Important Visit: PNS Bakar Kantor Dishub Babel gegara Permohonan Naik Pangkat Ditolak Atasan
Table of Contents
PNS Bakar Kantor Dishub Babel Gegara Permohonan Naik Pangkat Ditolak Atasan
Situasi Penolakan Kenaikan Pangkat
Important Visit – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Lingkungan Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung (Dishub Babel) berinisial AS dilaporkan melakukan aksi pembakaran terhadap ruangan Kepala Dinas Perhubungan setelah kecewa dengan penolakan permohonan kenaikan golongan dari 3B ke 3C oleh atasan. Pernyataan ini diungkapkan oleh Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Bangka Belitung, Kompol Faisal Fatsey, dalam laporan yang dilansir detikSumbagsel, Sabtu (2/5/2026).
“Tersangka AS melakukan pembakaran terhadap ruangan Kadishub Provinsi karena kesal dan kecewa atas pengajuan kenaikan golongan dari 3B ke 3C tidak disetujui oleh Kadishub (atasannya),” kata Kompol Faisal Fatsey.
Kronologi Pembakaran
Aksi pembakaran yang dilakukan oleh PNS tersebut terjadi pada Rabu (29/4) malam. Kebakaran menghancurkan seluruh isi ruangan yang menjadi lokasi kejadian. Dari informasi yang dihimpun, api mulai membesar sejak tersangka masuk ke dalam gedung dan segera merambat ke berbagai bagian struktur bangunan.
Dalam investigasi, Faisal menjelaskan bahwa sebelum membakar ruangan pada Rabu sore, tersangka sempat datang ke kantor untuk melakukan absensi pulang. Namun, setelah selesai bekerja, ia kembali ke lokasi sekitar pukul 18.00 WIB sambil membawa bahan bakar minyak (BBM). Tindakan ini menunjukkan persiapan yang matang sebelum aksi ekstrem dilakukan.
Berdasarkan keterangan polisi, tersangka kembali ke kantor dengan membawa besi dan bahan bakar minyak pertalite yang telah dibelinya sebelumnya. Setibanya di lokasi, ia langsung mencongkel jendela ruangan Kepala Dinas, lalu menyiram pertalite ke kayu kusen dan dinding ruangan tersebut. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 15 menit sebelum api benar-benar membara.
“Tersangka balik lagi ke kantor membawa besi dan pertalite yang sudah tersangka beli. Tiba di lokasi, tersangka mencongkel jendela ruang Kepala Dinas, lalu menyiram pertalite ke kayu kusen dan dinding ruang Kepala Dinas,” terang Faisal.
Aksi Pencatatan dan Pemantauan
Setelah aksi pembakaran selesai, tersangka melakukan pencatatan dan pemantauan kejadian tersebut. Dalam wawancara dengan petugas, Faisal mengungkapkan bahwa tersangka merekam video kebakaran dengan kamera ponselnya. Video tersebut kemudian diunggah ke platform media sosial pribadinya, menyebar ke berbagai kalangan.
Setelah menyiram bahan bakar dan memastikan api menyala, tersangka melarikan diri ke tempat kerabatnya di Bangka Selatan. Lokasi persembunyannya menjadi tempat penangkapan awal, karena terduga memperoleh keterangan dari saksi-saksi sekitar kantor. Polisi menyebutkan bahwa penangkapan dilakukan secara tergesa-gesa karena situasi yang memanas setelah kebakaran terjadi.
Latar Belakang Tersangka
Menurut data yang diperoleh, tersangka AS adalah seorang pegawai di unit layanan administrasi Dinas Perhubungan Bangka Belitung. Ia memiliki latar belakang sebagai PNS dengan pengalaman kerja lebih dari 10 tahun, namun belum pernah mendapatkan peningkatan pangkat selama beberapa periode terakhir. Permohonan naik pangkat yang diajukan tersangka menjadi bahan perdebatan internal di lingkungan kerja.
Penolakan atas permohonan tersebut diduga dipengaruhi oleh kurangnya kesiapan dokumen, kurangnya performa di beberapa proyek, serta persaingan yang ketat dalam proses seleksi. Meski demikian, pihak Kadishub menyatakan bahwa keputusan penolakan berdasarkan evaluasi objektif. Tersangka pun menganggap keputusan tersebut tidak adil, sehingga mengambil tindakan ekstrem sebagai bentuk protes.
Respons dari Masyarakat dan Pihak Terkait
Insiden ini memicu reaksi beragam dari masyarakat dan pihak terkait. Beberapa warga setempat menilai tindakan PNS tersebut merupakan bentuk keluhan atas sistem kenaikan pangkat yang dinilai tidak transparan. Sementara itu, ada pihak yang mengkritik cara penyelesaian masalah dengan mempergunakan kekerasan, terutama karena kejadian ini terjadi di tengah kondisi normal di kantor.
Kepala Dinas Perhubungan Babel, yang menjadi korban pembakaran, mengatakan bahwa kejadian ini tidak hanya merugikan fisik bangunan, tetapi juga memengaruhi kinerja pegawai lain. “Kita sedang menginvestigasi lebih lanjut untuk mengetahui motif dan sebab terjadinya aksi ini,” ujarnya kepada awak media. Di sisi lain, rekan-rekan sejawat tersangka mengakui bahwa kondisi psikologisnya memburuk dalam beberapa minggu terakhir, terutama setelah dua kali permohonan naik pangkat ditolak.
Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan indikasi bahwa tersangka memiliki riwayat kecanduan alkohol dan emosi yang tidak stabil. Faisal Fatsey menyebutkan bahwa tes psikologis telah dilakukan untuk memastikan bahwa tindakan pembakaran bukan sekadar kejadian spontan, tetapi juga ada perencanaan dan motivasi yang jelas.
