di Gaza, tindakan semacam itu bukan insiden individual melainkan cerminan kebijakan negara yang lebih luas. Video Ben Gvir tiba di tengah meningkatnya tekanan agar Israel mematuhi standar hukum humaniter dalam penanganan tahanan. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berbagai organisasi hak asasi telah berulang kali mendokumentasikan kondisi penahanan di fasilitas Israel. Ketika pejabat senior secara terbuka mengejek penderitaan tahanan, kredibilitas komitmen Israel terhadap norma internasional semakin tergerus.

FAQ

Kapan video Ben Gvir diunggah? Rekaman tersebut dipublikasikan pada Minggu, 30 Agustus 2026, melalui kanal media sosial pribadi Ben Gvir.

Siapa yang tampil dalam video? Seorang tahanan perempuan Palestina berkerudung dengan wajah yang sengaja disamarkan. Identitasnya tidak diumumkan secara resmi.

Apa respons resmi pemerintah Israel? Pemerintah Israel membantah tuduhan kekerasan fisik dan pelecehan yang dilaporkan para aktivis. Namun untuk video tahanan wanita, tidak ada pernyataan korektif dari kementerian terkait; yang muncul justru komentar sarkastik dari Ben Gvir sendiri.

Apakah ini pertama kalinya Ben Gvir menjadi sorotan karena perlakuan terhadap tahanan? Bukan. Sebelumnya ia telah divonis bersalah atas pelanggaran termasuk rasisme, dan awal tahun ini ia mengejek aktivis asing dari armada kapal yang dicegat saat mencoba menembus blokade Gaza.